Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Friday, June 13, 2014

Jokowi, mengapa?

Pertanyaan itu pernah dikupas oleh beberapa pengamat sebut saja Prof. Dr. Thamrin Tomagola, atau Wartawan senior Kompas Budiarto Sambazy beberapa waktu lalu dalam diskusi tentang "Mengapa Harus Jokowi" yang dicalonkan sebagai capres 2014? Bukankah sosok pak Jokowi masih sangat berskala lokal sebut saja Walikota dan tingkat Gubernur baru 1,5 tahun.
Moderator Burhanuddin Muhtadi memandu para narasumber diacara seminar yang diselenggaran oleh alumni Fisip UI di Balai Sarwono Jeruk Purut kawasan Kemang Jakarta Selatan.
Thamrin mengatakan Jokowi adalah sosok pemimpin masa mendatang yang mampu memutus tali masa lampau (Orba) dan mengenalkan reformasi saat sekarang dan yang akan datang. Maka apabila pilpres nanti Jokowi memenangkan pencalonannya, maka demokrasi di Indonesia memasuki masa transisi yang bagus.
Budiarto Sambazy mengungkapkan bahwa hasil survey saja tidak cukup, maka mesin partai pendukung Jokowi dan para relawan jangan berpuas diri sampai tahap itu, namun harus bekerja keras untuk meyakinkan visi, misi nya kepada para calon pemilih, sebab golput masih tinggi.
Sedangkan menurut Burhanuddin bahwa popularitas Jokowi bisa menurun, apabila kemasan iklannya kurang mendukung seperti contoh Indonesia Hebat menonjolkan sosok ibu Mega dan Puan Maharani.
Politik memang setiap detik bisa berubah dan tidak ada yang abadi, selalu akan menghasilkan titik equilibrium keputusan, mana kala para partai pengusung tiap calon merasa terwakili, terakomodasi kepentingannya. Setelah melalui proses perenungan, pemikiran maka PDI Perjuangan pengusung Capres Jokowi memutuskan memasangkan nama Jokowi dan Yusuf Kalla sebagai cawapresnya, yang diikuti oleh PKB, Nasdem, Hanura dan partainya pak Sutiyoso. Kubu lain Prabowo Subianto diusung Gerindra berpasangan dengan Hatta Radjasa dari PAN, didukung Golkar, PPP, PKS. Demokrat sendiri seperti sudah diperkirakan banyak kalangan akan netral, cirikhas nya banyak pertimbangan.
Masa kampanye telah tiba antara tanggal 13 Juni 2014 s/d tanggal 5 Juli 2014. Baik pasangan no 1 Prahara maupun pasangan no 2 Jokowi-JK sudah melakukan sosialisasi dan blusukan ala cara masing-masing.
Pada tanggal 9 Juli 2014 semua warga negara yng sudah memiliki KTP memiliki hak pilih, sehingga diharapkan golput dapat ditekan, sebab Pilpres kali ini sangat menentukan apakah status quo akan kembali, atau terlahir Pemimpin yang jujur, merakyat dan sederhana. Semoga rakyat Indonesia cerdas dan menentukan masa depan Indonesia melalui Pilpres langsung.

Saturday, May 18, 2013

Ganjar Pranowo Jateng 1

Suasana meriah dan antusiasme pemilihan Kepala Daerah Ibukota DKI Jakarta. Terselenggara sejak persiapan April 2012 dan Puncak Pemilihan tahap Putaran II Oktober 2012. Dengan kemenangan tipis pasangan Jokowi- Basuki dengan perolehan suara kurang dari 54 persen, namun cukup membuat kekaguman tersendiri, betapa tidak seorang kepala daerah kota kecil di Jawa Tengah yaitu Solo berani menantang petahana gubernur DKI Foke sebut saja demikian dengan modal patungan bersama rakyat Jakarta.


Hal ini rupanya akan menjadi suatu model atau parameter yang akan diulang di Jawatengah. Sebentar lagi akan menyelenggarakan pesta wilayah pemilihan kepala daerah tingkat provinsi di Jawa Tengah.
PDI Perjuangan berani mengambil keputusan yang beresiko seperti DKI tahun lalu, namun eforia kalangan muda dan pengusaha sangat merindukan pemimpin seperti pak Jokowi. Maka beberapa sumber menganalisis jatuh pada pasangan no 3. Ganjar dan Heru.
Media Sosial pun ramai, mulai dari telp rumah, Hp, SMS, Facebook, Twitter maupun media maya lainnya.Hampir dipastikan mereka menyebutkan Ganjar pantas memimpin Jawatengah.
Apa Kata Rakyat Jawa Tengah? Mas Ganjar memang Ok. Jateng Baru akan terbit.
Semoga kemenangan Ganjar-Heru nantinya, apabila Tuhan menghendaki. Berati Kemenangan Keibijakan Publik akan hadir di Wilayah itu.....

Saturday, September 22, 2012

Jokowi-Basuki ..Pertarungan 6 bulan.

Perasaan saya kok cepat sekali waktu berlalu. Sejak April 2012 yang lalu persiapan, pemantapan pertarungan pemilihan Cagub-Cawagub DKI masing-masing kandidat pasangan sudah dilakukan konsolidasi. Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur tersebut antara lain :
  1. Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli, calon partai politik (PD, PAN, Hanura, PKB, PBB, PMB, dan PKNU).
  2. Hendardji Soepandji dan Ahmad Riza Patria, calon independen (419.416 dukungan).
  3. Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama, calon partai politik (PDIP dan Gerindra).
  4. Hidayat Nur Wahid dan Didik J. Rachbini, calon partai politik (PKS).
  5. Faisal Batubara dan Biem Triani Benjamin, calon independen (487.150 dukungan).
  6. Alex Noerdin dan Nono Sampono, calon partai politik (Golkar, PPP, PDS, PP, PKPB, PKDI, RepublikaN, PPIB, Partai Buruh, PPNUI, PNI Marhaenisme).                                                     
Pertarungan putaran pertama dilaksanakan pada tanggal 13 Juli 2012 dengan pemenangnya pasangan no 3. Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama, urutan kedua Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli.
Dengan demikian kedua kandidat calon pasangan harus melakukan persiapan kampanye disela-sela bulan Ramdhan. Memang berat sekali, namun kedua pasangan dan masing-masing serta para pendukungnya sangat antusias untuk memenangkan pasangan masing-masing. Yang tidak lekang dari isu sara maupun provokasi dari salah satu kubu, tentu berdampak negatif bagi kubu lainnya. Itu adalah pembelajaran berpolitik di DKI.

http://www.youtube.com/watch?v=f-zR65eXXPc
Dan Video sindiran lainnya Gadis Kotak-kotak :http://www.youtube.com/watch?v=y9uvejO9ZGQ

Singkat cerita pilkada putaran II berlangsung tanggal 20 September 2012 selama enam bulan persiapan pilkada yang berujung pada menangnya pasangan no. 3 dengan perolehan suara hitung cepat Jokowi-Basuki 53% dan Fauzi-Nara 47 % dan masih harus menunggu hasil perhitungan manual.

Rasa bahagia warga Jakarta yang menginginkan perubahan tidak bisa disembunyikan, bahkan media cetak, media elektronika serta sosial media internet tak terbendung menyiarkan kemenangan Jokowi-Basuki.



Pembelajaran berpolitik yang nuansa reformasinya utuh, ketika keterbatasan dana bahkan absennya partai pendukung kandidat pasangan tersebut diputaran I, tidak menggoyahkan keinginan warga. Jakarta untuk memenangkannya. Selamat datang Jakarta Baru dibawah kepemimpinan orang desa Jokowi dan Basuki alias Ahok. Selamat bekerja Anda bersama kita warga Jakarta.....

Thursday, July 12, 2012

Basuki Tjahaja Purnama Cawagub DKI

Postur tubuh yang tinggi besar, kulit kuning dan gaya anak muda yang apa adanya, membuat daya tarik tersendiri bagi calon wakil gubernur DKI 2012-2016.
Pria keturunan Tionghoa dan pernah menjabat Bupati Belitung Timur ini sekarang masih tercatat sebagai anggota DPR RI dan menyeberang ke Partai Gerindra, karena dipinang sang Ketua Umum Prabowo Subianto.
Penulis pertama kali bersua atas undangan Menristek 2004-2009 untuk silaturahmi, sekaligus mendengarkan tujuan sasaran dari kesediaanya menyeberang dari anggota partai Golkar ke Gerindra dan mau mendampingi Jokowi dari PDIP?
Jawaban singkat tetapi mantab adalah :"Mas Jokowi orangnya jujur dan teruji mengemban tugas di Solo,sejalan" namun sayang untuk cuti saja sulit dan kasian beliau diperiksa BPK yang belum selesai-selesai. Tetapi saya percaya beliau dan jajarannya akan dapat mengatasinya. ujarnya dengan blak blakan.
Sarasehan singkat dihadiri lebih dari 15 orang, perwakilan APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia) dan beberpa tokoh antara lain Kang Yudi Latif penulis Negara Paripurna, Pak KK, Benni Pasaribu, Hario Tinmar, Aswin Indrajaya dll
Akhirnya tanggal 11 Juli 2012 adalah hari pesta demokrasi pilkada pemilihan Cagub-Cawagub DKI berlangsung. Hasil quick count pasangan Jokowi-Basuki yng berinisial JB (Jakarta Baru) unggul dalam pilkada putaran pertama. mengungguli cagub lainnya anl: Fauzi Bowo, Hendardji Supandji,Faisal basri, Nurwahid dan Alex Nurdin.
Sebagai tim relawan penulis berharap pasangan yang didukung menang untuk Jakarta, masih perlu perjuangan.....

Wednesday, July 11, 2012

Jokowi di Pilkada DKI ...

DKI memilih akhirnya sampai pada waktu yang telah ditentukan oleh pemda DKI pada hari ini Rabu tanggal 11 Juli 2012. Saat ini ada 6 pasangan cagub-cawagub mulai incumbent sd independen,
Penulis hanya akan menguraikan secara singkat persiapan pasangan no 3 Jokowi-Basuki yang biasa disapa khalayak Kotak-kotak metal.
Persiapan mulai bulan April 2012 Jokowi menghadiri peresmian Jokowi Center di Jalan Mangunsarkoro sampai dengan kampanye dari kampung kumuh dan gedung pertemuan lainnya, antara lain ke Pasar Johar, Tanah Tinggi, GOR Ciracas mendapatkan tanggapan positif dari warga.
Pria kurus kering ini begitulah ketua umum PDIP yang mengusungnya mengutarakan dalam orasi kampanye di GBK beberapa hari lalu, ia masih menjadi walikota Solo mencalonkan diri sebagai Cagub. DKI didampingi Basuki Tjahaja Purnama di usung oleh partai Gerindra.
Visi Misi telah dipublikasi dalam acara gelar calon pemimpin DKI Metro Tv ataupun bisa diunduh di Youtube.
Penulis merasa bahagia karena pilkada kali ini terasa lain, dimana kaum muda merindukan perubahan untuk Jakarta. Walaupun berita turunnya Jild Obligasi dari pemerintah Sepanyol dan menyebabkan indek2 harga saham dunia menurun ke minus 18 poin.
Semoga DKI memilih benar-benar berjalan Jurdil dan damai....

Wednesday, June 6, 2012

Ulang Tahun Sang Proklamator

Kusno yang lahir pada 6-6-1901 itu telah tumbuh sebagai anak yang cerdas dan dinamis, namun karena sakit nama tersebut diganti menjadi Sukarno, ia diasuh oleh seorang pembantu yang bernama Sarinah, dan kelak nama itu akan menjadi salah satu pusat perbelanjaan di jantung kota Jakarta.
Sukarno akhirnya melanjutkan sekolah setingkat SMP di Surabaya, ia ngenger atau numpang indekost di rumah Bapak HOS Tjokroaminoto. Selepas SLTA iapun dinikahkan dengan Oetari putri bapak Tjokro pada tahun 1921dan diboyong ke Bandung untuk melanjutkan kuliah disana.
Mereka akhirnya kost di rumah ibu Inggit Garnasih dan suaminya. Pada saat itu Sukarno yang masih remaja sering berdiskusi dengan Inggit yang jauh lebih tua 12 tahun, kelihatannya komunikasi yang nyambung membuat mereka berdua jatuh hati dan menikah pada tahun 1923, setelah Oetari diceraikan.
Sukarno semakin matang dalam berpolitik dan akhirnya oleh pemerintah Hindia Belanda dijebloskan ke penjara Sukamiskin, benar-benar miskin karena sel yang dihuni hanya cukup untuk duduk dan tidur.
Dia tidak pantang menyerah dan menulis artikel dikertas-kertas kecil yang diselundupkan Inggit saat menjenguknya. Maka di kota inilah terkenal pembelaan Sukarno sebagai "Indonesia Menggugat" yang menggetarkan dunia dan sekaligus membebaskannya.Ia ditemani Inggit terus berjuang dan beberapa kali mengalami pembuangan antara lain di Ende hampir meninggal karena Malaria, disinilah ia mulai mengalami trnsformasi budaya dengan konsep nasionalisme untuk Nusantara dengan gotong royong dan peri kemanusiaan, untuk mewujudkan kemerdekaan dan kemakmuran semua orang.
Ir.Sukarno yang adalah Bung Karno sang Proklamator Bangsa Indonesia sekaligus pengonsep "Pancasila" pertama kali disuarakan pada 1 Juni 1945 beberapa bulan sebelum kemerdekaan Indonesia.
Kini Sang Proklamtor yang pernah mengalami pengasingan oleh bangsanya sendiri, dibawah pemerintahan Presiden Suharto menghembuskan napas terakhir di tahanan rumah Wisma Jaso pada tahun 1970, tanpa perlawanan, hanya airmata kesedihan kepada Bangsa dan Negara yang sangat dicintainya lebih dari keluarga dan dirinya, ia merintih kepada Tuhan namun menerima dalam diam karena cinta Indoneia.
Selamat Ulang Tahun  yang ke 111 Sang Proklamator, Bapak Bangsa Indonesia 6-6-2012....
cttn: gb. diunduh dari internet.

Friday, May 18, 2012

Jokowi Center

Joko Widodo Walikota Solo melangkah ke bursa penyalonan Gubernur DKI periode 2012-2017. Pak Jokowi demikian panggilan akrabnya telah sukses mengemban tugas di Solo, baik wisata kulinernya, pasar tradisionalnya, tari, batik dan pemberdayaan PKL. Beliau juga mengantongi suara lebih dari 96 % ketika menjabat Walikota yang kedua dengan dana pilkada yang nyaris tak seberapa. Bisa dikatan secara aklamsi memang dikehendaki warganya karena jujur dan kerja nyata. Beberapa waktu lalu beliau menginisiasi mobil Esemka buatan anak SMK menjadi kendaraan pejabat minimal di kota Solo, namun entah apa dinyatakan tidak lulus emisi, padahal mobil tersebut sudah sedemikian dirancang sesuai ketentuan dan standarnya, ujar pak Wakil Walikota FX. Rudyatmo yang membawa sendiri dari Solo ke Jabar tempat uji emisi. Sebagai tanggungjawab moral beberapa relawan yang memiliki simpati dan harapan tinggi pada sosok Jokowi, maka pada tanggal 13 Mei 2012 dideklarasikan Jokowi Center di jalan Ki Mangunsaroko no 69 Jakarta Pusat. Bahkan hari ini Jokowi dan rombongan mengadakan kunjungan ke Pasar Ciracas dan Pasar Cibubur sebagai bentuk simpati dan komitmennya terhadap para entrepreneur yang berupa usaha para pedagang UKM tersebut, solat Jumat di Masjid Cipayung baru kemudian menuju pabrik PT. Mustika Ratu dalam rangka menyongsong peringatan hari Kebangkitan Nasional.Yang disambut oleh para karyawan dalam balutan busana Semar, Gareng, Petruk dan Bagong sebagai lambang jiwa melayani, ikhlas untuk orang lain.
Para pekerja dan masyarakat sekeliling ikut merayakan sebagai bentuk penempaan semangat para pejuang, agar menghasilkan SDM yang berkualitas,dinamis dan menumbuhkembangkan rasa nasionalisme.

Tuesday, January 3, 2012

Sosok Dahlan Iskan Dan Joko Wi



Foto diambil dari sumber internet.
Mantan Dirut PLN yang mampu membuktikan kinerjanya, ditengah pertentangan dengan para pengusaha ketika Permen ESDM tahun 2010 dikeluarkan. Hasilnya cukup kondosif kenaikan tarif 18 % terbukti listrik tidak mati hidup ditengah melonjaknya harga minyak dunia.
Beberapa hari yang lalu pak Dahlan Iskan pemilik Jawa Pos dan juga Menteri BUMN yang baru hasil reshuffle I tahun 2011 KIB Jilid II, pasalnya Menteri yang satu ini ceplas ceplos dan tidak takut dikritik. Beliau tegas akan memburu pencoleng yang merongrong BUMN sampai kapanpun, membawa angin segar pada Negeri ini pada sosok sederhana beliau.

Tanggal 3 Januari 2012, hal yang membanggakan warga Solo khususnya. Ketika pak Joko Wi, Walikota Solo menggunakan mobil dinas merek Esemka hasil rakitan anak bangsa SMK Solo yang bekerjasama dengan pemilik bengkel Klaten sebagai tempat workshopnya.

Berita mengenai sosok tokoh serupa tersebut,membawa secercah harapan pada masyarakat Jawa Tengah Khususnya dan semoga rakyat secara nasional terhadap dua tokoh yang membanggakan bangsa Indonesia. Konon keduanya tidak mengambil gaji untuk dipergunakan secara pribadi. Harapan selalu ada, walau banyak juga pejabat lain yang tidak suka karena kalah populer dimata masyarakat remaja, pemuda dan manula pada gaya politik mereka.

Wednesday, August 17, 2011

Dirgahayu Republik Indonesia ke 66.


Kalau boleh jujur, jawaban mayoritas orang apabila ditanya tentang ulang tahun, tentu akan merasa bahagia. Bahkan tidak sedikit yang merayakan dengan gempita. Hari istimewa adalah hari ulang tahun kelahiran itu sendiri.
Tiga hari lalu beberapa teman diantaranya Aria Bima dari PDIP mengirimkan beberapa pilihan tentang simbol kebanggaan menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia. Mulai dari I love Indonesia, yang semuanya menampilkan bentangan bendera merah putih.

Saya sendiri sangat menyukai dan akhirnya memilih salah satu gambar tentang upacara bendera di kawasan puncak sebuah kebersamaan anak bangsa ditengah galaunya keadaan ini sendiri.

Pengamatan demi pengamatan, ada setitik tinta biru menetes disebuah air susu, pada akhirnya mengubah warna putih menjadi tidak putih, tetapi membiru.
Lambang tersebut sengaja ku pajang sebagai gambar profil untuk mengingatkan, begitu ternodanya bumi pertiwi, oleh ulah beberapa orang dari partai yang mampu membirukan kejernihan, kesucian tubuh sebuah negara besar yang kaya SDA dan SDM dalam kepedihan, kebungkaman karena MENGALAH dan menunggu waktu akibat penjarahan secara visual berbentuk korupsi. Sekalipun ulang tahun kemerdekaannya jatuh pada hari ini, Rabu tanggal 17 Agustus 2011 ini.

Dia sesekali menengadah dan menerawang, memandangi berkibarnya sang Merah Putih dengan bangga dalam bisu, dia menanti datangnya pengelola jujur,tegas dan bijaksana.
Bola matanya kembali terpejam sambil bibirnya bergetar, tertangkap samar...Dirgahayu Bangsaku disinilah ibu Pertiwi menyanggamu sejak 66 tahun silam, cintailah DAKU, INDONESIAmu....

Thursday, June 30, 2011

Negeri Demokrasi Mentah?



Pemilu langsung telah berjalan dua kali di bumi Indonesia. Harapan dan harapan akan perubahan yakni kesejahteraan seluruh warga negara semakin jauh dari cita-cita para pendiri bangsa, yang termanifes pada Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 maupun UUD versi 2002. Mengapa demikian? Sebut saja revitalisasi pertanian yang selalu didengungkan ternyata masih banyak para petani yang kesulitan menjual panen karena harga jauh lebih mahal dari barang impor. Dedikasi SDM di bidang pertanian semakin lemah ditengah ekstremnya cuaca serta keterbatasan infrastruktur antara lain irigasi, mahalnya pupuk serta rusaknya jalan menambah sederet biaya tinggi di sektor pertanian.
Perjanjian-perjanjian perdagangan bebas hambatan di kawasan Asean dan China atau ACFTA sejak tahun 2010, menghasilkan cerita sedih lainnya. Mengalirnya barang-barang jadi murah dari negara lain, mempertegas Indonesia adalah "Tujuan Pasar Besar" bagi mereka. Bahkan pada tahun 2012 Indonesia dan Uni Eropa sedang menggodog Perjanjian Perdagangan Bebas Hambatan, alasan menuju WTO. Indikasi ini menunjukkan lemahnya posisi tawar Industriawan, sehingga terjadi pergeseran alih fungsi dari Industri ke Impor. Hal ini diperkuat data importir terdaftar semakin bertambah dari tahun 2009.
Di politik praktis, kasus pembobolan Bank Century sebesar 6,7 trilyun sampai saat ini tidak ada ujung pangkalnya kemana aliran dana tersebut bermuara dan di korupsi? Kasus-kasus lain yang tidak jauh dari korupsi adalah perginya Bendahara Partai Demokrat ke Singapura terkait pembangunan Wisma Atlit di Palembang.
Masih di tahun ini, kasus pemalsuan data oleh oknum KPU Andi Nurpati terus menambah kekecewaan masyarakat. Hal ini sampai pada pertanyaan sekaligus hipotesa "Sah kah hasil pemilu 2009?"
Penulis di tahun 2009 pernah mengutarakan opini di blog yang sama, tentang Pemilu Yang Hambar, semoga kekhawtiran tersebut tidak menjadi kenyataan. Sebab Demokrasi yang telah berjalan selama 13 tahun tahun sejak tumbangnya Rezim Orde Baru 1998, akan menjadikan Negeri ini beralaskan Demokrasi Mentah......

Thursday, May 6, 2010

Sri Mulyani masih beruntung dari Burhanuddin Abdulah?



Ibu Sri Mulyani dilantik yang keduakalinya sebagai Menteri Keuangan di Kabinet Indonesia Bersatu pada Oktober 2009. Namun selang beberapa bulan mencuatlah kasus Bank Century yang menelan uang sebesar 6,7 trilyun telah menyeret nama Sri Mulyani sampai pemanggilan dirinya oleh DPR-RI, bak menginterogasi terdakwa yang berjalan cukup lama.

Kasus tersebut jelas menodai semua prestasi gemilang yang diraihnya, mulai dari terciptanya stabilitas makro ekonomi sampai penghargaan menteri terbaik di dunia dan lain-lain prestasi bertaraf global. Demo mahasiswa, khalayak setiap hari terjadi agar Sang maestro keuangan tersebut mundur dari jabatannya.

Pada akhirnya berita yang beredar pada tanggal 5-5-2010 di pagi hari tentang pengunduran dirinya pun menjadi pilihan. Dan menerima tawaran Bank Dunia menjabat sebagai Managing Director di kawasan Amerika latin, Karibia, Timteng, Asia Timur. Hal ini bagi ekonom dan dunia usaha sangat disayangkan, bahkan pasar sempat bereaksi negatif seperti melemahnya rupiah pada level Rp. 9.200 dari Rp.9.020 satu hari sebelumnnya. Namun bagi kalangan tertentu yang melek politik tentu sudah menduga bakal terjadi.

Kita sedikit menengok sejarah Bank Indonesia, dimana manatan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah yang memiliki prestasi cukup baik dan mampu membuat lembaga ini benar-benar independen, in flasi terkendali, nilai tukar stabil dan cadangan devisa meningkat. Namun sungguh diluar dugaan menjelang masa baktinya Burhanuddin, beliau tersandung kasus korupsi ditubuh BI yang sebenarnya kesalahan administratif ikut menandatangi talangan BLBI pada saat menjadi Deputy saat Gubernur BI dijabat Syahril Sabirin. KPK akhirnya memutuskan bersalah dan Burhanuddin menguni Rumah Tahanan Salemba.

Dari gambaran diatas, keduannya pemangku kepentingan di bidang keuangan dan moneter, memiliki karir gemilang, sama-sama kesalahan administratif yang mengakibatkan amblasnya uang yang keperuntukannya bukan semestinya. Namun ibu Sri Mulyani justru mendapatkan tawaran membanggakan di Lembaga Bank Dunia dan berkantor di jantung kota Amerika, Sedangkan Burhanuddin walau tidak menggunakan uang untuk pribadinya tetap harus menjalani hukuman pidana.

