Thursday, March 26, 2020

Jurnal Francisca Sestri Semester Genap 2019 / 2020

Dr. Francisca Sestri. G SE., MM. Dosen STIE Insan Pembangunan Tangerang
 
Jurnal Ilmiah yang telah dipublikasi selama Bualan Januari - Maret 2020
Adalah Sebagai Berikut :

1. SIGNIFICANCE EFFECT COST OF GOODS SOLD AND INVENTORY ON SALES PT. 
     NIPPON INDOSARI CORPINDO Tbk
 
    International Journal of Atlantis Press
    URL :   
 














    MARTINA BERTO, TBK. (2007 – 2018)
    

    Business Management Journal  Fakultas Ekonomi UBM.

    Vol 16, No 1 (2020) Maret 2020




 URL :




 

Monday, February 17, 2020

LPER INISIATOR TEMU WICARA UMKM BANYUMAS DENGAN WAMEN DESA DAN KOMINFO


Berawal dari kemarau panjang tahun 2019 dan keluhan tentang tidak adanya traktor dan computer di LPER Banyumas yang disampaikan secara lisan oleh Joni Roosmanto selaku ketuanya. Maka Sekjen LPER (Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat) Dr. Francisca Sestri bermaksud mengadakan sarasehan nasional yang melibatkan stake holders antara lain BUMN, KOMINFO, Kemendes serta Pemda setempat . Maka terwujudlah sarasehan pedesaan kelompok Tani, Perajin dengan thema  "Peran
Pengembangan Teknologi Era Digital Untuk Ketahanan Ekonomi Pedesaan" Topik bahasan serupa klompencapir di era digital. Acara dilaksanakan di tengah tanah bekas hutan jati dukuh Kalilirip, Pekuncen, Jatilawang Banyumas di belakang Masjid Kalilirip agar para pengunjung dapat sholat Jumat terlebih dahulu, karena diselenggarakan  pada hari Jumat, tanggal 14 Februari 2020,  Bertenda Merah Putih mengesankan penduduk setempat memang cocok diberikan nama Kelompok Tani Sari Marhen (nama pemberian bp. Ganjar Pranowo sekarang gubernur Jateng. Red.)
Tarian khas Banyumasan sangat meriah menyambut kedatangan Wamen Desa Budi Arie M.Si yang disambut tim Projo,  Masyarakat adat Bonokeling membuat pagar betis sepanjang jalan masuk, membuat hal yang uniq karena pak lurah Kalilirip mengenakan blankon Banyumasan. Wamen dan para pejabat baik pusat maupun daerah  mengujungi stand-stand UMKM dan langsung memborong keripik singkong yang diproduksi oleh LPER Banyumas binaan Joni
Roosmanto sekaligus selaku tuan rumah acara ini

 Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mewakili Bupati karena ada acara GR Ulang tahun Kabupaten Banyumas, dalam sambutannya mengatakan sedang meningkatkan penggiat pembangunan desa  melalui kemajuan desa wisata, yang saat ini banyak diminati kaum milenial zaman sekarang dengan edukasi pariwisata.
 
Kominfo salah satu penyelenggara diwakili Septriana Tangkary SE., MM Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, mengungkapkan pentingnya peran digital yang menjadi bagian kehidupan tiap insan.Oleh karenanya UMKM baik petani, perajin dan nelayan dapat memasarkan produk-produknya melalui marketplace (Tokopedia, Blibli dan semacamnya) tanpa biaya. Kominfo mencatat bahwa alat komunikasi saat sekarang seperti hp hanya sebatas dipakai untuk WAG, dan kirim-kirim foto dll, padahal bisa dikaryakan untuk kegiatan jual beli melalui sistem online. Perlu digaris bawahi bapak Presiden Jokowi  selalu bercita-cita bahwa Indonesia yang luas ini, dengan pemakai alat komunikasi handphone terbesar di ASEAN, sangat berpeluang menjadi energy of Asia dibidang teknologi informasi dengan demikian Ekonomi pedesaan akan maju karena hasil industrinya bisa dijual ke mancanegara melalui sistem e-commerce.
 
