Saturday, January 23, 2021

DWI RANNY PERTIWI : GP JAMU MENGAPRESIASI PEMANFAATAN OBAT TRADISIONAL UNTUK KESEHATAN

Surat edaran Dirjen Pelayanan Kesehatan No. HK 02.02/IV/ 2243/2020 Tentang Pemanfaatan Obat Tradisional untuk : 1. Pemeliharaan Kesehatan 2. Pencegahan Penyakit 3. Perawatan Kesehatan Tujuannya sangat bagus agar masyarakat berperan aktif di era kedaruratan kesehatan dan/atau bencana nasional seperti pandemi Covid- 19, dapat memanfaatkan tanaman obat- obatan sebagai obat tradisional berupa: Jamu, Herbal terstandar dan Fitofarmaka, semua istilah Kementerian Kesehatan. Apresiasi dari Gabungan Pengusaha Jamu ( GP Jamu) yang saat pandemi mampu bertahan, bahkan ada yang mengalami pertumbuhan dan memberikan kontribusi kepada perekonomian Indonesia.
Menurut Dwi Ranny Pertiwi Ketua Umum GP Jamu usai pertemuan dengan Staf Khusus Menteri Koordinator Perekonomian Bidang IKM. Surat ini sebenarnya sudah disosialisasi BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) di tahun lalu, namun tidak ada kelanjutannya nyaris tidak terdengar lagi. Maka GP Jamu menyuarakan kembali tentang pentingnya surat edaran ini hingga implementasinya sampai Pemda tingkat RW dan RT. Karena Jamu adalah warisan budaya yang harus diwariskan dan dilestarikan oleh seluruh bangsa Indonesia. Sebenarnya Jamu Brand Indonesia sudah digelar di Istana Merdeka sejak tahun 2008, dan merupakan kebanggaan tersendiri. Saat itu dihadiri oleh para duta besar di Asia. Prof. Dr.dr. Agus Purwodianto SH,.M.Si. yang ikut mendampingi, saat ini duduk di Dewan Pembina GP Jamu masih gigih memperjuangkan terbentuknya UU Jamu. Hal ini dipahami karena perkembangan industri jamu memiliki nilai ekonomis untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan, maka dengan adanya payung hukum yang memihak kepada pelaku usaha domestik, diharapkan semua orang sehat dan terjamin keamananya, biaya terjangkau karena semua bahan baku dari perut bumi Indonesia. Nah sayang kan kalua jamu tidak menjadi tuan rumah sendiri.
Dr. Francisca Sestri dan Eduard Bassilianus keduanya anggota humas GP Jamu, menambahkan hal ini sejalan dengan program pemulihan ekonomi kepada UMKM yang terpuruk sejak ada pandemi Covid-19, melalui Bela Cinta Produk Indonesia yang sudah diberikan e-catalogue dari LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah) artinya Pemerintah Pusat dan Daerah bisa belanja jamu melalui klik e-catalogue tanpa tender. Nah ini yang harus didorong Kemenkes kepada Pemda agar segera belanja jamu untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.
Sedangkan Pujiono founder “Cinta Pangan Organik (All About Organic & Healthy) ”dan mantan Ketua Umum Asosiasi Aren Indonesia, sangat gembira dengan edaran dari kementerian Kesehatan tentang penggunaan Jamu atau obat herbal dalam menjaga dan memelihara kesehatan masyarakat. Ikut bangga karena salah satu komponen yaitu gula aren masuk dalam campuran sediaan jamu, selain itu kunyit, jahe, kencur, Jinten hitam, batang sereh, daun seledri, sambiloto, dan lain-lain yang ditulis di surat edaran tersebut memberikan edukasi dan pemebalajaran berharga bagi kita semua, bahwa Indonesia kaya akan SDA yang dapat bermanfaat bagi kesehatan.

Wednesday, December 30, 2020

LPER DAPAT PENGHARGAAN DARI RS IMANUEL BANDAR LAMPUNG

Penghargaan dari RS Imanuel Bandar Lampung
Berita rangkaian aktivitas sepanjang tahun 2020 banyak menyoroti tentang gangguan kesehatan dan lesunya perekonomian secara global. Dampak dari pandemi Covid-19 ini menyisakan kesulitan-kesulitan dibidang sosial dan ekonomi. Sehingga mau tidak mau setiap orang harus melakukan perubahan pola hidup menerapkan protokol Kesehatan.

