
Tuesday, October 21, 2008
SALYA & SAMIAJI

Friday, September 26, 2008
Sengkuni alias Haryo Suman

Semua orang penggemar wayang, apalagi wayang purwa tentu sangat mengenal siapa tokoh wayang ini? Cerita Mahabarata adalah, kisah pewayangan yang berarti bayangan, berasal dari negeri India. Lalu apa yang menarik dari seorang tokoh yang bernama Sengkuni ini?
Dia adalah adik Dewi Gendari yang dahulu diserahkan oleh Pandu Dewanata kepada kakaknya Destarata yang buta sejak lahir dan menjabat sebagai patih kerajaan Astina, dengan rajanya bernama Duryudono. Peran patih ini sangat besar dikarenakan pintar dan memiliki ilmu yang tinggi. Sehingga Duryudono selalu mengamini apa yang direncanakan dan dinasihatkan oleh patih Sengkuni atau nama kerenya Haryo Suman.
Sengkuni adalah simbol kelicikan ketamakan dan kejam, sehingga setiap orang yang hidup di zaman Kuarawa akan berhati-hati padanya. Postur tubuhnya pendek, kecil dan menyebalkan. Cara bicaranya seperti samar-samar penuh tipu muslihat dan menghasut.
Entah bagaimana Sengkuni selalu membuat dunia menjadi ngilu dan onar, maka tidak salah apabila tokoh kesatria Pendawa yang bernama Werkudoro atau Bima, sangat membencinya dan ingin menghabisi simbol angkaramurka itu.
Dibalik peristiwa dibuangnya Pendawa yang terdiri dari Samiaji, Werkudoro, Arjuna, Nakula dan Sadewa adalah putra-putra dari Prabu Pandu Dewanata. Setelah ayah mereka meninggal maka kerajaan Astina di titipkan kepada uaknya yang buta bernama Destarata yang menurunkan Kurawa. Pada saat undian permainan dadu antara Samiaji dan Duryudono dalang licik dibelakang layar adalah Penasihat Bethoro Durna dan yang membumbui Sengkuni, lengkap sudah kejahatan mereka. Hal ini terjadi karena Sengkuni ingin membalaskan dendam kakaknya atas di batalkannya perkawinan dengan Pandu Dewanata. Maka dengan tipumuslihat, akhirnya Samiaji (Yudistira) kalah dalam permainan dadu dan taruhannya adalah harus menjalani pembuangan hidup di hutan. Tidak hanya itu salah satu adik Duryudono bernama Dursasana yang kasar dan tidak tahu sopan santun, berani kurang ajar terhadap Drupadi isteri Samiaji dengan melepas busananya di depan umum.
Kemarahan Drupadi menjadi sumpah serapah, bahwa kelak apabila perang Baratayuda, maka ia akan keramas dan minum darah Dursasana. Ternyata sumpah tersebut menjadi kenyataan. Begitu pula Sengkuni akhirnya tewas di tangan kuku pancanaka milik Werkudoro.
Monday, September 8, 2008
Politik Aji Mumpung "Dewi Kekayi"

Dewi Kekayi yang cantik dan cekatan adalah isteri ke dua Prabu Dasarta dari Ayodya memiliki tiga keturunan : Raden Barata, Satrugna dan Dewi Kawakwa. Prabu Dasarata sudah mulai tua dan bermaksud mengangkat Ramawijaya putra tertua dari permaisuri Dewi Sukasalya. Semua pendeta, penasihat kerajaan, dan rakyat telah menyambutnya dengan bahagia. Rama adalah titisan Wisnu, tampan serta sakti tak tertandingi, bahkan memenangkan mengangkat pusaka Syiwa untuk mendapatkan Dewi Sinta dari sayembara Prabu Janaka dari kerajaan Manthili.
Tiba-tiba penasihat Dewi Kekayi si bongkok Kuni, meracuni pikiranya agar menagih janji tahta kerajaan dari Rama kepada puteranya yaitu raden Barata. Maka dengan aji mumpung karena kecantikannya, ia dapat memaksa sang Prabu Dasarata yang sudah tua, untuk memberikan tahta kepada puteranya. Tidak hanya itu, Rama pun harus menjalani pembuangan hidup di hutan selama 14 tahun. Dasarata dalam diam menahan duka, namun tidak bisa berbuat apa-apa karena kecerdasan Dewi Kekayi.
Setelah itu prabu Dasarata mangkat dan Barata menyusul Rama yang ditemani Laksmana dan dewi Sinta ke hutan pengasingannya. Barata menangis dan mengutuk ibunya dan tidak mau menjadi raja karena mengetahui bahwa Rama adalah junjungan serta lebih pantas dari dirinya. Setelah diskusi panjang lebar, maka Rama memberikan alas kaki sebagai bukti bahwa Barata hanya mewakili dirinya. Akhirnya pulanglah Barata untuk dinobatkan sebagai raja ad-interim, selama Rama menjalani pengasingan karena kehendak ibunya yaitu Dewi Kekayi.