 Wamen mengatakan dana desa yang digelontorkan Pemerintah untuk dinikmati masyarakat desa  agar maju maka tujuan Indonesia maju bisa terwujud merata, ini menepis bahwa kemajuan ekonomi hanya dinikmati masyarakat perkotaan saja.Ole mh sebab itu masyarakat desa berhak mengawasi implementasi penggunaan dana nya untuk pembangunan desa  setempat. Sarasehan ini harus menjadi awal dari pembangunan berkelanjutan dan langkah LPER menginisiasi sudah tepat terlebih kerjasama dengan BNI yang sudah berjalan perlu diperluas dan ditingkatksn. Maka dari itu pembentukan Bumdes-bumdes sangat penting bagi desa-desa di seluruh Indonesia agar mereka mandiri.
  Temu Wicara dengan diskusi interaktif ini, dimoderatori oleh Kepala Dinas Kominfo Banyumas yang canggih serta  menghadirkan para nara sumber yang kompeten dibidangnya :

Thursday, January 16, 2020

GUBERNUR JATENG MENGUNJUNGI STAND PURUN STRAW

Pameran produk-produk lokal berteknologi global hingga pada produk UMKM menghiasi JIEXPO Kemayoran dan dibuka resmi di acara Rakernas Partai PDI Perjuangan selama 3 hari, sejak tanggal 10 Januari hingga tanggal 12 Januari 2020.

Salah satu pengurus Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) Ketua bidang usaha Andrew Tan yang juga sebagai salah satu pemilik industri sedotan minuman tersebut, dibuat dari rumput Purun yang tumbuh di perairan Pulau Belitung. Rumput Purun yang tumbuh seperti alang-alang dan dalamnya berongga mirip dengan sedotan minuman, oleh karenanya dikembangkan Andrew bersama Hartati penduduk setempat, dan  diproduksi di Jl. Dukong, Tanjung Pandan Belitung.
Pameran yang sudah dilakukan Purun Straw ini pada Oktober 2019 di Summarecon Mall Serpong yang diprakarsai oleh Pemda Belitung dibuka langsung oleh bapak Sanem panggilan populernya Bupati Belitung dan didampingi Bp. Isyak Meirobie Wakilnya untuk tujuan promosi Industri UMKM dan Pariwisata. Pada 17 Desember 2019 Purun Straw dipamerkan di Kabupaten Bogor dihadiri 700 ibu-ibu Dharma wanita dalam Peringatan Hari Ibu dan Pengembangan UMKM Era Digital dibuka oleh Wakil Bupati, serta terakhir minggu lalu pada acara Rakernas PDI Perjuangan di JEXPO Kemayoran bertaraf internasional Pengunjung yang jumlahnya ribuan dari DPP dan DPC Partai pemenang pemilu dua periode berturut
-turut ini mengunjungi stand -stand industri domestik tersebut hingga beberapa tokoh seperti bapak Djarot Saeful Hidayat Gubernur DKI tahun 2016, sangat tertarik dengan sedotan yang ramah lingkungan tersebut

Isteri Andrew Tan bernama Galuh Faradisa biasa dipanggil  Gaby ini, sama-sama lulusan salah satu Perguruan tinggi di Malaysia, membantu mengembangkan pemasaran purun straw ini karena inline selaras  dengan D'Nurs bisnis milik  keluarganya untuk bidang usaha Cafe, Spa, Yoga, dan Kursus berenang untuk anak-anak dan ibu-ibu di kawasan Radin Inten, Kali Malang Jakarta Timur. Ia sibuk melayani para tamu hingga bp. Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah yang menanyakan tentang bagaimana cara menggunakannya seraya meneropong salah satu pramuniaga yang menjaga stand, tak pelak membuat para pengunjung tertawa sambil bercanda tulup pak, tulup (tulup adalah mainan ditiup diarahkan kelawannya).
Pak Gubernur yang juga Kader PDI Perjuangan sangat setuju kalau sedotan berbahan plastik digantikan bahan yang ramah lingkungan.