Selamat jalan ibu Sri Mulyani, semoga menjadi mediator yang baik antara Bank Dunia untuk kemaslahatan negara-negara berkembang di kawasan yang dipercayakan kepada Anda, terutama Indonesia. Sampai jumpa di tahun 2014 mungkin Andalah Satria Piningit bagi kami? Hanya Tuhan Yang Tahu.....

Thursday, December 31, 2009

Gus Dur Pantas menjadi Pahlawan Demokrasi.



Hingar bingar era reformasi yang mencapai puncaknya pada 21 Mei 1998 tepat umat Kristiani memperingati Hari Kenaikan "Isa Almaseh" dan peristiwa besar terjadi Presiden Suharto mengundurkan diri.
Sejarah tersebut tidak lepas dari ketokohan seorang Abdulrahman Wahid, Megawati, Akbar Tanjung, Amin Rais dan Sultan HB X yang selalu muncul sebagai penggerak reformasi.
Era Reformasi ini mengantarkan Gusdur menjadi Presiden RI periode 1999-2001 yang akhirnya diturunkan MPR melalui sidang istimewa, bagi beliau tidak menjadi masalah. Itulah jiwa besar seorang Gus Dur tanpa rasa dendam terhadap lawan politiknya.
Gus Dur tokoh ulama dari NU memiliki pemikiran yang tajam, cerdas dan visioner, bahkan beliau adalah di juluki Guru Bangsa sekaligus pelaku ajaran pluralisme yang handal. Pernyataan yang blak-blakan menjadi ciri khas dan terasa segar. Semua orang akan mengenal ucapan beliau disaat banyak masalah bangsa yang membelit dan tak segan mengecam pejabat negara yang melenceng dengan kata : GITU AJA KOK REPOT...sampai tertayang di acara Kick Andy beberapa waktu lalu.
Bagi kami sendiri mengenal Gus Dur secara dekat ketika berbincang dengan Ketua GP. Jamu Chrales Saerang dalam Acara Pulang Kampung Lebaran bersama Gus Dur dan pedagang jamu Gendong di DPP PKB Kalibata tahun 2007, beliau memberikan pencerahan dan dorongan pada pedagang jamu keliling sebagai pengusaha yang amat kecil namun pilar perekonomian UMKM apabila dikelola dengan intensif.
Di penghujung tahun 2009 tepatnya tanggal 30 Desember pukul 18.45 Gusdur telah wafat menghadap Sang Pencipta di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.
Mengiringi jenasah dari rumah duka Ciganjur menuju pemakaman keluarga di Jombang. Tidak ada kata yang bisa bangsa Indonesia ungkapkan kecuali terimakasih Gus, Selamat jalan Anda layak mendapat gelar Pahlawan Demokrasi.

Sunday, November 15, 2009

Buaya vs Cicak sampai dengan APEC 2009



Suatu saat orang boleh berbicara, karena memiliki lidah yang terwakili secara representatif yaitu mulut. Maka ketika perseteruan antara KPK dan Institusi Kepolisian mencuatlah istilah cicak (KPK) dan buaya (Kepolisian) dari mulut seorang pejabat kepolisian, masyarakat merasa aneh dan mulai mengambil kesimpulan bahwa KPK akan tergusur pamornya, apalgi Ketua Antasari Azhar dimasukkan dalam wujud tersanga pembunuhan direktur RNI Banjaran Nasarudin beberapa waktu lalu. Istilah tersebut sementara mengendap, hanya sedikit samar-samar membaur ditelinga masyarakat Indonesia.

Namun ketika dua pimpinan KPK yaitu chandra Hamzah dan Bibit ditangkap dan dimasukkan ke penjara, mulailah demonstrasi mahasiswa, LSM yang intinya minta penahan keduannya di tangguhkan, dengan mengusung istilah cicak melawan buaya.
Berita menjadi gempar dan antusiasme masyarakat termasuk Facebooker menggelar 1.000.000 dukungan terhadap Chandra Bibit, setelah rekaman rekayasa pengebirian terbuka di hadapan Majelis Hakim Konstitusi. Hingar bingar ini kemudian membawa tim 8 yang terdiri dari para ahli hukum diketuai oleh Adnan Buyung Nasution ditunjuk Presiden untuk memberikan kejernihan kasus tersebut. Tim 8 pun merekomendasi kepada Presiden sebagai Kepala Negara, agar membatalkan tuntutan kepada Chandra dan Bibit, karena kurang kuatnya materi dakwaan serta Presiden tidak mencampuri proses hukum yang akan berlangsung.

Belum usai keterkejutan masyarakat tentang hal ini, Anggota DPR komisi III yang diketuai oleh fungsionaris partai Demokrat, memuji langkah polisi, hal ini sangat menyakiti hati masyarakat, terutama konstituennya. Selanjutnya munculnya Rani mantan caddy yang diajukan oleh Polisi sebagai saksi terhadap Antasari semakin menjengkelkan dan terasa ada skenario yang tidak pas antara keterangan perempuan tersebut dengan jalannya pembunuhan direktur RNI tersebut. Masyarakat segera menilai bahwa apa yang diucapkan saksi didepan Pengadilan atas tuntutan jaksa , terasa menghafalkan suatu puisi yang nampak dibuat-buat saat testimoni dilakukan oleh station TV Swasta minggu lalu.

Carut marut peradilan di Indonesia menyisakan rasa kecewa masyarakat, lembaga hukum serta menurunkan citra penegak hukum dimata dunia. Bertepaan dengan masih hangatnya berita rekayasa pelemahan KPK ini, Presiden SBY berangkat ke forum kerjasama di bidang ekonomi se Asia Pasifik, dengan optimisme tinggi menyambut pasar global 2010, seakan negaranya sudah siap bersaing terbuka, padahal infrastruktur seperti kelistrikan, jalan sarana transportasi cukup menyedihkan, begitu juga kesiapan pemerintah di bidang International Single Window belum memadai ungkap Edy Putra Irawady Deputy Menko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan kepada Kompas sebelumnnya, termasuk Singapore yang menyatakan keberatan. Disisi lain beberapa anggota forum mengritisi sikap Amerika yang tidak konsisten, karena justru melakukan proteksi untuk melindungi industri dan perdagangan domestik dan merupakan butir pelanggaran dari isi WTO nanti ( Kompas 15 Nopember 2009).

Penyelesaian terbaik masalah-masalah tersebut, tergantung kepada ketegasan dan niat baik Presiden kepada rakyatnya yang secara dejure memberi legitimasi kepemimpinan tersebut, untuk mewujudkan janji antara lain , membentuk pemerintahan yang adil, bersih dan memberi kesejahteraan bagi negara dan bangsa yg di pimpinnya. Karena jargon kampanye SBY terlanjur pro rakyat dan katakan TIDAK terhadap Korupsi.

Wednesday, July 8, 2009

PILPRES LANGSUNG TERASA HAMBAR?



Sejarah politik Republik Indonesia selama merdeka tahun 1945, sudah melakukan pemilihan umum langsung baik terhadap Legislatif maupun Presiden dan wakil presiden sejak reformasi tahun 1998 bergulir. Pertama tahun 2004 dan sekarang tahun 2009.

Pada pemilu langsung presiden dan wakil presiden tahun ini ada 3 (tiga) kandidat yaitu:
Megawati-Prabowo dengan nomer urut 1
Susilo Bambang Yudoyono-Budiono dengan nomer urut 2
Yusuf Kalla-Wiranto dengan nomer urut 3
Dua hari sebelum pesta demokrasi dilaksanakan dua pasangan nomer urut satu dan tiga mengusulkan kepada Mahkamah Konsititusi (MK) agar rakyat yang telah memiliki hak pilihnya dapat menggunakan dengan KTP/Paspor, mengingat DPT masih banyak bermasalah sejak pemilu legislatif April 2009 yang lalu.
Akhirnya MK mengabulkan permohonan tersebut dan selanjutnya dalam tempo 1 hari KPU harus melaksanakan putusan tersebut.

Pelaksanaan pesta demokrasi kali ini terasa hambar dan tidak ada suatu tantangan, sebab pada tanggal 4 Juli 2009 dari salah satu lembaga survey metode quick count telah dipastikan bahwa salah satu kandidat nomer urut tertentu adalah pemenangnya, serta pemilu akan berlangsung satu kali putaran, seakan akan semua sudah ditentukan, sebab tanpa data akurat Lembaga Survey tidak akan gegabah memasang iklan di harian terkenal bersekala nasional.
Terbukti pada pukul 11.30 saat pemungutan suara belum usai, semua media baik radio maupun televisi memberitakan bahwa kandidat tersebut menang diatas angka 50% berarti putaran pertama selesai.

Dengan demikian apa yang menjadi tebakan masyarakat yang melek politik pun tepat, dan kita semua harus menerima dengan lapang dada, inilah corak wajah demokrasi Indonesia.
Mudah-mudahan Presiden-Wakli Presiden terpilih akan segera merealisasikan janji-janjinya terutama kepada pelaku usaha di bidang pasar tradisional tempat kampanye mereka. Tantangan krisis global tidak ringan, sementara hutang negara baik kepada luar negeri maupun swasta nasional baik dalam bentuk obligasi ataupun Treasury Bond dll cukup tinggi, serta harga minyak dunia mulai menyentuh USD 75 yang sebelumnya sempat rendah. Prediksi kami bila harga minyak diatas USD 90, maka BBM bisa naik lagi. Kecuali hutang sebagai pengaman APBN boleh di pakai yang memberi pinjaman, atau rekening-rekening yang tidak bertuan dikembalikan untuk rakyat, semua tergantung Pemerintah dan DPR nanti.

Thursday, April 9, 2009

Warna Pemilu Legislatif 2009









Hari ini tanggal 9 April 2009, Negara Republik Indonesia telah menyelenggarakan pemilihan umum legislatif secara langsung untuk Caleg DPR-RI, DPRD dan DPD yang ke dua sejak era reformasi bergulir. Tiap-tiap TPS telah disiagakan tenaga KPU, Panwaslu berikut perlengkapan mulai dari papan caleg untuk memudahkan proses pemilihan yang dipasang besar dan panjang, memuat lebih dari 35 partai, surat suara , pen dan tinta tanda usai memilih dan air minum serta tenda tempat duduk.


Namun disela-sela proses pemilihan banyak yang mengeluhkan rumitnya menyontreng, sking banyaknya caleg dan panjangnya kertas suara. Mereka yang awam ada yang bingung cara menggunakan sistem matrik untuk menemukan calon yang akan dipilih. Begitu pula ada yang secara langsung, SMS, telepon, internet maupun Face Book menyesalkan pendataan DPT kurang cermat sehingga tidak sedikit calon pemilih tidak mendapatkan DPT, padahal ketentuannya sudah final dengan KTP tidak bisa mengunakan hak pilihnya sebagai penduduk sah Indonesia. Namun ada yang sengaja tidak memilih (golput) karena kecewa terhadap kinerja DPR-RI, DPRD dan DPD periode 2004-2009, walupun ada yang masih memihak rakyat, namun jumlahnya hanya beberapa gelintir wakil rakyat. Keadaan ini tentu mewarnai jalannya proses demokrasi yang telah diperjuangkan, kenyataannya membuat beberapa kalangan apatis dan menjadi golput, yang dirugikan sebenarnya partai dan negara itu sendiri. Secara keseluruhan pelaksanaan berjalan lancar, aman dan tertib. Bahkan di beberapa tempat karena cuaca tidak panas untuk tempat bercengkerama ada yang akan mengadakan reuni SMA ada yang akan mencari sekolah anak-anak dan rekreasi antar RT dan lain-lain.

Selanjutnya kita semua menanti hasil pemilu tersebut dengan mendengarkan siaran TV langsung, internet on line. Sampai saat ini pukul 15 Wib lima besar berdasar Quick Count Partai Demokrat memimpin perolehan suara disusul PDI Perjuangan, Golkar, PKS dan PAN sebagai 5 besar partai pemenang pemilu.
Apapun hasil finalnya nanti kita tetap harus menghormati, sedangkan apabila ada bukti-bukti pelanggaran seperti kesengajaan pendaftaran DPT, biarlah diselesaikan secara hukum sesuai peraturan yang berlaku.

Wednesday, March 18, 2009

Demokrasi Seperti tertelan Buah Kedondong

Kita semua mungkin pernah merasakan ketika masa kecil pernah makan permen, dan menjadi kalang kabut ketika permen yang cukup besar tersebut ketelan nyangkut di kerongkongan kita. Mata sampai melotot karena tercekik, mau ditelan tidak mungkin, dimuntahkan sulit dilakukan. Jalan satu-satunya adalah dibawa ke dokter THT yang lebih ahli  tentang hal ini.

Sepuluh tahun reformasi yang menggulirkan demokrasi yang sedang dan akan berjalan di republik ini. Bahkan pemilu langsung para caleg dan calon presiden pun di tahun 2009 benar-benar sama dengan di Amerika. Banyak Partai, banyak Caleg dan membingungkan publik, setiap orang dari buruh tani, buruh pabrik, pegawai, ekekutif perusahaan dll semua jawabannya pusing dan pusing. Jangankan mereka yang awam, para Caleg yang baru saja juga bingung sosialisasi masalah coblos dan contreng, belum lagi DPT-DPT yang tidak tepat sampai ke RT-RT, semrawut katanya.

Proses ini mau tidak mau tetap harus berjalan melalui seribu janji-janji manis kampanye, dan tentu semakin banyak orang akan menjadi golput, karena capai dan lelah. Namun masih ada pilihan bagi para elit politik untuk mereposisi citra demokrasi kearah yang menjadi pesta demokrasi yang benar.

Pertama melanjutkan sistem demokrasi liberal multi partai bisa 50 partai, 100 partai seperti di Amerika? Anggaran tinggi dibutuhkan untuk  penyempurnaan-penyempurnaan konstitusi yang baru beberapa kali mengalami perubahan. Tentu resikonya tidak mudah. Para DPR yang terpilih nanti harus menguasai benar tiap permasalahan legislasi yang aspiratif untuk kepentingan masyarakat sesuai janji-janji mereka, jauh lebih berkualitas dibandingkan yang sekarang ada membuat UU banyak yang dikoreksi MK atau bahkan dibatalkan, sesuai yang diamanatkan UUD 45 : 2002. Begitu juga Presiden terpilih yang memilki kedudukan setara DPR,MPR, DPD dan Lembaga Tinggi Negara lainnya memiliki  ligitimasi sah langsung dari rakyat, seyogyanya tegas dan berani mengambil keputusan secara cepat demi kepentingan memakmurkan seluruh rakyat Indonesia.

Kedua apabila kenyataan diatas bukan semakin membuahkan hasil yang baik, bahkan semakin timbul perpecahan-perpecahan antar kelompok yang akhirnya benar-benar mengancam keutuhan NKRI, maka perlu dengan pikiran yang jernih dan hati lapang setiap elit politik, para cendekiawan, kampus, dan pelindung keamanan mengambil langkah musaywarah untuk mufakat, tanpa menelan biji kedodong  yang mengganjal pernapasan berbangsa dan bernegara.

Dari pandangan tersebut semua pilihan ada resiko yang harus dibayar, opportunity cost mau menelan biji kedondong atau mengeluarkan dari kerongkongan? tentu untuk menciptakan kondisi demokrasi yang pantas dan pas bagi bangsa dan negara kita.

Saturday, February 28, 2009

PERLU DI RENUNGKAN "PERUBAHAN UUD 1945"



Artikel yang berjudul " Menyoal Lagi Amandemen UUD 19945" Kompas tanggal 24 Februari 2009 hal 7, mungkin menggelitik hati bagi pembacanya. Untuk sementara kosongkan pikiran negatif dan baca yang mendalam apakah ada sebuah ajakan yang cukup mendalam untuk setiap anak bangsa mencermati "Demokrasi" yang telah di perjuangkan dengan amandemen UUD 1945 di tahun 2002. Benang merah yang bisa diambil hanyalah kalau demokrasi hanyalah akhir sebuah tujuan itu tentu sudah tercapai, kita bisa SMS kepada pejabat negara, kita bisa bebas menkritik lawan politik kita, kita bisa demonstrasi tak terarah seperti kejadian yang menimpa Ketua DPRD Medan beberapa waktu lalu dan kita bisa menghujad siapa saja melalui media dengan sinisme, dan kita bisa menghabiskan APBD/APBN untuk Pilkada dan Pemilu langsung baik legislatif, presiden dan wakli presiden, DPD,Kepala daerah. Begitu pula dengan empat kali perubahan pada batang tubuh UUD 1945 berarti harus membuat peraturan yang di sebut UU mungkin seratus, duaratus atau tujuh ratus UU? Apabila selama 5 tahun belum selesai maka pasti ada bagian yang akan mandeg dan tabrakan, cukupkah sampai disitu? Tidak !Perda-perda harus dibuat sebab UU yang sudah ada peraturan menteri hanya sebatas acuan yang menjadi pokok juklak di lapangan adalah perda yang masing-masing tergantung yang memimpinnya. Memang tidak boleh menyimpang dari UU nya, namun siapa yang menjamin bila penafsiran satu daerah akan sepaham dengan daerah lain? Lalu berapa lama dari sekian Perda akan selesai? tergantung SDM-SDM di Pemda dan DPRD Belum lagi banyak produk UU dibawa ke MK untuk uji materi, hampir tiap minggu ada saja yang diputuskan MK, lalu apa saja yang dikerjakan lembaga-lembaga wakil rakyat yang sudah jelas pemisahan wewenangnya dari Presiden menurut UUD 45 yang sudah direvisi. Padahal tujuan dari semangat Proklamasi Kemerdekaan (jembatan emas) kita adalah kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Benarkan sebagian saja dari tujuan tersebut sudah terwujud merata di seluruh negeri ini? Lalu kenapa ada antrean minyak tanah? Orang meninggal karena berebut Zakat, BLT dll. Maka hanya dengan hati dan pikiran yang seimbang para pemangku kepentingan akan bisa merenungkan, intruspeksi akhirnya menyimpulkan keadaan ini dan segera mengambil solusi. Kalau SDM yang kurang jangan lantas Konstitusinya di rombak tanpa analisis, pengkajian yang mendalam. Kita tentu tidak alergi akan perubahan namun semua harus berkiblat untuk tujuan mulia para pendiri negara dan bangsa Indonesia.

Saturday, February 21, 2009

BILA GOLKAR DAN PDI PERJUANGAN SOLID?



Setelah keputusan MK menolak uji materi UU Pemilu Pilpres-Wapres, maka hanya partai yang memiliki keterwakilan di ledislatif min 20 % maka partai-partai yang tidak memiliki keterwakilan min ambang batas yang ditentukan tersebut suka tidak suka harus berkoalisi.

Rapat DPP partai Golkar telah memutuskan Ketua Umum M. Yusuf Kalla resmi menjadi Capres dari partai berlambang pohon beringin.

Dengan demikian modal dasar dua partai besar yakni Golkar dan PDI Perjuangan telah memenuhi ketentuan konstitusi, yaitu Megawati dan Yusuf Kalla dapat maju menjadi calon presiden RI periode 2009-2014.

Peta politik mulai menghangat dan diperkirakan apabila Golkar dan PDI Perjuangan solit berkoalisi dan Capres-Cawapres serius dicalonkan dari kedua partai ini maka kemungkinan akan menang sebab suara mereka bila di gabung bisa 50 +1 .

Namun apabila mereka berjalan sendiri-sendiri, maka untuk pemilu Presiden-Capres akan tersedia 3 nama : Megawati, Yusuf Kalla dan mungkin SBY ( Demokrat dan gabungan dari partai lain).Kita lihat saja bagaimana perkembangan politik menjelang Pemilu Legislatif ini.

Sunday, February 15, 2009

PENGUSAHA BERTEMU PARTAI



Pemrakarsa acara ini APINDO Asosiasi Pengusaha Indonesia di bawah ketua umum Sofyan Wanandi dan Suryadi Sasmita selaku Sekjen. Pelaksanaan di adakan antara tanggal 13 Pebruari 2009 s/d 16 Pebruari 2009 kecuali Minggu 15 Pebruari di Four Season's Hotel Jakarta. Diskusi ini melibatkan beberapa partai dan ditayangkan oleh stasiun TV. Sawasta "Metro" mulai hari Senin 16 Pebruari jam 18.30 secara berturut turut.

Partai-partai yang terlibat mulai PDI Perjuangan, PKS, PKB, Demokrat, PPP dan Golkar untuk berdialog dalam pemaparan Visi Misi ke depan dalam kaitannya kerjasama yang diharpakan dari pengusaha, dalam rangka sinergisitas pembangunan ekonomi bangsa dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Semoga acara ini menjadi titik balik mencairnya kebekuan hubungan antara pengusaha dan partai.

Usai tanya jawab di acara "Pengusaha bertanya Partai menjawab" di ruang VIP pada hari pertama, Ketua Umum PDI Perjuangan  Megawati didampingi  Pramono Anung bersama Suryadi Sasmita dan Sofyan Wanandi menjawab wartawan dari berbagai media.

Friday, December 19, 2008

OH DPR CITRAMU SEKARANG


Carut marut citra DPR peride 2004-2009 menjadi santapan media, di rasani ( diomongi dengan rasa muak) beberapa khalayak masa kini. Sebut saja korupsi yang ditangani KPK banyak dari lembaga ini. Sudah begitu banayk produknya yang kece-kece, sebut saja UU Penanaman Modal, UU Pornografi, UU Pendidikan Nasional, UU Pemilu, UU BHP, UU MA dll yang isinya tidak jauh dari KEJAR TAYANG dan Biaya besar.
Bisa-bisa semua nya berujung kepada kearifan MK untuk memutuskan revisi melalui uji materi. Pertanyaannya memang MK di adakan untuk memelototi revisi UU yang tidak senapas dengan UUD? Contoh UU PM, UU KY, UU PN, akan berikutnya UU Pemilu, UU BHN dan UU MA sudah akan masuk MK untuk uji materi. wah berapa biaya yang harus ditanggung rakyat untuk hal-hal yang mestinya dapat di hindarkan. Bayangkan Negara RI yang kaya SDM sd 230 jiwa, kaya sumber daya alam hanya melahirkan wakil-wakil rakyat yang mutunya baru tahap pencitraan atau gagah gagahan.
Kita menyaksikan berita malam diskusi TV One tanggal 17 Desember , tentang penolakan beberapa kalangan pengamat pendidikan dan wakil ahli hukum dengan ketua Komisi X DPR RI Irwan Prayitno dari PKS, mengenai UU Badan Hukum Pendidikan, yang dinilai lingkungan akademisi terlalu dipaksakan dan berorientasi pada keuntungan, hubungan murid dan lembaga pendidikan merupakan konsumen dan produsen, karena apa? harus dituntut transparan dalam melaporkan P & L Namun menurut Irwan tujuan UU disahkan untuk melindungi kepentingan rakyat. Rakyat yang kaya kali? tentu orang yang mampu tidak usah di suruh akan memeilih lembaga pendidikan yang bagus walau mahal harganya.
Keterangan serupa dari Ketua Pansus komisi X Heri Achmadi PDIP bahwa yang menolak UU ini karena belum memaknai pasal perpasal yang cukup baik bagi kepentingan rakyat. Lho yang menolak dari para ahli kok tidak membaca? dari UNJ, Rektor Paramadina, Taman Siswa, bahkan Mahasiswa juga melakukan demonstrasi. Secara terpisah dr. Kartono Muhammad, Drs. Dorojatun manatan Dirut Kimia Farma, Menkes Siti Fadilah Supari, Abudul Gani mantan Dubes Korsel juga menyayangkan disahkannya UU BHP tersebut.
Intinya DPR yang pintar? oho oho oho, pintar atau kemintar?

Lain lagi UU MA terburu-buru di sahkan oleh Ket DPR Agung Laksono, padahal ada beberapa Fraksi yang belum setuju tentang umur hakim agung sd 70 tahun. Konyol kalau sampai DPR yang tidak puas ajukan uji materi ke MK. Huh memang dagelan yang tidak lucu, tetapi bayaranya mahal.

Apapun ceritanya itulah Citra DPR, dan para kalangan tetap akan mengajukan uji materi ke MK, semoga saja MK diberi rahmat oleh Tuhan Yang Maha Esa mengedepankan keadilan, walupun setumpuk pekerjaan dari produk DPR yang masih harus diperiksa lagi.
Itulah Potret secara Kelembagaan, walupun masih ada 10 % yang baik dan membela rakyat. Kasihan juga ikut menanggung aib secara kelembagaan. Maka hati-hati memilih wakil rakyat di pemilu 2009 sebentar lagi.