Pertanyaan itu pernah dikupas oleh beberapa pengamat sebut saja Prof. Dr. Thamrin Tomagola, atau Wartawan senior Kompas Budiarto Sambazy beberapa waktu lalu dalam diskusi tentang "Mengapa Harus Jokowi" yang dicalonkan sebagai capres 2014? Bukankah sosok pak Jokowi masih sangat berskala lokal sebut saja Walikota dan tingkat Gubernur baru 1,5 tahun.
Moderator Burhanuddin Muhtadi memandu para narasumber diacara seminar yang diselenggaran oleh alumni Fisip UI di Balai Sarwono Jeruk Purut kawasan Kemang Jakarta Selatan.
Thamrin mengatakan Jokowi adalah sosok pemimpin masa mendatang yang mampu memutus tali masa lampau (Orba) dan mengenalkan reformasi saat sekarang dan yang akan datang. Maka apabila pilpres nanti Jokowi memenangkan pencalonannya, maka demokrasi di Indonesia memasuki masa transisi yang bagus.
Budiarto Sambazy mengungkapkan bahwa hasil survey saja tidak cukup, maka mesin partai pendukung Jokowi dan para relawan jangan berpuas diri sampai tahap itu, namun harus bekerja keras untuk meyakinkan visi, misi nya kepada para calon pemilih, sebab golput masih tinggi.
Sedangkan menurut Burhanuddin bahwa popularitas Jokowi bisa menurun, apabila kemasan iklannya kurang mendukung seperti contoh Indonesia Hebat menonjolkan sosok ibu Mega dan Puan Maharani.
Politik memang setiap detik bisa berubah dan tidak ada yang abadi, selalu akan menghasilkan titik equilibrium keputusan, mana kala para partai pengusung tiap calon merasa terwakili, terakomodasi kepentingannya. Setelah melalui proses perenungan, pemikiran maka PDI Perjuangan pengusung Capres Jokowi memutuskan memasangkan nama Jokowi dan Yusuf Kalla sebagai cawapresnya, yang diikuti oleh PKB, Nasdem, Hanura dan partainya pak Sutiyoso. Kubu lain Prabowo Subianto diusung Gerindra berpasangan dengan Hatta Radjasa dari PAN, didukung Golkar, PPP, PKS. Demokrat sendiri seperti sudah diperkirakan banyak kalangan akan netral, cirikhas nya banyak pertimbangan.
Masa kampanye telah tiba antara tanggal 13 Juni 2014 s/d tanggal 5 Juli 2014. Baik pasangan no 1 Prahara maupun pasangan no 2 Jokowi-JK sudah melakukan sosialisasi dan blusukan ala cara masing-masing.
Pada tanggal 9 Juli 2014 semua warga negara yng sudah memiliki KTP memiliki hak pilih, sehingga diharapkan golput dapat ditekan, sebab Pilpres kali ini sangat menentukan apakah status quo akan kembali, atau terlahir Pemimpin yang jujur, merakyat dan sederhana. Semoga rakyat Indonesia cerdas dan menentukan masa depan Indonesia melalui Pilpres langsung.
Friday, June 13, 2014
Sunday, April 20, 2014
WOL Edisi April 2014
Berita menggembirakan bahwa di bulan Mei nanti WOL (Wedangan Omah Lodjie) akan menjadi tempat di selenggarakan Festival Film Surakarta 2014, semoga service memuaskan pengunjung. Selamat.
Improvisasi terus dilakukan yaitu untuk Parkir, oleh pemilik rumah semua di mester sehingga rapi dan luas
Untuk layout indoor ada perubahan, backdrop yang dulu gambar Pasar Gede sekarang sudah gambar Omah Lodjie, Mesin jahit dan buku2 novel dipajang dibwah tangga artistis sekali bersanding dengan sofa merah marun, di pojok depan.
Menu yang baru yaitu nasi sambal bledek yang berupa nasi bungkus dilengkapai sambal kerecek pedes, rasanya enak sekali.
WOL sudah bekerjasama dengan Gudang Garam, sehingga bila diperhatikan meja-meja di branding asbak Gudang Garam Surya.
Minuman terbaru adalah wedang tape susu yang sangat legit dan mantaf. Minuman khas yang terbaru adalah "Teh Poci WOL" disajikan dalam teko dari tanah liat dengan rasa rempah-rempah beraroma teh pandan wangi.
Menu yang di tata apik dibingkai didekat meja kasir, dilengkapi sistem pembayaran sistem debit rekening bank, selangkah terobosan maju dari sebuah kuliner wedangan di Solo ini.
WOL yang terletak di Jl. Kol. Sutarto no 159 Jebres ini menyediakan paket-paket untuk acara khusus seperti rapat-rapat, pertemuan reuni dll.
Rencana Lebaran tetap buka, karena pada saat liburan tersebut memang sulit menemukan restoran yang buka. Semoga para tamu semakin nyaman terlayani dengan baik.Sebab tamu-tamu juga berasal dari pejabat BRI Bali, jauh-jauh ingin mencicipi makanan WOL, juga GM HRD Mustika Ratu menyempatkan diri untuk menikmati kuliner tersebut. Mengenai music masih tetap bergema, bahkan semakin menjadi kebutuhan para pengunjung WOL untuk terus dilestarikan dengan lagu-lagu terbaru, apalgi para remaja memang menyenangi lagu-lagu terpopuler masa kni.
.
SELAMAT MENIKMATI WEDANGAN ALA WOL.............
Improvisasi terus dilakukan yaitu untuk Parkir, oleh pemilik rumah semua di mester sehingga rapi dan luas
Untuk layout indoor ada perubahan, backdrop yang dulu gambar Pasar Gede sekarang sudah gambar Omah Lodjie, Mesin jahit dan buku2 novel dipajang dibwah tangga artistis sekali bersanding dengan sofa merah marun, di pojok depan.
Menu yang baru yaitu nasi sambal bledek yang berupa nasi bungkus dilengkapai sambal kerecek pedes, rasanya enak sekali.
WOL sudah bekerjasama dengan Gudang Garam, sehingga bila diperhatikan meja-meja di branding asbak Gudang Garam Surya.
Minuman terbaru adalah wedang tape susu yang sangat legit dan mantaf. Minuman khas yang terbaru adalah "Teh Poci WOL" disajikan dalam teko dari tanah liat dengan rasa rempah-rempah beraroma teh pandan wangi.
Menu yang di tata apik dibingkai didekat meja kasir, dilengkapi sistem pembayaran sistem debit rekening bank, selangkah terobosan maju dari sebuah kuliner wedangan di Solo ini.
WOL yang terletak di Jl. Kol. Sutarto no 159 Jebres ini menyediakan paket-paket untuk acara khusus seperti rapat-rapat, pertemuan reuni dll.
Rencana Lebaran tetap buka, karena pada saat liburan tersebut memang sulit menemukan restoran yang buka. Semoga para tamu semakin nyaman terlayani dengan baik.Sebab tamu-tamu juga berasal dari pejabat BRI Bali, jauh-jauh ingin mencicipi makanan WOL, juga GM HRD Mustika Ratu menyempatkan diri untuk menikmati kuliner tersebut. Mengenai music masih tetap bergema, bahkan semakin menjadi kebutuhan para pengunjung WOL untuk terus dilestarikan dengan lagu-lagu terbaru, apalgi para remaja memang menyenangi lagu-lagu terpopuler masa kni.
.
SELAMAT MENIKMATI WEDANGAN ALA WOL.............
Monday, March 3, 2014
Dari Pepilos Ke WOL
![]() |
| Tanggal 1 Desember 2013 |
![]() |
| WOL 14 Pebruari 2014 |
Grup ini awalnya terdiri dari August Pramono, Carry, Dwi Aryani, Sestri, Rachmawati, Oxan Limoro, Indra.Raspio. Kemudian tambah Harum, Patmanto, Satya Nusantara, Lucky, Eddy, Nina Akbar Tanjung, Anies. Kemudian Indra keluar, Nina Akbar Tanjung dan Anies keluar disusul Nusantara.
![]() |
| Survei 1 Desember 2013 (Dwi Aryani, Patmanto) |
| WOL tanggal 14 Pebruari 2014 |
Urut-urutan Pertemuan Pepilos Hingga terbentuknya Wedangan Omah Lodjie :
1. Pertemuan Sapo Garden MT. Haryono awal 2012 hadir : Patmanto, Lucky, Raspio, Rachmawati, Sestri
2. Pertemuan Bebek Keroncong Ultah Patmanto 2012 hadir : Patmanto, Lucky, Raspio, Sestri, Dwi Aryani,
Rahmawati
3. Pertemuan Nini Thowong, Cideng Barat hadir : Tim relawan Jokowi, Patmanto, Lucky, Raspio, Sestri
Rachmawati
4. Pertemuan RM Tan Goei Miranda Ultah Sestri Agustus 2012 Menteng, hadir : Patmanto, Lucky, Rahma
dan Sestri
5. Pertemuan 3 Mei 2012 Graha Mustika Ratu lantai 7, hadir : Haroem, Patmanto, Lucky, Sestri, Raspio
disini kami telah membicarakan rencana mau membuka Wedangan di Kawasan Jakarta Selatan, rencana perhitungan akan dihitung oleh Patmanto dan Lucky.
Rachmawati,Sestri, Patmanto dan Lucky yang sudah membawa hitungan kebutuhan modal, bahkan ada
rencana mau sharing dengan Bebek Keroncong seberang RS.Fatmawati Jaksel.
7. Pertemuan Kokas 23 Feb 2013, hadir : Dwi Aryani, Sestri, Rachmawati, Patmanto dan Lucky, masih
maju mundur soal rencana buka wedangan di Jakarta
8. Pertemuan di Solo 17 Maret 2013hadir : August Pramono, Basuki, Patmanto Tjie Tjiek Danang Trisula,
Dwi Aryani, Sestri,Rachmawati, Dewi Tristantini
9, Dilanjutkan ke Tiga Ceret dihadiri Harry Tjandra dan Adhy Murfianto.
10. Pertemuan 30 Agustus 2013 sepontan di Opus Cafe TIS MT. Haryono Jakarta hadir : August
Pramono,Carry, Patmanto, Lucky, Sestri dan Rachmawati : Disini tawaran dari Oetje tentang Wedangan
di Rumahnya jl. Kol. Sutarto 159 Solo, tentu semua harus dipikirkan dan bagaimana strategi kedepannya.
Kebutuhan dana akan di hitung Patmanto.
investasi Wedangan di Solo rumah August Pramono (Oetje) pengeluaran cukup besar untuk kelas Wedangan, itu saja pengurusan akte nya di bayar oleh Oetje, sewa juga luamyan ada discount...Satu copy proposal disimpan Sestri dan intinya harus jalan.
12. Survei Lokasi 30 Nopember 2013 hadir : Sestri, Chester, Patmanto dan tuan rumah August Pramono.
kami muter mulai lokasi untuk restonya, sampai dengan tempat kost putri, gudang kosong, rumah induk
yang dulu tahun 1979 an untuk kost mahasiswa FE UNS, FK dll, penulis pernah nginap di tempat ini.
rumah orang tuannya dll, yang cukup luas.
13.Wedangan di Kebon Kulon, sekaligus survei situasinya hadir : Tjitjiek isteri Oetje, Patmanto, Oetje, Sestri, Chester, malamnya disusul teman Djoko Utomo.
14. Pertemuan 1 Desember 2013 hadir : Rachmawati, Dwi Aryani, Sestri, Tjietjiek, Chester, Oetje,Patmanto, Basuki , Peno dan Ida mendampingi Rahmawati. Setelah di ulangi perhitungan investasi para pendiri sepakat akan sharing, saat itu hanya 10 orang, dan dibayar DP 40 % setelah survei ini. Semua pendiri sudah meninggalkan foto copy KTP, kecuali Dwi Ariani masih diperpanjang. Intinya penunjukan pengurus, pembentukan CV Omah Lodjie diprakarsai oleh Oetje. Dan Pendiri lainnya akan dibuat adendum/ perjanjian diatas materai untuk pembagian hak dan kuwajibannya.