Menurut Hartati kepala produksi di Belitung saat sekarang masih kekurangan tenaga kerja, karena proses nya sangat manual dan harus benar-benar jeli dan harus dikerjakan sesuai aturan yang sudah diajarkan agar waste tidak terlalu banyak.
Pada akhir Desember 2019 permintaan tinggi dari ibu Kapolda Bangka Belitung sehingga membutuhkan waktu overtime,yang cukup mahal.



Andrew mengatakan saat sekarang pemasaran sudah masuk ke Union Cafe cukup menggembirakan. Namun untuk memenuhi permintaan hotel-hotel masih harus menunggu ijin produk tertentu, apakah dengan SNI yang dikeluarkan Dinas Perindag atau melalui POM karena bersentuhan dengan tubuh manusia.

Baik Andrew Tan maupun Gaby optimis Purun Straw bakal memiliki pangsa pasar tersendiri, design kami sangat bagus dan selaras dengan hijaunya rumput purun yang dapat menggantikan sedotan lain yang tidak ramah lingkungan. Ujarnya sambil melayani para pengunjung yang antusias  ingin mencoba straw berasal dari rumput yang memiliki kelenturan saat teraliri air minum.(Sestri)



Thursday, December 19, 2019

KOLABORASI PEREMPUAN CERDAS ERA DIGITAL 4.0

Pasca pertemuan antara Dirjen IKP Kementerian Komunikasi Dan Informatika dengan kolaborasi organisasi yang terdiri dari Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER), Komunitas Kebaya Kopi dan Buku (KKKB) serta Komunitas Kopi Persahabatan, Insan Hukum Peduli Bangsa (IHPB), maka lahirlah program Kolaborasi 4.0 yang diselenggarakan di Kabupaten Bogor,  bertepatan dengan menyongsong Peringatan Hari Ibu dan Ulang tahun Dharmawanita Pemda setempat.

Nenden Esty Nurhayati Ketua Bidang Legal & Hukum LPER, berinisiasi mengadakan sosialisasi pemberdayaan perempuan agar dapat mendorong produktivitas sumber daya manusia yang mengikuti perubahan -perubahan cepat era digital yang dikenal sebagai era industri 4.0. seperti yang diterangkan  oleh Prof. Dr. Rhenald Kasali saat Kolaborasi antar lembaga tersebut di Rumah Perubahan, beberapa minggu yang lalu.

Gayung bersambut maka pada tanggal 17 Desember 2019 peringatan hari ibu dan ulang tahun Dharmawanita se kabupaten Bogor dilaksanakan di Hotel Olympic Renotel, yang dihadiri 500 peserta dengan berbagai kemasan acara yang disuguhkan menarik sehingga membuat suasana meriah. Acara Ulang tahun ke 20 ini diselingi dengan kuis hadiah mulai dari yang sederhana hingga satu orang naik haji. Seminar, diskusi buku dan pameran produk Bazaar para UMKM. Fashion Show dari Safira Collection dan Wardah kosmetik sebagai sponsorship yang memukau para hadirin.

Hj. Ade Munaroh Yasin, bupati kabupaten Bogor dalam sambutan tertulis yang disampaikan oleh wakilnya, mengatakan "Dharma Wanita Bogor yang berulang tahun ke 20 semakin mandiri,  diharapkan mampu  menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) mulai dari pendidikan keluarga"

Seminar yang bertajuk "PERAN PEREMPUAN INDONESIA DALAM PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA DI ERA INDUSTRI 4.0." Disampaikan oleh bebarapa nara sumber yang kompeten dibidangnya.

Dr. Francisca Sestri Sekjen LPER, menekankan SDM adalah Aset (human capital) yang tidak disamakan dengan komoditas atau robot. Sebagai contoh Nurhayati seorang buruh migran asal Cianjur ke Arab Saudi sejak tahun 2008, memiliki nasib mengenaskan, disiksa hingga nekad meloncat dari lantai 3 rumah majikannya. Sekarang tidak bisa berjalan, ditinggalkan suami dan menjadi beban keluarga. Nah inilah yang menjadi PR Lembaga kami bersama Kolaborator lainnya agar memberikan pendampingan, penyuluhan UMKM penyalur TKW atau TKI agar membekali dengan skill dan pengetahuan yang cukup, sehingga tidak mudah diperlakukan sebagai benda mati, tetapi sebagai aset bangsa yang berffikir dan menjalankan tugasnya dengan baik.
Peran Lembaga Swadaya bidang ekonomi harus tidak lelah memberikan motivasi kepada para UMKM agar masuk pasar online bekerjasama dengan KOMINFO selaku regulator dan fasilitator. Hal yang  perlu dicatat bahwa UMKM kita mempekerjakan orang pada tahun 2018 hingga berjumlah 114 juta tenaga kerja, serta menyumbang pertumbuhan ekonomi dengan PDB sekitar Rp.8,7 trilyun, yang patut kita apresiasi.

Sedangkan Irma Devita Purnamasari S.H., M. Kn. menjabarkan tentang perempuan cerdas era industri 4.0, harus mampu menggunakan alat komunikasi dengan baik. Sistem perijinan online misalnya akan memudahkan para pengusaha melakukan belanja dengan cepat dan praktis, bisa melalui startup seperti Buka Lapak, Blibli, Toko Pedia, Gojek dan-lain-lain.Begitu juga bagi pengusaha yang ingin mengurus dokumen-dokumen legalitas secara online, dan kesulitan bisa konsultasi dengan kami, para notaris profesional, pungkasnya.

Pembicara lain mantan Dinas BKKBN menggarisbawahi, bahwa memrogram SDM cerdas harus sejak dalam kandungan, pemenuhan gizi dan pemeriksaan kesehatan ibu hamil sangat penting. Maka para ibu Dharma Wanita diharapkan menjadi ibu, isteri dalam keluarga. Peran ibu sangat luar biasa dalam menyiapkan putra putrinya untuk masa depan bangsa.

Sesi dua adalah bedah buku oleh pendiri KKKB Kristin Samah berjudul "Duka dari Nduga" kisah nyata tentang perkoasaan terhadap perempuan di Papua. Kisah sedih ini semoga tidak terulang lagi di bumi Indonesia tercinta.

Sebagai penghujung acara Ketua Panitia Dharmawanita ibu Nurhayati berharap acara ini bermanfaat bagi perempuan era 4.0 dengan mengikuti perkembangan zaman namun tetap harus bijaksana. Sembari menerima bibit tanaman dari Kementrian LHK, sebagai simbul lingkungan sehat dan hijau disampaikan oleh Ir. Eka Mardiyanti Ketua bidang Pelatihan & Pengembangan LPER.



Thursday, September 12, 2019

JURNAL-JURNAL ILMIAH 2019


 1. Jurnal Internasional :

Effect of Current Ratio (CR) and Debt to Equity Ratio (DER) on Return on Assets (ROA) in Food Sub-Sector and Drinking Companies Listed in Indonesia Stock Exchange Period 2013-2016

Francisca Sestri Goestjahjanti, Marhaendro Purno, Winanti, Siti Aminah

       https://www.ijsr.net/archive/v8i9/show_abstract.php?id=ART2020785&  
       fbclid=IwAR2orqVNGriOvwAgmLNeQtVe4macdTcERGpc_x9_2b0hho5lzKcwd-A9pj4