LPER (Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat) beberapa kali melakukan baksos baik berupa pembagian APD maupun masker N-95 kepada Rumah Sakit dengan tujuan aman bagi para Tenaga Medis yang berjuang di Garda depan penangangan kesehatan tersebut. Baca :https:https://lper-pusat.or.id/2020/04/27/lper-ikut-berbagi-untuk-tenaga-medis-perangi-korona/

Oleh karenanya LPER mendapatkan penghargaan dari RS Imanuel Bandar Lampung yang diterima oleh LPER dan disaksikan oleh Dr. Beny Pasaribu selaku ketua Dewan Pembina sekaligus memberikan sambutan pada acara Rapat Koordinasi pengurus di Jakarta. Dalam sambutannya Beny Pasaribu mengatakan bahwa Lembaga ini harus lebih berperan membantu para UMKM dalam pemulihan ekonominya, sehingga perlu kerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM dalam rangka mendorong akses pendanaan UMKM yang terkendala administrasi paparnya di Kantor Pusat LPER Jl. Buaran Raya 2 Duren Sawit Jakarta Timur.

Ketua Dewan Pembina membagikan Buku Yudi Latif 
Acara yang dihadiri oleh : Ketua Umum Haryo Tienmar, Ketua Harian Bakri Maulana, Sekjen Francisca Sestri, Bendahara Umum Sarah Simon, Ketua Bidang Promosi II. Robik Maulana, dan Ketua bIdang Usaha Andrew Tan. Diakhiri dengan pembagian buku "Pendidikan Berkebudayaan" tulisan Yudi Latif mantan Ketua BPUK Pancasila dan Cendekiawan Muslim Paramadina yang sangat terkenal di era Cak Nur Cholis Majid merupakan guru bangsa berwawasan moderat. Baca :http://sestrirahardjo.blogspot.com/2020/12/revolusi-implementasi-pancasila.html

Harapan Beny Pasaribu yang mantan Ketua Komisi IX DPR RI 1999-2002 dan Deputy Menteri BUMN tahun 2002-2004 kedepan Lembaga ini mampu menjadi wadah pencerdasan UMKM agar bisa naik kelas sekaligus menjadi pilar ekonomi kerakyatan Indonesia.

Thursday, December 24, 2020

Revolusi Implementasi Pancasila

 

Buku  dan artikel adalah pusat informasi yang terjilid dalam urutan cerita, untuk dibaca, dipelajari, dan dimaknai. Maka buku dan artikel menjadi bermakna ketika dapat digunakan dan bermanfaat bagi pembacanya. Banyak artikel yang terdistribusi baik secara phisik maupun soft copy yang belum tentu memberikan makna bagi pembacanya, alih-alih bermanfaat karena isinya berupa ujaran kebencian, ajakan bermusuhan dan lain-lain hingga sikap arogansi dan semena-mena contoh : Si A kafir masuk neraka, intimidasi terhadap kaum tertentu karena beda pendapat dan lain sebagainya.

Untuk kali ini buku yang didapat LPER (Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat) langsung dari sang penulis terkenal dan memiliki pemikiran jauh kedepan dari apa yang tertera dalam dasar negara Indonesia yaitu PANCASILA. Dan sudah didistribusi ke beberapa kalangan seperti Rektor UGM, Rektor UNS, Ekonom Prof. Sri Adiningsih, Deputy Gubernur Senior BI,Rektor IKIP Siliwangi, Kepala LLDIKTI 4, Rektor UNS, Ketua Dewan Pembina LPER Dr. Benny Pasaribu dan lain-lain para dosen muda. Tentang penulis buku tersebut biasa disebut kang Yudi Latif cendekiawan muslim yang besar namanya saat di Paramadina bersama guru dan tokoh cendekiawan Cak Nurcholis Majid. Buku itu berjudul "Pendidikan Berkebudayaan" suatu karya yang merupakan penyejuk saat dahaga ketika krisis budaya terjadi dalam memaknai, menjalankan pendidikan kepada orang lain? Kenapa dalam mendidik itu harus berbudaya,harus meng copy paste dari dedikasi pemikiran Ki Hajar Dewantoro dan semua sila Pancasila untuk dilaksanakan secara holistik. Maka histori, konsepsi dan aktualisasi pendidikan transformasi akan terwujud, menurut kang Yudi Latif panggilan akrab sang penulis.


Mengapa ICMI dan PGRI Jawa Barat mengangkat tema yang mirip dengan cerita dan suasana buku tersebut ? sebuah narasi kebangsaan yang sangat pas yaitu "Pancasila dalam Reformasi Pendidikan untuk Indonesia Emas 2045" sebuah terobosan kaum nasionalis dibagikan kepada umum, civitas akademika hampir 1000 peserta zoominar hingga link on off saking kebanyakan peserta. Para nara sumber yang sudah tidak asing lagi :   
Yudi Latif, MA., Ph.D. (Direktur Eksekutif, Reform Institute dan Ketua PSIK Indonesia). Prof. Dr. Heris Hendriana, M.Pd.(Rektor IKIP Siliwangi dan Dewan Pakar PGRI Jabar)             Kol.Tek.Dr. Hikmat Zakky A, S.Pd., M.Si. (Lemhanas RI) yang memaparkan bahwa Indonesia sebagai tubuh manusia secara utuh, maka tidak bisa berjalan sendiri-sendiri dan Pendidikan berperan sebagai vitamin agar pembangunannya berjalan dengan baik.

Acara yang sangat bagus ini dibuka oleh Prof.Dr. H. Muhammad Najib M.Ag. Selaku Ketua ICMI Jabar dengan moderator Drs. Maman Sulaeman, M.Si. Antusiasme para pendidik dan peserta didik mewarnai acara zoominar yang diinisiasi oleh Heris Hendriawan dan memberikan pencerahan dan sekaligus komitmen ICMI Jabar untuk meletakkan Pancasila dalam koridor mereformasi pendidikan agar terus berkelanjutan secara adaptif dan terus menerus, hal ini nyambung dengan tulisan-tulisan Kang Yudi Latif.

Usai mengikuti acara zoominar yang digelar saat itu tanggal 27 Nov 2020, Sekjen LPER Dr. Francisca Sestri dalam rangkaian diskusi terpisah dengan Yudi Latif P.hD. dan Prof. Dr. Heris Hendriana tentang Reformasi Implementasi Pancasila. Hal ini memang relevan, karena ada yang terputus missing link dalam tata kehidupan sekarang di Negara tercinta ini. Pembelahan pemikiran terjadi sejak pemilihan Presiden 2014, berlanjut ke Pilgub DKI 2017 hingga Pilpres 2019 hingga saat ini terasa aroma antara perbedaan khususnya agama menjadi senjata percaturan kekuasaan hingga Pancasila menjadi miskin implementasinya. Nah itulah ide Sekjen LPER agar ada Revolusi Implementasi Pancasila yang sebenar-benarnya. Agar Pendidikan berbudaya tercipta di bumi Indonesia tercinta dan masyarakat akhirnya bisa hidup tenteram dan damai (sestri).

                                                  

                                                                                                               


Sunday, September 13, 2020

Lektor Kepala Dr. Francisca Sestri di Usia Senja

 

Prof. Dr. Uman Suherman menyerahkan SK LK
Pensiunan profesional dari PT. Pratesis anak perusahaan PT. Gunung Sewu Kencana dan Assc. Commercial Director Perusahaan PT. Mustika Ratu, Tbk. ini memutar haluan menjadi pendidik profesional di STIE Insan Pembangunan Tangerang dan aktif mengajar peserta didik pada tahun 2015.

Dikatakan pendidik profesional karena ia telah meraih sertifikat dosen profesional pada tahun 2016, setelah satu tahun aktif di PTS tersebut, dan terus menekuni profesi yang baru dilakoninya. Pada tahun yang sama ia dipercaya oleh pimpinan pada saat itu dijabat oleh Marihot Simorangkir, SE., M.Sc yang masih aktif sebagai pejabat di Kementerian Perindustrian, yaitu pada Bulan Oktober 2016 sebagai Pembantu Ketua I Bidang Kependidikan.

Jabatan fungsional dosen yang diajukan perguruan tinggi akhir tahun 2015 langsung sebagai Lektor tanpa melalui Asisten Ahli, hal ini karena terbantu dari pendidikan S3 yang telah diraih pada tahun 2014. Seperti politisi juga ketika sudah terjun dipolitik, maka harus total mengembangkan pengetahuan dibidang tersebut. Demikian juga ia menekuni dan memperjuangkan jabatan fungsional ke tingkat yang lebih tinggi. Inspirasi tersebut berasal dari guru pengalamannya yaitu Dr. BRA. Mooryati Soedibyo pendiri PT. Mustika Ratu, Tbk  yang sukses di bidang industri dan politik sebagai pimpinan MPR 2004-2009 dan Prof. Dr. Yuyun Wirasasmita mantan Rektor UNPAD, dan promotornya, mereka berdua  pada waktu itu sudah berusia diatas 80 tahun. Oleh karenanya ia gigih dan terus maju untuk memperjuangkan hak jabatan akademik dosen secara tekun dan tak kenal lelah, maka pada tanggal 1 Maret 2020 dinyatakan lolos sebagai Lektor Kepala atau Associate Profesor untuk istilah asingnya. 
Pada tanggal 1 September 2020 saat suasana masih PSBB karena Covid-19 peserta harus dilengkapi protokol kesehatan dan menunjukkan surat keterangan RS hasil rapid-test negatif. Ia bersama 20 dosen lainnya baik tingkat Guru Besar, maupun Lektor Kepala dari PTS Jabar- Banten, SK yang ditunggu-tunggu diserahkan langsung oleh Ketua LLDIKTI4 Prof. Dr. Uman Suherman di Bandung, didampingi Prof. Dr. Heris Rektor IKIP Siliwangi, Prof. Dr. Bibin Rektor Universitas Pakuan dan Rektor lainnya. Ketua LLDIKTI4 dalam sambutannya mengatakan jangan hanya puas sampai dengan LK, tetapi harus maju sampai dengan GB, sebab kalau sudah meninggal gelar Profesor akan terukir di nisan, kontan semua audiens tertawa. Nah yang sudah usia 60 tahun keatas segera ngebut karena batas pengajuan hingga 63 tahun. Nah bu Francisca masih ada waktu, dan bisa kolaborasi dengan PTS lain yang memeungkinkan, tandasnya. (Sestri)




Monday, August 3, 2020

JoSmart Berbagi Di saat Pandemi Covid-19

Menko Perekonomian sebagai Keynote di Zoominar HIPMI
Menyoal pandemi covid-19 yang bisa disaksikan pemberitaannya melalui media elektronik maupun cetak dan media sosial lainnya, tujuannya agar masyarakat tidak terjangkit virus jahat ini dan tetap waspada dengan mengenakan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, baik pusat maupun provinsi, kota dan kabupaten.
Kompas.com melansir berita, bahwa Indonesia per tanggal 31 Juli 2020 terdapat 108.376 kasus Covid-19, dan menurut analisis penulis  sangat merepotkan para tenaga medis mulai para dokter,bidan, perawat dan staf rumah sakit, yang setiap saat dihadapkan pada resiko tertularnya pandemi covid tersebut. lihat https://nasional.kompas.com/read/2020/07/31/15181001/update-bertambah-2040-total-ada-108376-kasus-covid-19-di-indonesia?page=all
Menghadapi keadaan yang sulit di Kuartal 1 dan Kuartal 2, Airlangga Hartarto selaku Menko Perekonomian mengatakan dalam zoom meeting dengan HIPMI, APINDO dan Kadin Indonesia bulan lalu, pemerintah telah melakukan langkah-langkah penanggulangan pendemi korona dengan menganggarkan total untuk PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) sebesar 695,2 triliun, termasuk untuk Kesehatan, Bantuan Sosial kepada masyarakat tidak mampu dan terdampak langsung, serta Kebutuhan UMKM, Korporat dan lain-lain.

JoSmart (Jokowi Smart) adalah organisasi relawan Jokowi yang selalu aktif baik segi politik dan sosial budaya diketuai oleh Heri Sosiawan merupakan Alumnus FT UNS dari sejak 2012 telah aktif pada kegiatan relawan untuk Jokowi menuju kursi Gubernur DKI 1 hingga pemenangan Pilpres ke-dua tahun 2019. Disaat pandemi covid-19 JoSmart mengadakan zoominar istilah saat sekarang webinar, seminar dari rumah masing-masing menggunakan alat komunikasi digital. Tujuan webinar Pemulihan Ekonomi dan dampak politiknya untuk memberikan gambaran kepada masyarakat agar segera belajar adaptasi dengan teknologi era 4.0 sehingga kemelut ekonomi baik dihadapi UMKM, Usaha Besar cepat bangkit dan bisa dimulai dari ekonomi desa mandiri. Seminar online tersebut menampilkan Wimboh Santoso Ketua OJK sebagai keynote speaker, Direktur Indobarometer Dr. M. Qudhori yang memaparkan data peta politik saat pademi serta Budi Ari Setiadi Wamen Kemendes dengan berbagai strategi pemeberdayaan ekonomi kerakyatan berbasis teknologi.

Posman Butar-butar di GK Center
Saat ini JoSmart juga ikut empati kepada masyarakat yang kurang beruntung, karena PHK, usahanya tutup total karena tidak bisa berjualan di area sekolah maupun kampus, maupun para lansia. Posman Butar-butar Ketua JoSmart Depok bekerjasama dengan GK Center organisasi relawan Jokowi, mendistribusikan bahan pokok kepada masyarakat di Depok (dikutip sebelumnya oleh LPER https://lper-pusat.or.id/2020/08/03/josmart-ruang-berbagi-di-saat-pandemi-covid-19/ )
Menurut Heri Sosiawan Ketua Umum JoSmart, ruang berbagi tidak hanya berupa materi, namun berbagai pengetahuan dan pengalaman untuk didedikasikan kepada masyarakat agar mampu melewati masa sulit seperti menghadapi pandemi covid-19.
Prinsip gotong royong yang ditinggalkan oleh founding father's sangat relevan diterapkan sebagai bentuk empati dan kebersamaan, dimana ada subsidi silang dari yang ada kepada yang kekurangan disaat krisis seperti sekarang. (Sestri).

Saturday, August 1, 2020

GK CENTER : KOMUNIKASI DIGITAL SUATU SOLUSI DI MASA PANDEMI KORONA

Wabah pandemi korona yang biasa dikenal penyebaran pandemi covid-19, seperti pageblug bahasa Jawanya yaitu suatu virus menyebar skala internasional dan menyebabkan kematian bagi yang terjangkit penyakit tersebut. Akibatnya semua kegiatan baik rumah tangga maupun ekonomi, pendidikan, sosial harus dilakukan dari rumah (work from home), namun juga banyak yang gulung tikar.
Keadaan berangsur membaik dan PSBB mulai dilonggarkan oleh tiap negara, tak terkecuali Indonesia memasuki masa new normal, artinya semua kegiatan diluar rumah harus mematuhi protokol kesehatan dan menjaga jarak antar sesama (social distancing) serta hidup sehat yaitu menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi vitamin (E,C,B Komplex), Jamu yang mudah didapat seperti Jahe, Kunyit, Sereh, Temulawak, Kencur dll. Pada akhirnya menjadi perhatian para khalayak baik Dunia usaha, Akademik dan Pemerintah serta Lembaga Swadaya Masyarakat lainnya untuk mendiskusikan dan mencari solusi melalui teknologi digital.
GK Center suatu wadah relawan Jokowi yang berdiri sejak tahun 2011 oleh para Alumni Kemahasiswaan rerata berasal dari Solo dibawah pimpinan Kelik Wirawan, mengajak para anggotanya yang tersebar diseluruh Nusantara dan Luar negeri seperti Malaysia, Hongkong, Prancis dan lain lain,  kurang lebih 2000 orang, untuk aktif membantu Pemerintah dalam sosialisasi pencegahan pandemi covid-19 dibidang Sosbud dan Ekonomi.
Pada 13 April 2020 saat belum hit tentang webinar/ zoom meeting GK Center telah mengadakan diskusi terbatas tentang Strategi Penguatan Ekonomi Masa Pandemi berlangsung dengan menghadirkan Bp. Chatib Basri (Preskom Bank Mandiri) dengan penanya bp. Harianto Wakil Ketua APINDO bidang Ketenagakerjaan. 
Kemudian dilanjutkan dengan Webinar Zoom Meeting tentang Dampak Sosial Politik yang menampilkan nara sumber dari CSIS bapak J Kristiadi, dalam seminar online ini rerata para peserta merasa kuatir apabila terjadi gejolak politik terutama lawan-lawan pak Jokowi ada 46 persen-an khususnya pendukung diluar P Jawa, Bali.
Selanjutnya dimasa transisi setelah Indonesia mulai bangkit dan melonggarkan kegiatan ekonomi, namun juga tetap antisipasi soal kesehatan, GK Center kembali mengadakan Seminar online dengan Zoom meeting pada tanggal 24 Juli 2020 menampilkan nara sumber Bp. Sandiaga Uno rival politik pak Jokowi saat pencalonan Presiden dan Wakil tahun 2019 dan Bp. Chatib Basri Preskom Bank Mandiri dan Menteri Keuangan Tahun 2018- 2019.Tema yang diusung PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL :Apa Langkah-langkah preoritas yang diperlukan?
Dalam sambutan pengantar Bp. Kelik Wirawan menekankan bahwa Pemerintah telah memberikan stimulus baik bidang Kesehatan (kemanusiaan) maupun Ekonomi agar Indonesia segera bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Maka bantuan-bantuan nyata melalui relawan Jokowi juga telah dilakukan GK Center dengan masyarakat peduli pandemi. Nah untuk pemulihan ekonomi kita bisa mendengarkan paparan para nara sumber yang telah berpengalaman untuk Indonesia Maju.
Diskusi ini dimoderatori oleh Bp. Arthadinata Jangkar CEO Ciputra World dengan Perespon: Ahmad Fajar (Dirut Bank Victoria), Francisca Sestri (Sekjen LPER dan Puket I STIE Insan Pembangunan) serta Wahyu Widodo (Pengusaha bidang Pariwisata).
Peserta webinar sekitar 400 orang diluar Youtube Live  terdiri dari Pengusaha termasuk UMKM, BUMN, Akademisi, tingkat internasional.Moderator menyimpulkan bahwa membangkitkan ekonomi disaat pandemi covid-19 memang harus dilakukan baik usaha UMKM, Besar dan Sedang, suka tidak suka harus melalui bisnis berbasis teknologi, namun soal kesehatan tetap menjadi fokus utama.
Penutup dan ucapan terimakasih pada peserta diskusi tingkat internasional dari Didy Budiono selaku Host dan  Sekjen GK Center, ia juga berharap kedepan situasi semakin kondusif dan masyarakat disiplin menjalani new normal untuk pemulihan ekonomi nasional.

Monday, June 8, 2020

RESOURCES BASE VIEW MENERAPKAN MODEL VRIO SEBAGAI STRATEGI MENCIPTAKAN KEUNGGULAN BERSAING LESTARI PADA DESTINASI PARIWISATA

Dr. Tonny Hendratono Dewan Pembina LPER
Kehidupan bisnis selalu bergerak dan mengalami perubahan yang sering tidak terduga, seperti pandemi covid 19 yang terjadi saat ini. Ditengah-tengah pandemi covid 19 yang belum  terlihat ujung berakhirnya,  mempertahankan bisnis lebih penting dari pada memenangkan persaingan. Banyak kejadian membuktikan perusahaan yang awalnya mampu memenangkan persaingan, namun gagal mempertahankan keberadaannya. Agar perusahaan mampu bertahan dalam bisnisnya, maka perusahaan harus menciptakan  value yang lebih baik dibanding  pesaing, karena ini menjadi alasan mengapa pelanggan memilihnya dibanding pesaing, pelanggan mengharapkan value bukan produk. Value adalah total benefit yang diharapkan pelanggan yang terdiri dari benefit fungsional dan benefit emosional dibanding total pengorbanan yang dikeluarkan pelanggan. Menjadi harapan pelanggan apabila benefit yang diperoleh  melebihi pengorbanan yang dikeluarkan pelanggan. 
Salah satu strategi yang dapat digunakan perusahaan dalam menciptakan value, adalah dengan mendayagunakan sumber daya perusahaan sebagai kekuatan internal  secara efisien dan efektif, yang  dapat digunakan sebagai daya saing atau sumber keunggulan bersaing lestari. Pandangan yang mendasari pemahaman tersebut adalah resources base view (RBV) yang dikemukakan oleh Barney (1991) merupakan salah satu tokoh penting teori RBV menjelaskan bahwa sumber daya perusahaan dapat dijadikan sebagai sumber keunggulan bersaing lestari. Strategi yang dilakukan adalah mendayagunakan sumber daya internal secara efektif dan efisien untuk meminimalkan kelemahan internal perusahaan, dan memanfaatkan peluang yang muncul dan kemampuan menghadapi ancaman  dari lingkungan ekternal perusahaan. Sumber daya perusahaan  tersebut menurut Collis dan Montgomery (1995) dapat dikelompokan menjadi tiga yaitu (1) Aset berwujud (Tangible assets), (2) Aset tan wujud (Intangible assets), dan (3) Kapabilitas organisasi (Organizational Capabilities)
Namun tidak semua sumber daya perusahaan tersebut memenuhi syarat dijadikan sebagai sumber keunggulan bersaing lestari, karena bisa juga terdapat sumber daya perusahaan   yang tidak efisien dan efektif. Sumber daya perusahaan yang dapat digunakan sebagai sumber keunggulan bersaing lestari, harus memenuhi model VRIN yaitu Valuable, Rare, Imperfecly imitable dan Non substitutable. Kemudian Barney (1995) mengembangkan model VRIN tersebut menjadi model VRIO yaitu Valuable, Rare, Imitability (low) dan Organized to capture value. Sementara itu  terdapat dua asumsi yang mendasari teori RBV adalah (1) Heterogenous yaitu keahlian, kapabilitas dan sumber daya perusahaan tidak dimiliki oleh pesaing,  (2). Immobile yaitu sumber daya perusahaan tidak dapat pindah ke pesaing dan pesaing tidak dapat meniru sumber daya perusahaan tersebut. Bilamana sumber daya perusahaan memenuhi dua asumsi dan karakteristik VRIO, maka perusahaan dikategorikan memiliki keunggulan bersaing lestari. Keunggulan bersaing lestari terjadi ketika perusahaan menerapkan strategi penciptaan value (value creating strategy) yang tidak dapat dilakukan secara bersamaan  dan ditiru oleh pesaing.  
Pengujian apakah sumber daya perusahaan dapat digunakan sebagai sumber keunggulan bersaing lestari, dilakukan dengan beberapa pertanyaan sesuai dengan karakteristik model VRIO. Value,  apakah sumber daya memiliki kemampuan untuk merespon peluang atau ancaman dari lingkungan eksternal. Rare, apakah sumber daya saat ini dikendalikan oleh beberapa perusahaan pesaing. Imitability, apakah perusahaan yang tidak memiliki sumber daya yang sama, menghadapi kerugian biaya dalam memperoleh atau mengembangkannya. Organized, apakah ada sistim manajemen dan budaya organisasi dalam mendayagunakan secara efektif dan efisien sumber daya yang berharga, langka dan mahal. Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat digunakan untuk menentukan apakah sumber daya perusahaan memenuhi model VRIO sehingga dapat digunakan sebagai sumber keunggulan bersaing lestari.
Salah satu destinasi wisata di Belitung
Guna mempertahankan bisnis yang semakin kompetitif di era new normal, destinasi pariwisata  harus fokus pada wisatawan dengan menciptakan value yang lebih baik dibanding pesaing. Model VRIO di atas dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk mengembangkan value. Cara yang dapat dilakukan dengan mengadopsi dan menggali lebih dalam  pertanyaan-pertanyaan diatas,  untuk menguji apakah sumber daya yang dimiliki memenuhi asumsi dan karakteristik model VRIO, sehingga dapat diperoleh peta kekuatan sumber daya  yang lebih akurat,  yang dapat dijadikan sebagai sumber keunggulan bersaing lestari.  Hasil kajian  dapat digunakan untuk menyusun rencana strategis dalam upaya mencipta value untuk memuaskan wisatawan dengan  pengalaman menyenangkan yang pada akhir akan menumbuhkan loyalitas wisatawan. Penelitian Delloitte dan Tauche (2017)  membuktikan perusahaan yang fokus pada pelanggan akan memperoleh keuntungan 60% lebih besar dari pada perusahaan yang tidak fokus pada pelanggan.  

(Jakarta, 8 Juni 2020, Tonny Hendratono)