15. Pertemuan 26 Desember 2013 di rumah Sestri PKP hadir : Patmanto, Endah, Rachmawati, Sestri,
Chester. program tetap jalan, walaupun Patmanto berpisah sang isteri yng masih di Jakarta,
16. Pertemuan 14 Pebruari 2014 dihadiri : August, Tjietjiek, Patmanto, Endah, Basuki dan Ny, Basuki,
Maya, Greg, Sestri, Chester, Dwi Aryani, Peno : deklarasi antar pendiri, diawali doa dan pembukaan
oleh Oetje saat itu menahan emosi sampai meneteskan airmata, terharu krn menemukan kelompok
wadah sebagai saudara diantara para pendiri, cerita yang runtut sebagai kesaksian sekaligus sejarah awal
mula pembentukan WOL dari Grup Pepilos, bahkan yng pembuat nama grup softball putra putri Solo
sudah meninggal dunia.
17. Rencana tg 14 Pebruari 2014 Wedangan Omah Lodjie (W.O.L) demikian nama usaha tersebut, di resmi
kan namun karena ada musibah abu G. Kelud yang meletus pada taggal 13 Pebruari 2013 tengah malam
maka grand opening dilaksanakan pada tanggal 15 Pebruari 2014.
18. Susunan pengurus Komisaris Utama : August Pramono, Komisaris Basuki. Dirut Patmanto, direktur
Peno. Pendiri : August Pramono, Patmanto, Dwi Aryani, Sestri, Rachmawati, Chester Wiradja, Basuki,
Peno, Danang Trisula, Lucky dan Bagio, dengan tenaga kerja kurang lebih 18 orang dengan 1 Koordina
tor istilahnya Manager. Semoga Perjalanan Wedangan Omah Lodjie akan langgeng seterusnya, dan
cerita ini sekaligus menjadi torehan sejarah terbentuknya WOL Jl. Kol. Sutarto no 159 Solo,
telp.0271 643392.
Tuesday, February 25, 2014
Pengunjung wedangan OMAH LODJIE
Membicarakan wedangan Omah Lodjie serasa tidak ada bosannya, wlaupun sudah pada pulang ke Jakarta, Surabaya, bahkan luar pulau serasa merindukan suasana indahnya wedangan yang lain dari pada yang lain. Berkontempelasi tentang Omah Lodjie, akan diajak ke alam tempo dulu yang dibalut bangunan batu kokoh dan atapnya tinggi, halaman luas serta adem udaranya.
Solo yang banyak didominir peninggalan keraton Surakarta Hadiningrat dan Mangkunegaran diwarisi rumah-rumah besar atau bangunan loji.
Wedangan yang sejak dibuka beberapa hari lalu tepatnya pada tanggal 15 Pebruari 2014 sebenarnya bertepatan dengan Valentine atau Hari Kasih Sayang, para pendiri juga menyediakan coklat bentuk hati. Bagi pengunjung pria diberikan oleh pendiri wanita, bagi pengunjung wanita diberikan oleh pendiri pria.
Saat sekarang pengunjung yang dulu tinggal di Solo mudik atau yang pernah kuliah di Solo bernostalgia di WOL (Wedangan Omah Lodjie) memberikan kesejukan hati tersendiri, sambil mendengarkan musik orgen tunggal yang setiap malam disediakan bagi para pengunjung, sambil menikmati hidangan wedangan ala khas Solo.
Tanaman dan Rumput nan hijau menyejukkan suasana
Solo yang banyak didominir peninggalan keraton Surakarta Hadiningrat dan Mangkunegaran diwarisi rumah-rumah besar atau bangunan loji.
Wedangan yang sejak dibuka beberapa hari lalu tepatnya pada tanggal 15 Pebruari 2014 sebenarnya bertepatan dengan Valentine atau Hari Kasih Sayang, para pendiri juga menyediakan coklat bentuk hati. Bagi pengunjung pria diberikan oleh pendiri wanita, bagi pengunjung wanita diberikan oleh pendiri pria.