2. Efek Bunga Deposito Kepada Pendapatan Rata-Rata Di Indonesia Tahun 1995 – 2018
                   Francisca Sestri Goestjahjanti STIE Insan Pembangunan Tangerang
                                                       JOCE September 2019
 http://jurnal.ipem.ac.id/index.php/joce-ip/article/view/176

3. Efek Receivable Dan Utang Bank Terhadap Aktiva Lancar PT. Martina Berto, Tbk.
                Francisca Sestri Goestjahjanti STIE Insan Pembangunan Tangerang
                                                         JOCE Septeember 2019
    http://jurnal.ipem.ac.id/index.php/joce-ip/article/view/175

4.        ANALISIS PENGARUH LIABILITAS JANGKA PENDEK DAN EKUITAS   

            TERHADAP TOTAL ASET PT NIPPON INDOSARI CORPINDO Tbk

                                            Francisca Sestri Goestjahjanti
                                     Jurnal Kreatif UNPAM   Vol 7. No. 1  2019

          http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/kreatif/article/view/3023






Friday, March 15, 2019

RAKOR PENGEMBANGAN INDUSTRIALISASI PERTANIAN DI PEMPROV. JATENG


Rapat Koordinasi yang diinisiasi oleh Komite Ekonomi
Dan Industri Nasional (KEIN) Pokja Pangan, Industri Pertanian dan Kehutanan diselenggarakan pada tanggal 14 Februari 2019 dihadiri oleh Kepala-kepala Dinas Terkait yaitu Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Koperasi dan UMKM, dan Dinas Penanaman Modal. Perwakilan Petani, Pelaku Usaha dan Asosiasi termasuk LPER (Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat).
Menurut bapak Taj Yasin Maimoen Wakil Gubernur Jawa Tengah,  yang hadir sebagai keynote speaker mengatakan, bahwa Dinas Pertanian dan Perkebunan memiliki produk unggulan antara lain kopi, tembakau, tebu, kelapa, Karet, teh, cengkeh dll. Hasil produksinya terus meningkat terutama kopi. Pada tahun 2018 hasil kopi sebesar  17.456 ton naik  15,62 % dari  tahun 2017 sebesar 15.097 ton, masih didominir jenis kopi robusta. Kopi dari daerah Wonosobo ini, sudah ekspor ke Eropa dan negara lainnya.
Sedangkan Dr. Ir. Benny Pasaribu M.Ec. Ketua Pokja Pangan, Industri Pertanian dan Kehutanan dari KEIN, mengatakan pemerintahan pak Jokowi sudah membangun infrastruktur pedesaan guna meningkatkan potensi industri pertanian apalagi sektor Koperasi dan UMKM diberikan bunga pinjaman KUR yang rendah hingga 7 persen, dalam sejarah di Indonesia. Berharap industri pertanian dan perkebunan Jawa Tengah ini bisa terus digenjot sebagai produk unggulan, seperti kopi, buah-buahan, kelapa, coklat, tebu, dll dan bisa memasarkan sampai dengan tujuan ekspor.
Namun dalam rakor tersebut, ada pelaku usaha petani tebu yang mengeluhkan kurangnya lahan pertanian untuk menyuplai pabrik gula, sehingga hal ini menjadi peluang pedagang tertentu untuk impor karena pasokan dari petani semakin berkurang, dan mohon KEIN bisa membantu jalan keluarnya.
Sekjen LPER Francisca Sestri didampingi Bakri Maulana Ketua Harian LPER, yang hadir diacara diskusi tersebut,  menggarisbawahi, bahwa petani  juga berpotensi menjadi pelaku usaha Koperasi dan UMKM, maka langkah pemerintahan pak Jokowi menurunkan pajak dari 1 persen ke 0,5 persen sudah tepat. Dan LPER juga terus  mendorong Asosiasi lainnya untuk mengajukan penurunan pajak dari 0,5 persen ke 0,25 persen untuk UMKM.
Sebagai penutup acara, dari Distanbun bapak Harjuli memaparkan permintaan Ketua LPER Banyumas Joni Rosmanto tentang pengajuan alat pertanian (pemipil jagung dan traktor untuk perkebunan singkong yang diolah menjadi oyek dan makanan/ home industry) sudah diterima pak Gubernur langsung dan sekarang baru dikaji Dinas terkait untuk diverifikasi dan semoga tidak ada kendala pungkasnya. (Ses).

Thursday, February 28, 2019

KEMENKOMINFO DAN LPER MENYOROTI KIPRAH UMKM DI ERA DIGITAL



Kementerian Komunikasi Dan Informatika (Kemen Kominfo bersama Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) dan Komunitas Kopi Persahabatan, menggelar sosialisasi ekonomi dengan judul "Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital" diselenggarakan pada hari Senin, tanggal 25 Februari 2019 lalu di Ruang Serba Guna Kementerian Kominfo Jakarta. Sebagai keynote speaker Septriana Tangkay Direktur Perekonomian & Kemaritiman Ditjen Komunikasi dan Informasi, bahwa Indonesia ini negara besar dan kaya SDA dan SDM yang terus dikembangkan Pemerintahan pak Jokowi secara strategik dan progresif, maka roda perekonomian bakal berputar dengan cepat, dan Kementerian Kominfo  hadir untuk kemudahan bagi para UMKM menjadi pelaku usaha dengan sistem online. Maka alat komunikasi yg semakin menjadi kebutuhan primer masyarakat, jangan hanya untuk berkabar melalui WA, unduh dan unggah gambar, menyebar hoaks, transaksi perdagangan pornografi, tetapi harus dimanfaatkan untuk berwira usaha oline atau ecommerce sehingga bisa membuka lapangan kerja.






Menurut Pridantono Kadri Ketua bidang UMKM & Koperasi LPER selaku ketua panitia, dalam sambutannya mengatakan forum diskusi ini  sangat tepat dan pas bahwa di era industry 4.0, menghadirkan para pembicara dan pelaku usaha yang handal dibidang masing-masing antara lain RNI perusahaan BUMN dengan merek Rajagula, bp Jainal  owner Satoe Juara Nusantara, TirtaOne dan Koperasi Sinergi Swadaya Nusantara, dimana produk- produk buatan lokal, harga terjangkau, mudah di akses dengan alat komunikasi gadget atau komputer secara instan tetapi kualitas dapat dipertanggung jawabkan.





 
 Senada dengan Kementerian Kominfo  Sekjen LPER Francisca Sestri

mengatakan bahwa UMKM harus bisa bekerjasama dengan Unicorn-unicorn seperti Bukalapak, Tokopedia, Traveloka,dan Gojek dan tidak perlu investasi sampai ratusan juta, sehingga kebutuhan konsumen yang terus bervariasi bisa terlayani tepat waktu secara dinamis.






Acara selanjutnya pengguntingan pita pembukaan Bazaar dan Pameran produk-produk UMKM oleh Ibu Niken Widyastuti Sekjen Kominfo, didampingi, ketua bidang Penelitian & Pengembangan LPER Eka Mardiyanti, Ketua Harian Bakri Maulana dan Tantri Relatami Dewas RRI sebagai partner media, menurut ibu Niken seraya memuji LPER dan GK Ladies mitra kerja Kemenkominfo dalam kiprah pendampingan UMKM yang menjadi pilar ekonomi kerakyatan Indonesia dan jumlahnya cukup besar, dapat membuka lapangan kerja baru yang mengurangi angka kemiskinan. Menurutnya baru pemerintah sekarang angka kemiskinan hanya satu digit sekitar 9,82 persen.




 
Kementerian Kominfo selalu terbuka bagi masyarkat,  Kementerian terkait yang ingin bersinergi dibidang Teknologi Informasi (TI) untuk kemajuan UMKM sehingga skala bisnisnya bisa ditingkatkan dari mikro ke kecil dari kecil ke menengah dan selanjutnya menjadi pemain besar, pungkasnya (Sestri).