Saturday, November 22, 2008

RUANG PUBLIK -Dari Capital Grill, Raja's sampai Pasar Baru




Jakarta walau padat penduduk, masih juga ada ruang-ruang publik yang masih dapat di kunjungi. Mulai dari aneka jajanan modern berbau barat sampai dengan es cendol, jakue, siwalan, bakpau dan lain-lain di Pasar Baru.

Sore itu udara ibukota agak mendung, namun kami tetap menyusuri beberapa tempat untuk baerbincang-bincang tentang apa saja yang membuat perasaan menjadi lega. Mulai dari Senayan City di rumah makan Raja's kami alumni SMA 1 Solo angkatan 1977, santai sambil menikmati aneka makanan khas Indonesia ada sate ayam, tahu telor, kalamari, teh hangat dan juga kopi hitam. Teman kami Kemal Efendy Gani yang sekarang sudah menjadi pemred. majalah Swa Sembada juga ikut nimbrung dan berbincang-bincang mengenai marketing suatu cor bisnis, juga Ario Seno direktur PP, Basuki direktur Hutama Karya, Hery Kris usahawan property, Dwi Ariyani konsultan kesehatan, Naniek ratnawati yang bekerja di perusahaan minyak asal australia dll. Mereka kadang kala menghela napas panjang ketika kurs dollar amerika terus melejit menyentuh angka Rp. 12.000 lebih.

Kami melakukan penyusuran lagi, lain grup lain persoalan yang dibincangkan, siang hari kami rekan sekerja di Mustika Ratu makan siang di Capital Grill, keren ya ? dari pabrik kami ber empat menikmati suasana makanan Amerika dan bersiap-siap ke Stikom untuk menghadiri kerjasama di bidang pengembangan diri antara Mustika Ratu dengan Institut tersebut. Rasa bahagia pun mengulas di wajah kami, namun beberapa menit sirna karena jalan dari Senopati ke Wijaya II mampet total. Akhirnya kami sampai juga namun sudah terlambat 1 jam, berangsur-angsur kami menikmati suasana ketika mahasiswa-mahasiswa Stikom menghadirkan tari Aceh dan juga tari modern ala Jazz. Rasanya Negara kita ini kaya budaya yang luar biasa.

Sore hari menjelang magrib kami lanjutkan ke Pasar Baru untuk jalan-jalan sekedar mengingat masa lalu. Kami menyusuri pintu air untuk melihat kain-kain Bombay yang masih khas dengan tawar menawar, designnya pun sangat adaptif ala rancangan Anne Avanti. Setelah menembus jalan Pasar Baru kami menikmati es cendol ala empek-empek tempo dulu di emperan toko yang ada tendanya, juga jajanan bak pao serta segarnya buah siwalan.

Setelah menjelang malam kami menuju Gedung Kesenian Jakarta untuk menonton ketoprak campur sari campur tokoh dengan lakon " Ronggolawe Mbalelo", pasalnya ada teman kita yang ikut main ketoprak. Sepanjang pagelaran kami tertawa terpingkal-pingkal setelah Marwoto pelawak asal jogya dan rekannya menyindir dokter kalau nulis resep tidak jelas, lebih baik minum JAMU kontan semua penonton terbahak-bahak......

No comments: