Thursday, March 18, 2021

KERJASAMA FISIP UNSUD DAN LPER BANYUMAS TENTANG PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF DI SAAT PANDEMI

Pandemi Covid-19 belum juga menghilang dari kehidupan manusia,namun tata kehidupan baru di Era ini terus mengingatkan bahwa kita perlu mengutamakan daya tahan tubuh agar tingkat imun tetap tinggi, melalui konsumsi viatamin dan jamu (bahan tanaman kesehatan) yang dianjurkan oleh dokter atau ahli kesehatan. Disamping itu mematuhi protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan. Pemerintah yang sudah berupaya melakukan penanggulangan penyebaran pandemi Covid -19 dengan melakukan kegiatan vaksinasi baik kepada presiden dan tenaga kesehatan serta para manula, kemudian diikuti oleh yang lain. Disaat seperti ini para pelaku usaha dan UMKM juga sudah mendapatkan stimulus dari pemerintah melalui Program yang dikoordinir Menko Perekonomian RI sejak Oktober 2020,hingga ke desa-desa. Namun demikian UMKM khususnya para perempuan tangguh tetap menjadi tumpuan dari percepatan pemulihan ekonomi seperti para pedagang kaki lima, petani, dan ibu-ibu yang membantu penanganan bencana banjir, tanah longsor dan lain-lain. Acara yang dibuka oleh Camat Pratikraja dan Camat Jatilawang Kabupaten Banyumas ini sangat mendukung kegiatan yang sudah mewujudkan kolaborasi antara Akademik, Petani dan Pemda yang diwakili Para kepala Desa kebetulan perempuan semua, untuk pengembangan industri kreatif basis pertanian tanaman singkong. Harapan para stake holder tersebut semoga kedepan Ekonomi Kreatif bisa dikembangkan dari desa kedesa secara luas.
LPER Banyumas pimpinan Joni Roosmanto rupa-rupanya kedatangan 12 Perempuan Kepala Desa se Kabupaten Banyumas bekerjasama dengan Jurusan SOSIOLOGI, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman (Unsud)Purwokerto yang mengadakan penelitian,berbagi pengalaman dengan para petani Sari Marhen binaan LPER Banyumas di Desa Kalilirip, Pekuncen, Jatilawang Banyumas di sanggar Petani Sari Marhen. Riset ini bertujuan untuk menggali dan mengembangkan Ekonomi Kreatif di bidang Pertanian tanaman Singkong terutama saat terjadi Pandemi Covid-19, namun tetap bertahan bahkan bisa memproduksi aneka pangan dari bahan tersebut.
Joni Roosmanto, menerangkan bagaimana ketahanan pangan di daerahnya bisa dipertahankan dengan budidaya tanaman singkong, mulai dari penanaman, pemeliharaan sampai dengan panen singkong dan seterusnya diolah menjadi beras thiwul dengan nama kerennya OYEK CASAVA produksi Buruh Tani Sari Marhen binaan LPER Banyumas. Civitas akademik dari Universitas Jenderal Soedirman yang hadir bersama ibu-ibu kepala desa se Banyumas,sangat terkesan dan mereka membawa oleh-oleh oyek untuk dicoba. Lebih dari itu masih menurut Joni Roosmanto bahwa Beras singkong ini juga merupakan kegiatan ekonomi kreatif sebagai salah satu bentuk deversifikasi pangan, ungkapnya dengan bangga. Secara terpisah Dr. Srinita M.Si. selaku Wakil Ketua Umum LPER yang berprofesi sebagai dosen Fakultas Ekonomi UNSYIAH Aceh,memberikan apresiasi kepada LPER Banyumas, yang sejak awal memang berpotensi mengembangkan ekonomi kreatif berbasis industri Rumahan dan dapat bertahan disaat pandemi.Bahkan pemasaran hasil olahan beras singkong / oyek, Lanting yang gurih ini sudah sampai Jakarta dan sebagian Sumatera. Kerjasama antar pihak yang merupakan program pemerintah dan masuk roadmap Kadin Indonesia yaitu ABG (Akademik, Bisnis dan Pemerintah) rupanya sudah terjadi di LPER Cabang Banyumas, seraya terus memberikan support kepada Petani di Banyumas. Masih menurut Srinita bahwa program penelitian ini yang kedua setelahkerjasama Universitas Politeknik Negeri Semarang dengan Abia Art usaha kerajinan Bambu binaan LPER Klaten pada tahun 2018.

Friday, February 12, 2021

BUKU PENDIDIKAN KARAKTER Oleh FRANCISCA DAN SARAH

Buku sekali lagi merupakan penghubung antara person dengan hal yang akan dilakukan dalam suatu kehidupan nyata. Maka tidak sedikit penulisan buku membutuhkan pemikiran, energi dan penghayatan hingga bisa menjadi referensi bagi pembacanya, bahkan untuk dasar keilmuan bagi penulisan generasi berikut. Maka naskah tersebut sangat membutuhkan rujukan yang relefan sebagai penguat dan tulisan tersebut bukan sekedar judul-judulan ( Prof. Dr. Maria Farida, SH.MH. :2006) Namun sebuah buku bisa menjadi bumerang dan berakibat negatif tidak hanya bagi penulisnya, tetapi lebih jauh dari itu yaitu dunia pendidikan,mana kala terbukti sebagai hasil karya plagiat yang tidak beretika, sehingga bisa mencoreng kehidupan masyarakat Kampus tanda petik Kaum Intelektual. Bahkan di era digital, era keterbukaan, era saat sekarang industri 4.0 masih ada yang bertindak sebagai plagiator. Dan pada akhirnya jabatan tertinggi sebuah PTN di Jakarta yang dipercayakannya, berujung pada pemecatan (Tirto.Id : 2018).
Bercermin dari pemahaman tersebut buku yang sangat ringan dan berupa kumpulan opini mengenai pendidikan yang berkarakter,tentu menjadi suatu keharusan, terutama di Perguruan Tinggi, mengedepankan manajemen yang baik, untuk membangun kepribadian tangguh,dengan konsep-konsep dasar yang kuat, untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia,harus dibarengi kompetensi dan kepribadian guru (pendidik)yang bukan sekedar pengajar,dengan demikian pendidikan bisa diterapkan untuk semua peserta didik tidak terkecuali sejak remaja. Itulah kira-kira kumpulam opini kami yang menjadi sebuah buku sederhana. Buku Pendidikan Karakter ini diterbitkan oleh Lembaga Araxie Ministry Indonesia. Semoga bermakna bagi para pembaca.
Riwayat Singkat Penulis : ~ Francisca Sestri.G, lahir di Boyolali, Jawa Tengah tahun 1959. Lulus S1 dari FEB UNS, Magister Manajemen dan Doktor Ilmu Ekonomi dari FEB, Universitas Borobudur (2014). Pernah bekerja posisi terakhir sebagai Assc. Commercial Director di PT. Mustika Ratu, Tbk (sd 2014).Dan sekarang aktif mengajar di STIE, STMIK Insan Pembangunan Tangerang, dengan JAD terakhir Assc. Profesor (Lektor Kepala)dan Sekjen Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat biasa disingkat LPER. ~ Sarah (Inisiator penulisan buku), lahir di Makassar tahuh 1975. Lulusan S1 dari STT Jaffray Jakarta, Magister Pendidikan dari UNJ (2009). Pekerjaan dosen dan memiliki hobi menulis buku, ia juga sebagai Bendahara Umum LPER.

Thursday, February 4, 2021

LPER MENYIMAK " KONSEP EKONOMI INDUSTRI PASCA NEW NORMAL" PAPARAN MUDRAJAD KUNCORO

Di saat dunia berubah dari era tatap muka ke era daring, maka struktur ekonomi global berubah, dengan mengedepankan sosiopreneur yang mau tidak mau harus ditekuni, agar pembangunan berkelanjutan terjaga. Pada tanggal 4 Februari 2021 Himpunan ahasiswa Ekonomi Pembangunan Universitas Trilogi mengadakan Seminar daring dengan pembicara Prof. Dr. Mudrajad Kuncoro, Guru Besar Ilmu Ekonomi FEB. UGM. dan Rektor Universitas Trilogi.Kuncoro demikian biasa dipanggil menyinggung soal dampak pandemi Covid-19 terhadap beberapa sektor ekonomi dasyat khususnya industri olahan, sektor Perhotelan & pariwisata, serta transportasi (Penerbangan, Angkutan KA dll). Dan yang masih tumbuh sektor pertanian, telekomunikasi, dan kesehatan / Farmasi. Dampaknya ke tingkat pengangguran nasional pada Agustus 2020 di angka 7,07 % ekuivalen sebesar 9,8 juta atau naik 2,06 % dari Februari 2019. Dengan tingkat penyebaran DKI,Banten,JABAR, Kepri dengan penyebaran tertinggi diatas 10%.
Industri di Indonesia masih menghadapi beberapa kendala karena ketergantungan impor bahan baku sebesar 73,75 %,barang modal 16,64 %, sisanya adalah barang jadi. Karena pandemi dan rumitnya birokrasi mengakibatkan daya saing yang telah membaik pada tahun 2015 diperingkat 34, pada tahun 2019 merosot ke peringkat 50, dan tahun 2020 bisa lebih turun lagi.Solusi kedepan industri harus bangkit, untuk Indonesia maju di tahun 2035 dengan langkah: Restrukturisasi Birokrasi, Restrukturisasi Finansial dan New Normal. Cara tersebut: meningkatkan nilai tambah SDM, Kompetitif berbasis lingkungan, dan menuju Negara Industri Tangguh.
Moderator hebat Benny Pasaribu Ph.D, Ketua Komisi IX DPR RI Bidang Keuangan, Perbankan dan Perencanaan (2000-2002),Anggota KEIN 2014-2019, saat ini aktif sebagai dosen dan Ketua Dewan Senat Univ. Trilogi,dan Ketua Dewan Pembina LPER (Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat) menegaskan bahwa struktur industri di Indonesia harus menciptakan hasil yang memiliki nilai tambah lebih baik dari negara lain,dan segera melakukan terobosan bidang industri yaitu menggunakan bahan substitusi industri dari lokal sehingga ketergantungan dari impor mulai berkurang dan lapangan kerja akan tercipta khususnya di sektor Pertanian,industri olahan.Sosiopreneur kaum milenial harus ditumbuh kembangkan. Nah untuk sesi berikutnya bisa mengajak KPPU agar kita semakin maju dan mencermati persaingan dan industri bisa tumbuh secara berkeadilan, kata Ketua KPPU periode 2007-2013,dengan semangat.
Sepakat dengan Mudrajad Kuncoro dan Benny Pasaribu, salah satu peserta diskusi Dr.Francisca Sestri Sekjen LPER (Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat)dan Puket I Bidang Kependidikan STIE Insan Pembangunan, bahwa konten impor bahan baku yang sudah diatas 70 % harus dicarikan jalan keluar dengan substitusi bahan dari dalam negeri, karena kalau terus impor maka industri kita selamanya akan memakmurkan negara lain. Dan daya saing yg makin merosot sulit diatasi akhirnya ekspor kita akan stagnan karena tidak kompetitif atau barang yang diproduksi menjadi mahal.

Tuesday, February 2, 2021

DUNIA KECAM PENANGKAPAN AUNG SAN SUU KYI PEMENANG PEMILU MYANMAR

Negara-negara pada sibuk melakukan penanggulangan pandemi Covid-19 yang diawal tahun 2021 belum juga memberikan tanda-tanda menurunnya angka penyebarannya. Baik di Negara Amerika, Eropa, Asia dan Australia dll para pemamangku kekuasaan turun tangan untuk mencegah penyebaran Covid-19 hingga kegiatan vaksinasi dengan biaya tidak sedikit. Akibat dari pandemi tersebut pertumbuhan ekonomi global negatif sebesar - 4,20 persen dari target 3,3 persen. Ditengah ketidakpastian dunia ini, geger dari arah Myanmar bahwa pemenang pemilu November 2020 dari Partai Liga Nasional (NLP) pimpinan Aung San Suu Kyi yang menang telak atas Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan (USDP) yang didukung militer.
Partai NLP menguasai 346 kursi di Parlemen sedangkan USDP hanya 25 kursi,dan sisanya sekitar 15 kursi dikuasai etnis Shan. Pihak Militer dan parati USDP berang dang menganggap pemilu ini curang dan minta dilakukan pemilihan ulang, namun Komisi Pemilihan Umum menolak dan menyetujui kemenangan Suu Kyi, dan rakyat berevoria gembira (Seperti yang dilansir voaindonesia.com) Rupa-rupanya buntut dari kemelut politik di negara Yunta Militer ini terus berkecamuk,disela-sela dunia baru meradang karena serangan virus korona,sehingga berita perseteruan Militer dan Pemerintah sipil dibawah presiden Win Myint serta penasihat negara Aung San Suu Kyi nyaris tidak terendus media, alias luput dari berita yang lagi nge- hit. Pada tanggal 1 Februari 2021 ontran-otran dan meruncingnya pertikaian politik antara Militer dan pemerintah Myanmar tersebut berujung pada kudeta penangkapan dengan menggerebek Aung San Suu Kyi dan kawan-kawan senior Partai NLP, serta presiden Win Myint ikut serta diciduk.
Protes rakyat terjadi dengan membawa poster icon Suu Kyi saat mengahadapi sidang kemanusiaan di Denhaag atas kasus Rohingya,untuk menunjukkan bahwa pemilu 2020 tersebut adalah sah, dan harus memerintah periode ke-dua mendatang(tribunnewswiki.com). Dunia yang selama ini masih menikmati hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Amerika Serikat,dengan kemenangan Joe Biden yang menyejukkan semua berharap dunia lebih tenang tanpa ketegangan Perang Dagang China vs Amerika Serikat,tiba-tiba militer myanmar mengambil paksa kekuasaan selama 1 tahun sebagai keadaan darurat dari pemerintahan sipil pemenang pemilu November 2020 lalu, menjadi terkaget-kaget. Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden, mengecam tindakan kontra demokrasi dan mengancam akan menerapkan sanksi usai kudeta militer Myanmar tersebut(Kompas.om).
Sedangkan negara-negara barat mengecam keras sikap militer Myanmar dan meminta membebaskan Aung San Suu Kyi,dan menghormati demokrasi hasil pemilu yang sudah diumumkan KPU Myanmar.Untuk ASEAN seperti biasa ada yang menentang kudeta militer tersebut, tetapi ada juga yang bersikap diam. Indonesia sendiri melalui laman Kementerian Luar Negeri memberikan masukan dan menghimabau agar Myanmar menjunjung hukum yang berlaku dan komitmen untuk pemerintahan yang baik, demokratis dan konstitusional. Dunia akan mengiringi perjalanan setiap negara, dan tentunya Tokoh Kisah nyata The Lady yang ayahnyapun meninggal dengan tragis.Demikian dirinya dipenjara sebagai tahanan politik dalam waktu lama ini, segera menghirup udara segar dan mendapat haknya secara konstitusional dan demokratis. Catatan : Foto-foto diambil dari:1.Voaindonesia.com,2.Wahananews.co, 3.Tribunnewswiki.com 4.Kompas.com

Saturday, January 23, 2021

DWI RANNY PERTIWI : GP JAMU MENGAPRESIASI PEMANFAATAN OBAT TRADISIONAL UNTUK KESEHATAN

Surat edaran Dirjen Pelayanan Kesehatan No. HK 02.02/IV/ 2243/2020 Tentang Pemanfaatan Obat Tradisional untuk : 1. Pemeliharaan Kesehatan 2. Pencegahan Penyakit 3. Perawatan Kesehatan Tujuannya sangat bagus agar masyarakat berperan aktif di era kedaruratan kesehatan dan/atau bencana nasional seperti pandemi Covid- 19, dapat memanfaatkan tanaman obat- obatan sebagai obat tradisional berupa: Jamu, Herbal terstandar dan Fitofarmaka, semua istilah Kementerian Kesehatan. Apresiasi dari Gabungan Pengusaha Jamu ( GP Jamu) yang saat pandemi mampu bertahan, bahkan ada yang mengalami pertumbuhan dan memberikan kontribusi kepada perekonomian Indonesia.
Menurut Dwi Ranny Pertiwi Ketua Umum GP Jamu usai pertemuan dengan Staf Khusus Menteri Koordinator Perekonomian Bidang IKM. Surat ini sebenarnya sudah disosialisasi BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) di tahun lalu, namun tidak ada kelanjutannya nyaris tidak terdengar lagi. Maka GP Jamu menyuarakan kembali tentang pentingnya surat edaran ini hingga implementasinya sampai Pemda tingkat RW dan RT. Karena Jamu adalah warisan budaya yang harus diwariskan dan dilestarikan oleh seluruh bangsa Indonesia. Sebenarnya Jamu Brand Indonesia sudah digelar di Istana Merdeka sejak tahun 2008, dan merupakan kebanggaan tersendiri. Saat itu dihadiri oleh para duta besar di Asia. Prof. Dr.dr. Agus Purwodianto SH,.M.Si. yang ikut mendampingi, saat ini duduk di Dewan Pembina GP Jamu masih gigih memperjuangkan terbentuknya UU Jamu. Hal ini dipahami karena perkembangan industri jamu memiliki nilai ekonomis untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan, maka dengan adanya payung hukum yang memihak kepada pelaku usaha domestik, diharapkan semua orang sehat dan terjamin keamananya, biaya terjangkau karena semua bahan baku dari perut bumi Indonesia. Nah sayang kan kalua jamu tidak menjadi tuan rumah sendiri.
Dr. Francisca Sestri dan Eduard Bassilianus keduanya anggota humas GP Jamu, menambahkan hal ini sejalan dengan program pemulihan ekonomi kepada UMKM yang terpuruk sejak ada pandemi Covid-19, melalui Bela Cinta Produk Indonesia yang sudah diberikan e-catalogue dari LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah) artinya Pemerintah Pusat dan Daerah bisa belanja jamu melalui klik e-catalogue tanpa tender. Nah ini yang harus didorong Kemenkes kepada Pemda agar segera belanja jamu untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.
Sedangkan Pujiono founder “Cinta Pangan Organik (All About Organic & Healthy) ”dan mantan Ketua Umum Asosiasi Aren Indonesia, sangat gembira dengan edaran dari kementerian Kesehatan tentang penggunaan Jamu atau obat herbal dalam menjaga dan memelihara kesehatan masyarakat. Ikut bangga karena salah satu komponen yaitu gula aren masuk dalam campuran sediaan jamu, selain itu kunyit, jahe, kencur, Jinten hitam, batang sereh, daun seledri, sambiloto, dan lain-lain yang ditulis di surat edaran tersebut memberikan edukasi dan pemebalajaran berharga bagi kita semua, bahwa Indonesia kaya akan SDA yang dapat bermanfaat bagi kesehatan.

Wednesday, December 30, 2020

LPER DAPAT PENGHARGAAN DARI RS IMANUEL BANDAR LAMPUNG

Penghargaan dari RS Imanuel Bandar Lampung
Berita rangkaian aktivitas sepanjang tahun 2020 banyak menyoroti tentang gangguan kesehatan dan lesunya perekonomian secara global. Dampak dari pandemi Covid-19 ini menyisakan kesulitan-kesulitan dibidang sosial dan ekonomi. Sehingga mau tidak mau setiap orang harus melakukan perubahan pola hidup menerapkan protokol Kesehatan.

LPER (Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat) beberapa kali melakukan baksos baik berupa pembagian APD maupun masker N-95 kepada Rumah Sakit dengan tujuan aman bagi para Tenaga Medis yang berjuang di Garda depan penangangan kesehatan tersebut. Baca :https:https://lper-pusat.or.id/2020/04/27/lper-ikut-berbagi-untuk-tenaga-medis-perangi-korona/

Oleh karenanya LPER mendapatkan penghargaan dari RS Imanuel Bandar Lampung yang diterima oleh LPER dan disaksikan oleh Dr. Beny Pasaribu selaku ketua Dewan Pembina sekaligus memberikan sambutan pada acara Rapat Koordinasi pengurus di Jakarta. Dalam sambutannya Beny Pasaribu mengatakan bahwa Lembaga ini harus lebih berperan membantu para UMKM dalam pemulihan ekonominya, sehingga perlu kerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM dalam rangka mendorong akses pendanaan UMKM yang terkendala administrasi paparnya di Kantor Pusat LPER Jl. Buaran Raya 2 Duren Sawit Jakarta Timur.

Ketua Dewan Pembina membagikan Buku Yudi Latif 
Acara yang dihadiri oleh : Ketua Umum Haryo Tienmar, Ketua Harian Bakri Maulana, Sekjen Francisca Sestri, Bendahara Umum Sarah Simon, Ketua Bidang Promosi II. Robik Maulana, dan Ketua bIdang Usaha Andrew Tan. Diakhiri dengan pembagian buku "Pendidikan Berkebudayaan" tulisan Yudi Latif mantan Ketua BPUK Pancasila dan Cendekiawan Muslim Paramadina yang sangat terkenal di era Cak Nur Cholis Majid merupakan guru bangsa berwawasan moderat. Baca :http://sestrirahardjo.blogspot.com/2020/12/revolusi-implementasi-pancasila.html

Harapan Beny Pasaribu yang mantan Ketua Komisi IX DPR RI 1999-2002 dan Deputy Menteri BUMN tahun 2002-2004 kedepan Lembaga ini mampu menjadi wadah pencerdasan UMKM agar bisa naik kelas sekaligus menjadi pilar ekonomi kerakyatan Indonesia.

Thursday, December 24, 2020

Revolusi Implementasi Pancasila

 

Buku  dan artikel adalah pusat informasi yang terjilid dalam urutan cerita, untuk dibaca, dipelajari, dan dimaknai. Maka buku dan artikel menjadi bermakna ketika dapat digunakan dan bermanfaat bagi pembacanya. Banyak artikel yang terdistribusi baik secara phisik maupun soft copy yang belum tentu memberikan makna bagi pembacanya, alih-alih bermanfaat karena isinya berupa ujaran kebencian, ajakan bermusuhan dan lain-lain hingga sikap arogansi dan semena-mena contoh : Si A kafir masuk neraka, intimidasi terhadap kaum tertentu karena beda pendapat dan lain sebagainya.

Untuk kali ini buku yang didapat LPER (Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat) langsung dari sang penulis terkenal dan memiliki pemikiran jauh kedepan dari apa yang tertera dalam dasar negara Indonesia yaitu PANCASILA. Dan sudah didistribusi ke beberapa kalangan seperti Rektor UGM, Rektor UNS, Ekonom Prof. Sri Adiningsih, Deputy Gubernur Senior BI,Rektor IKIP Siliwangi, Kepala LLDIKTI 4, Rektor UNS, Ketua Dewan Pembina LPER Dr. Benny Pasaribu dan lain-lain para dosen muda. Tentang penulis buku tersebut biasa disebut kang Yudi Latif cendekiawan muslim yang besar namanya saat di Paramadina bersama guru dan tokoh cendekiawan Cak Nurcholis Majid. Buku itu berjudul "Pendidikan Berkebudayaan" suatu karya yang merupakan penyejuk saat dahaga ketika krisis budaya terjadi dalam memaknai, menjalankan pendidikan kepada orang lain? Kenapa dalam mendidik itu harus berbudaya,harus meng copy paste dari dedikasi pemikiran Ki Hajar Dewantoro dan semua sila Pancasila untuk dilaksanakan secara holistik. Maka histori, konsepsi dan aktualisasi pendidikan transformasi akan terwujud, menurut kang Yudi Latif panggilan akrab sang penulis.


Mengapa ICMI dan PGRI Jawa Barat mengangkat tema yang mirip dengan cerita dan suasana buku tersebut ? sebuah narasi kebangsaan yang sangat pas yaitu "Pancasila dalam Reformasi Pendidikan untuk Indonesia Emas 2045" sebuah terobosan kaum nasionalis dibagikan kepada umum, civitas akademika hampir 1000 peserta zoominar hingga link on off saking kebanyakan peserta. Para nara sumber yang sudah tidak asing lagi :   
Yudi Latif, MA., Ph.D. (Direktur Eksekutif, Reform Institute dan Ketua PSIK Indonesia). Prof. Dr. Heris Hendriana, M.Pd.(Rektor IKIP Siliwangi dan Dewan Pakar PGRI Jabar)             Kol.Tek.Dr. Hikmat Zakky A, S.Pd., M.Si. (Lemhanas RI) yang memaparkan bahwa Indonesia sebagai tubuh manusia secara utuh, maka tidak bisa berjalan sendiri-sendiri dan Pendidikan berperan sebagai vitamin agar pembangunannya berjalan dengan baik.

Acara yang sangat bagus ini dibuka oleh Prof.Dr. H. Muhammad Najib M.Ag. Selaku Ketua ICMI Jabar dengan moderator Drs. Maman Sulaeman, M.Si. Antusiasme para pendidik dan peserta didik mewarnai acara zoominar yang diinisiasi oleh Heris Hendriawan dan memberikan pencerahan dan sekaligus komitmen ICMI Jabar untuk meletakkan Pancasila dalam koridor mereformasi pendidikan agar terus berkelanjutan secara adaptif dan terus menerus, hal ini nyambung dengan tulisan-tulisan Kang Yudi Latif.

Usai mengikuti acara zoominar yang digelar saat itu tanggal 27 Nov 2020, Sekjen LPER Dr. Francisca Sestri dalam rangkaian diskusi terpisah dengan Yudi Latif P.hD. dan Prof. Dr. Heris Hendriana tentang Reformasi Implementasi Pancasila. Hal ini memang relevan, karena ada yang terputus missing link dalam tata kehidupan sekarang di Negara tercinta ini. Pembelahan pemikiran terjadi sejak pemilihan Presiden 2014, berlanjut ke Pilgub DKI 2017 hingga Pilpres 2019 hingga saat ini terasa aroma antara perbedaan khususnya agama menjadi senjata percaturan kekuasaan hingga Pancasila menjadi miskin implementasinya. Nah itulah ide Sekjen LPER agar ada Revolusi Implementasi Pancasila yang sebenar-benarnya. Agar Pendidikan berbudaya tercipta di bumi Indonesia tercinta dan masyarakat akhirnya bisa hidup tenteram dan damai (sestri).