Saat sekarang pengunjung yang dulu tinggal di Solo mudik atau yang pernah kuliah di Solo bernostalgia di WOL (Wedangan Omah Lodjie) memberikan kesejukan hati tersendiri, sambil mendengarkan musik orgen tunggal yang setiap malam disediakan bagi para pengunjung, sambil menikmati hidangan wedangan ala khas Solo.
Tanaman dan Rumput nan hijau menyejukkan suasana
Monday, February 24, 2014
Wedangan OMAH LODJIE Solo
Rencana tanggal 14 Pebruari 2014 Wedangan Omah Lodjie akan dibuka atau istilah kerennya diadakan Grand Opening namun apa hendak dikata Gunung Kelud meletus pada malam 13 Pebruari jam 23.30 WIB. Maka acara terpaksa diisi dengan membersihkan debu siang dan malam. Para pendiri yang siang itu hadir dari Jakarta dan Solo mengadakan bincang-bincang yang dipimpin oleh komisaris Wedangan Omah Lodjie yang bernama August Pramono seorang pengusaha di Solo biasa disapa Oetje. Briefing sekaligus tukar pandangan serasa keluarga besar yang merindukan sesuatu pertemanan sejati, suasana diskusi mengalir seperti ketulusan tiap pendiri wedangan Omah Lodjie.
Nama yang diambil dari sebuah bangunan batu kokoh di wilayah
Karesidenan Surakarta atas perenungan salah satu pendiri sekaligus sebagai direktur CV. Wedangan Omah Lodjie sebut saja Patmanto orang asli Punggawan Solo. Bangunan Wedangan Omah Lodjie yang asli peninggalan arsitektur nuansa Belanda, adalah rumah keluarga Oetje seluas kurang lebih 8000 m2 terletak di depan RSUD dr. Muwardi tepatnya di Jln. Kolonel Sutarto 159 Jebres, Solo. Kira-kira sebelah barat dengan kampus UNS yang bersandingan Bengawan Solo.
Wedangan ini menyediakan aneka jajanan asli Jawa mulai dari jadah, wajik, carang gesing, tahu bacem, tempe bacem, sate telor puyuh, sate kikil, ketan serundeng dll, juga nasi oseng, nasi sambal eyang puteri, nasi bandeng dll begitu juga tersedia aneka minuman wedang jahe jeruk, teh, jahe kopi dan aneka juice harga Rp. 3000- Rp. 5.000,- murah kan? ....
Fasilitas Free WiFi, music orgen tunggal dan parkir luas...mewah kan?
Tempat duduk bisa memilih sesuai selera ada yang lesehan, out door lantai satu dan out door lantai dua. Uniq nya tangga yang tinggi namun tidak capai manapakinya.
Sesuatu yang dimulai dengan hati bersih, niat baik akan membuahkan hasil yang baik, dan akan mengalir dalam pelayanan wedangan nan apik ujar para pemiliknya.
Konsep wedangan OMAH LODJIE ini sederhana dan tidak muluk-muluk, karena telah dijelaskan kerinduan berkumpul dari para pendiri untuk mewujudkan tali persaudaraan disaat masa usia paroh abad.
Mari mampir di wedangan Omah Lodjie nan asri mewah tetapi harga murah....:)
Nama yang diambil dari sebuah bangunan batu kokoh di wilayah
Karesidenan Surakarta atas perenungan salah satu pendiri sekaligus sebagai direktur CV. Wedangan Omah Lodjie sebut saja Patmanto orang asli Punggawan Solo. Bangunan Wedangan Omah Lodjie yang asli peninggalan arsitektur nuansa Belanda, adalah rumah keluarga Oetje seluas kurang lebih 8000 m2 terletak di depan RSUD dr. Muwardi tepatnya di Jln. Kolonel Sutarto 159 Jebres, Solo. Kira-kira sebelah barat dengan kampus UNS yang bersandingan Bengawan Solo.
Wedangan ini menyediakan aneka jajanan asli Jawa mulai dari jadah, wajik, carang gesing, tahu bacem, tempe bacem, sate telor puyuh, sate kikil, ketan serundeng dll, juga nasi oseng, nasi sambal eyang puteri, nasi bandeng dll begitu juga tersedia aneka minuman wedang jahe jeruk, teh, jahe kopi dan aneka juice harga Rp. 3000- Rp. 5.000,- murah kan? ....
Fasilitas Free WiFi, music orgen tunggal dan parkir luas...mewah kan?
Tempat duduk bisa memilih sesuai selera ada yang lesehan, out door lantai satu dan out door lantai dua. Uniq nya tangga yang tinggi namun tidak capai manapakinya.
Sesuatu yang dimulai dengan hati bersih, niat baik akan membuahkan hasil yang baik, dan akan mengalir dalam pelayanan wedangan nan apik ujar para pemiliknya.
Konsep wedangan OMAH LODJIE ini sederhana dan tidak muluk-muluk, karena telah dijelaskan kerinduan berkumpul dari para pendiri untuk mewujudkan tali persaudaraan disaat masa usia paroh abad.
Mari mampir di wedangan Omah Lodjie nan asri mewah tetapi harga murah....:)
Monday, August 12, 2013
INFLASI, SAVING DAN MENURUNYA INVESTASI
Membaca peta perekonomian dunia yang semakin sulit terprediksi, dimana Eropa dan Amerika Serikat adalah price maker karena menguasai tata ekonomi sebesar 40 persen. Artinya bahwa distribusi pendapatan warga dunia ditentukan oleh sehat dan tidaknya dua benua tersebut.Menurut berita yang dilansir oleh Delegation Of European Union Of Indonesia Maret 2013, hubungan ekonomi diantara mereka berdua juga terbesar di dunia. Maka impor dari negara lain apalgi negara berkembang akan selektif bisa diterima. Dan ketika dua raksasa ini sakit krisis perumahan di Amerika Serikat tahun 2008 dan Yunani dan Siprus 2010 di Eropa, maka dampak perlambatan ekonomi mulai tampak sejak pertengahan tahun 2012.
Asia secara tidak langsung juga mengalami imbas dari krisis keuangan tersebut, namun keberadaan negara-negara maju jilid global antara lain China, Jepang, Taiwan, Hongkong, Singapore, Korea Selatan dan lainnya, sedikit mengobati rasa sakit karena perlambatan ekonomi tersebut.
Lalu bagaimana dengan Indonesia yang kaya SDA dan SDM ini? Tercatat sebagai pengimpor bahan-bahan makanan, sehingga ketika impor bawang putih, bawang merah, daging sapi dan lain-lain tersendat, maka harga-harga barang lainnya ikut menaik dan berjalan hingga saat ini. Tentang lonjakan harga-harga barang pokok tersebut membuat inflasi sebaesar 0,41 persen dari total inflasi Maret 2013 sebesar 0,63 persen atau mencapai 65 persen dari inflasi total selama kuartal pertama (Kompas.com maret 2013).
Impor bahan baku dan alat-alat produksi yang jumlahnya cukup besar,70 persen dari nilai total jenis impor dan bahkan terstigma sebagai negara industri yang invalid karena sangat tergantung oleh bahan mentah dan setengah jadi dari impor. Meminjam istilah Prof. DR. Masngudi, negara industri yang demikian disebut semu, dan mudah tergoncang oleh instabilitas nilai tukar rupiah terhadap valuta asing. Keadaan ini secara terbuka diakui oleh Kadin Indonesia pada acara Focus Group Discussion dalam penyusunan platform kebijakan industri nasional, di Hotel Bidakara, Jakarta, 19 Juni 2013.
Perjalanan waktu terus bergulir, kepercayaan masyarakat terhadap keamanan menyimpan dananya di Bank mulai berkurang, bahkan banyak yang melakukan penarikan uang untuk dibelanjakan, semakin membuat inflasi merangkak naik. Kondisi ini akan mempengaruhi Mikro ekonomi karena industri nasional mendapat tekanan biaya produksi tinggi (Upah, Listrik dan BBM) yang pada akhirnya rencana perluasan usaha stagnan atau macet, karena likuiditas Perusahaan terganggu, apalgi suku bunga pinjaman ikut naik?
Dua dilema bagi Bank Indonesia Pertama Saving menurun maka Bank-bank komersial akan menaikan suku bunga simpanan (tabungan, deposito) disisi lain karena harga-harga semua barang termasuk SDM menaik menjadikan cost of production naik, meningkatkan suku bunga pinjaman lebih besar dari suku bunga tabungan akan semakin menurunkan Investasi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Maka pada kondisi sekarang yang masih bisa dilakukan adalah Kementrian Perdagangan melakukan stabilitas harga barang khususnya yang dari impor dan jangka panjang bersama Kemenko Perekonomian ke transformasi Pertanian ke Agrobisnis tidak setengah-setengah misalnya infrastruktur buruk, pupuk mahal dan lain lain. Ke dua BI bisa melakukan himbauan sampai bersahsil agar selisih bunga pinjaman dan bunga tabungan/deposito tidak terlalu lebar, kalau perlu bunga pinjaman tidak naik. Kemudian GWM bisa di naikkan untuk mengurangi uang beredar.
Semoga inflasi pasca Lebaran dan menjelang hutang luar negeri yang jatuh tempo apakah direct import atau bunga obligasi yang dibeli masyarakat negara lain, masih bisa terkendali, dan Pertumbuhan bisa terjaga sekitar 5,9 persen versi Bank Dunia Juli 2013, lebih rendah dari APBN-P 6,2 persen dari PDB Rp.8.700an trilyun (RAPBN-P).
Asia secara tidak langsung juga mengalami imbas dari krisis keuangan tersebut, namun keberadaan negara-negara maju jilid global antara lain China, Jepang, Taiwan, Hongkong, Singapore, Korea Selatan dan lainnya, sedikit mengobati rasa sakit karena perlambatan ekonomi tersebut.
Lalu bagaimana dengan Indonesia yang kaya SDA dan SDM ini? Tercatat sebagai pengimpor bahan-bahan makanan, sehingga ketika impor bawang putih, bawang merah, daging sapi dan lain-lain tersendat, maka harga-harga barang lainnya ikut menaik dan berjalan hingga saat ini. Tentang lonjakan harga-harga barang pokok tersebut membuat inflasi sebaesar 0,41 persen dari total inflasi Maret 2013 sebesar 0,63 persen atau mencapai 65 persen dari inflasi total selama kuartal pertama (Kompas.com maret 2013).
Impor bahan baku dan alat-alat produksi yang jumlahnya cukup besar,70 persen dari nilai total jenis impor dan bahkan terstigma sebagai negara industri yang invalid karena sangat tergantung oleh bahan mentah dan setengah jadi dari impor. Meminjam istilah Prof. DR. Masngudi, negara industri yang demikian disebut semu, dan mudah tergoncang oleh instabilitas nilai tukar rupiah terhadap valuta asing. Keadaan ini secara terbuka diakui oleh Kadin Indonesia pada acara Focus Group Discussion dalam penyusunan platform kebijakan industri nasional, di Hotel Bidakara, Jakarta, 19 Juni 2013.
Perjalanan waktu terus bergulir, kepercayaan masyarakat terhadap keamanan menyimpan dananya di Bank mulai berkurang, bahkan banyak yang melakukan penarikan uang untuk dibelanjakan, semakin membuat inflasi merangkak naik. Kondisi ini akan mempengaruhi Mikro ekonomi karena industri nasional mendapat tekanan biaya produksi tinggi (Upah, Listrik dan BBM) yang pada akhirnya rencana perluasan usaha stagnan atau macet, karena likuiditas Perusahaan terganggu, apalgi suku bunga pinjaman ikut naik?
Dua dilema bagi Bank Indonesia Pertama Saving menurun maka Bank-bank komersial akan menaikan suku bunga simpanan (tabungan, deposito) disisi lain karena harga-harga semua barang termasuk SDM menaik menjadikan cost of production naik, meningkatkan suku bunga pinjaman lebih besar dari suku bunga tabungan akan semakin menurunkan Investasi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Maka pada kondisi sekarang yang masih bisa dilakukan adalah Kementrian Perdagangan melakukan stabilitas harga barang khususnya yang dari impor dan jangka panjang bersama Kemenko Perekonomian ke transformasi Pertanian ke Agrobisnis tidak setengah-setengah misalnya infrastruktur buruk, pupuk mahal dan lain lain. Ke dua BI bisa melakukan himbauan sampai bersahsil agar selisih bunga pinjaman dan bunga tabungan/deposito tidak terlalu lebar, kalau perlu bunga pinjaman tidak naik. Kemudian GWM bisa di naikkan untuk mengurangi uang beredar.
Semoga inflasi pasca Lebaran dan menjelang hutang luar negeri yang jatuh tempo apakah direct import atau bunga obligasi yang dibeli masyarakat negara lain, masih bisa terkendali, dan Pertumbuhan bisa terjaga sekitar 5,9 persen versi Bank Dunia Juli 2013, lebih rendah dari APBN-P 6,2 persen dari PDB Rp.8.700an trilyun (RAPBN-P).
Saturday, May 18, 2013
Ganjar Pranowo Jateng 1
Suasana meriah dan antusiasme pemilihan Kepala Daerah Ibukota DKI Jakarta. Terselenggara sejak persiapan April 2012 dan Puncak Pemilihan tahap Putaran II Oktober 2012. Dengan kemenangan tipis pasangan Jokowi- Basuki dengan perolehan suara kurang dari 54 persen, namun cukup membuat kekaguman tersendiri, betapa tidak seorang kepala daerah kota kecil di Jawa Tengah yaitu Solo berani menantang petahana gubernur DKI Foke sebut saja demikian dengan modal patungan bersama rakyat Jakarta.
Hal ini rupanya akan menjadi suatu model atau parameter yang akan diulang di Jawatengah. Sebentar lagi akan menyelenggarakan pesta wilayah pemilihan kepala daerah tingkat provinsi di Jawa Tengah.
PDI Perjuangan berani mengambil keputusan yang beresiko seperti DKI tahun lalu, namun eforia kalangan muda dan pengusaha sangat merindukan pemimpin seperti pak Jokowi. Maka beberapa sumber menganalisis jatuh pada pasangan no 3. Ganjar dan Heru.
Media Sosial pun ramai, mulai dari telp rumah, Hp, SMS, Facebook, Twitter maupun media maya lainnya.Hampir dipastikan mereka menyebutkan Ganjar pantas memimpin Jawatengah.
Apa Kata Rakyat Jawa Tengah? Mas Ganjar memang Ok. Jateng Baru akan terbit.
Semoga kemenangan Ganjar-Heru nantinya, apabila Tuhan menghendaki. Berati Kemenangan Keibijakan Publik akan hadir di Wilayah itu.....
Hal ini rupanya akan menjadi suatu model atau parameter yang akan diulang di Jawatengah. Sebentar lagi akan menyelenggarakan pesta wilayah pemilihan kepala daerah tingkat provinsi di Jawa Tengah.
PDI Perjuangan berani mengambil keputusan yang beresiko seperti DKI tahun lalu, namun eforia kalangan muda dan pengusaha sangat merindukan pemimpin seperti pak Jokowi. Maka beberapa sumber menganalisis jatuh pada pasangan no 3. Ganjar dan Heru.
Media Sosial pun ramai, mulai dari telp rumah, Hp, SMS, Facebook, Twitter maupun media maya lainnya.Hampir dipastikan mereka menyebutkan Ganjar pantas memimpin Jawatengah.
Apa Kata Rakyat Jawa Tengah? Mas Ganjar memang Ok. Jateng Baru akan terbit.
Semoga kemenangan Ganjar-Heru nantinya, apabila Tuhan menghendaki. Berati Kemenangan Keibijakan Publik akan hadir di Wilayah itu.....
Subscribe to:
Posts (Atom)





























