Monday, February 17, 2020

LPER INISIATOR TEMU WICARA UMKM BANYUMAS DENGAN WAMEN DESA DAN KOMINFO


Berawal dari kemarau panjang tahun 2019 dan keluhan tentang tidak adanya traktor dan computer di LPER Banyumas yang disampaikan secara lisan oleh Joni Roosmanto selaku ketuanya. Maka Sekjen LPER (Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat) Dr. Francisca Sestri bermaksud mengadakan sarasehan nasional yang melibatkan stake holders antara lain BUMN, KOMINFO, Kemendes serta Pemda setempat . Maka terwujudlah sarasehan pedesaan kelompok Tani, Perajin dengan thema  "Peran
Pengembangan Teknologi Era Digital Untuk Ketahanan Ekonomi Pedesaan" Topik bahasan serupa klompencapir di era digital. Acara dilaksanakan di tengah tanah bekas hutan jati dukuh Kalilirip, Pekuncen, Jatilawang Banyumas di belakang Masjid Kalilirip agar para pengunjung dapat sholat Jumat terlebih dahulu, karena diselenggarakan  pada hari Jumat, tanggal 14 Februari 2020,  Bertenda Merah Putih mengesankan penduduk setempat memang cocok diberikan nama Kelompok Tani Sari Marhen (nama pemberian bp. Ganjar Pranowo sekarang gubernur Jateng. Red.)
Tarian khas Banyumasan sangat meriah menyambut kedatangan Wamen Desa Budi Arie M.Si yang disambut tim Projo,  Masyarakat adat Bonokeling membuat pagar betis sepanjang jalan masuk, membuat hal yang uniq karena pak lurah Kalilirip mengenakan blankon Banyumasan. Wamen dan para pejabat baik pusat maupun daerah  mengujungi stand-stand UMKM dan langsung memborong keripik singkong yang diproduksi oleh LPER Banyumas binaan Joni
Roosmanto sekaligus selaku tuan rumah acara ini

 Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mewakili Bupati karena ada acara GR Ulang tahun Kabupaten Banyumas, dalam sambutannya mengatakan sedang meningkatkan penggiat pembangunan desa  melalui kemajuan desa wisata, yang saat ini banyak diminati kaum milenial zaman sekarang dengan edukasi pariwisata.
 
Kominfo salah satu penyelenggara diwakili Septriana Tangkary SE., MM Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, mengungkapkan pentingnya peran digital yang menjadi bagian kehidupan tiap insan.Oleh karenanya UMKM baik petani, perajin dan nelayan dapat memasarkan produk-produknya melalui marketplace (Tokopedia, Blibli dan semacamnya) tanpa biaya. Kominfo mencatat bahwa alat komunikasi saat sekarang seperti hp hanya sebatas dipakai untuk WAG, dan kirim-kirim foto dll, padahal bisa dikaryakan untuk kegiatan jual beli melalui sistem online. Perlu digaris bawahi bapak Presiden Jokowi  selalu bercita-cita bahwa Indonesia yang luas ini, dengan pemakai alat komunikasi handphone terbesar di ASEAN, sangat berpeluang menjadi energy of Asia dibidang teknologi informasi dengan demikian Ekonomi pedesaan akan maju karena hasil industrinya bisa dijual ke mancanegara melalui sistem e-commerce.
 
 Wamen mengatakan dana desa yang digelontorkan Pemerintah untuk dinikmati masyarakat desa  agar maju maka tujuan Indonesia maju bisa terwujud merata, ini menepis bahwa kemajuan ekonomi hanya dinikmati masyarakat perkotaan saja.Ole mh sebab itu masyarakat desa berhak mengawasi implementasi penggunaan dana nya untuk pembangunan desa  setempat. Sarasehan ini harus menjadi awal dari pembangunan berkelanjutan dan langkah LPER menginisiasi sudah tepat terlebih kerjasama dengan BNI yang sudah berjalan perlu diperluas dan ditingkatksn. Maka dari itu pembentukan Bumdes-bumdes sangat penting bagi desa-desa di seluruh Indonesia agar mereka mandiri.
  Temu Wicara dengan diskusi interaktif ini, dimoderatori oleh Kepala Dinas Kominfo Banyumas yang canggih serta  menghadirkan para nara sumber yang kompeten dibidangnya :
-Drs. Haryo Tienmar. AK., ME. CPA.CA selaku Ketua Umum LPER menekankan tentang kendala UMKM bidang produksi baik kontiunitas bahan baku, kualitas barang dll, pemasaran, permodalan akses perbankan sehingga perlu pendampingan selaras kemajuan teknologi saat ini.Dan khusus di Kalilirip Banyumas saat sekarang membutuhkan air bersih yang vital,ungkap Dewan Komisioner PAM Jaya dengan semangat kepada wakil pemda setempat.
~Drs. Joko Wiyono. M.SI Kepala Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UKM Kab. Banyumas, memaparkan di daerah ini terdapat 84.800 lebih UMKM yang terus dikembangkan dalam klasifikasinya.
 
~ Ir. Riana dari Pimpinan BNI Purwokerto mengatakan bahwa KUR sekarang sudah turun dari 9 persen menjadi 6 persen, sehingga para pelaku usaha mikro kecil menengah, lebih ringan namun tetap butuh pendampingan, maka BNI siap bekerjasama terlebih kepada Bumdes yang sudah ada tetapi masih membutuhkan kejelasan lebih lanjut. Dalam klompencapir ini ada sesi tanya jawab, bagi peserta yang masih bertahan dibawah guyuran hujan lebat dan tempias ini,oleh BNI diberikan hadiah Rp.1.000.000 per penanya.

 Tidak mudah mengumpulkan Pengusaha UMKM milenial disaat mereka mulai jenuh di desanya, ungkap Sekjen LPER  Dr. Francisca Sestri. G. SE. MM.) yang dibenarkan Tantri Relatami Dewas RRI yang ketepaan selaku Pembina LPER kepada RRI hari ini via telp. Berbagai pameran bazar produk jamu, Pameran Keris, makanan, minuman, Duren, kerajinan,dan batik dari buruh migran yang sudah kembali dan ikut membangun industri di desa ini, dan rata-rata sudah dijual dengan sistem online sangat menggembirakan dan membanggakan.
 Acara yang dihadiri oleh ribuan peserta baik yang 400 terdaftar maupun tidak, diakhiri dengan
penyerahan Laptop dari LPER Pusat diwakili Robik Maulana kepada Joni Roosmanto Ketua LPER Banyumas sebagai ungkapan suka cita atas semangat kawula muda UMKM agar lebih komunikatif dan kreatif.Dilanjutkan kunjungan ke Rumah Duren milik pak Eko salah satu petani Kalilirip yang siap memasuki pasar digital. (Dr. Sestri)

No comments: