Friday, October 13, 2017

DAYA TARIK WISATA NUSANTARA 2017



Awal tahun 2017 merupakan perjalanan wisata yang indah, pasalnya pantai di ujung timur Jawa itu mulai menggeliat ekonominya dari sektor pariwisata. Sebut saja Gili Terawangan sebuah dermaga yang ramai di Pulau Lombok, dengan naik perahu motor kapasitas 30 orang bisa bolak balik ke gili-gili yang lain dengan melawan ombak yang kadang membuat penumpang harus minum atimo. Perjalanan yang dimulai dari pagi hari wisatawan bisa menyelam untuk melihat taman laut yang indah, juga melihat ikan-ikan di dalam perut laut biru sehingga terlihat ujung-ujung pipa oxygen menambah keceriaan tahun baru.


Pesona alam Indonesia memang terhitung kaya dan banyak peninggalan sejarah yang perlu dipromosikan baik para individu maupun pemangku kekuasaan, melalui ineternet dalam bentuk media online, facebook, twitter, instagram dll dimanapun siapapun misa mengakses dan mengunduhnya. Yogyakarta kota Gudeg itu menyimpan cerita tentang Taman Sari yang didalam perut buminya terdapat peninggalan Masjid yang uniq, memiliki 5 mata angin seperti rukun Islam yang diyakini umatnya. Bergeser lagi kesisi Malioboro akan dijumpai Museum Vredeburg yang dilengkapi aplikasi Aristotell sehingga memudahkan para wisatawan menemukan lokasi.

Borobudur dan Prambanan dua candi terbesar di kawasan Yogyakarta dan sekitarnya, sebuah tempat wisata dimana dinding-dinding candi terdapat relief-relief yang menceritkan tentang jaman raja-raja di bumi Nusantara sebelum negara ini merdeka pada tahun 1945 dan berbentuk republic.
 




Sumatera Barat belahan Nusantara yang masih sering diguncang gempa bumi, memang memiliki dataran tinggi yang indah serta ngarai-ngarai contoh Agam da Bukittinggi ada Lorong Jepang, Jam Gadang yang indah sekali. Begitu juga pantai Teluk Mandeh yang airnya kebiruan bening menyuguhkan pemandangan nan indah dari ikan-ikan warna orange , pisau-pisau menyemangati para wisatawan untuk menyelam kedalamnya, disini pantai tetapi sejuk karena harus menyusuri perbukitan dari Teluk Bayur, Teluk Mandeh baru kesisilain
Pantai Carocok terletak di Pesiisir Selatan merupakan perbatasan dngan Bengkulu.


Kota Padang yang terkenal dengan keripik Singkong Pedas,Rendang, Sate Padang, selalu memikat karena memiliki cita rasa khas bumbunya. Es Durian di Pusat Kota Padang ramai dikunjungi pembeli dan disuguhi lagu-lagu pengamen dari Timur dengan lagu-lagu daerah yang bagus antara lain : Sansaro, Poco-poco sampai  Maumere.(Sestri).




Thursday, October 12, 2017

DUA TAHUN PERJALANAN LEMBAGA PEMBERDAYAAN EKONOMI RAKYAT (LPER)


          Perkumpulan yang diawali dari ngopi bareng di Kawasan Perkantoran Bidhakara pada akhir tahun 2014. Mereka adalah Tonny Hendratono Wakil Rektor III UBM Jakarta, Francisca Sestri Profesional, Dr. Srinita dosen Universitas Seik Kuala, Rachmawati, Aghata Maryuningsih dan Obie Maulana. Mereka adalah relawan-relawan Jokowi yang ingin membantu UMKM bisa mandiri dan membuka lapangan kerja.
                Pada tanggal 15-01-2015 disebuah rumah makan sederhana sekarang Batik Kuring, maka Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) dibentuk dengan akta Notaris Nenden Esty Nurhayati sekaligus sebagai Ketua Bidang Hukum  dan Legal. Susunan pengurus inti : Ketua Drs. Haryo Tienmar mantan waketum RKIH (Rumah Kreasi Indonesia Hebat), Wakil Ketua Dr. Srinita, Sekjen Dr. Francisca Sestri, Bendahara Rachmawati Yuwono.  Sebagai Ketua Dewan Pembina DR. Benny Pasaribu memberikan masukan –masukan kepada LPER agar menjalin kerjasama dengan BUMD dan BUMN agar organisasi ini bisa eksis kedepannya.
                Beberapa Program kerja yang sudah diakukan adalah :
Seminar Nasional pada April 2015 mengangkat tema “ Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Melalui Koperasi Menuju Kedaulatan Pangan Dan Menyambut MEA 2015” dihadiri Deputy Kepala BPPT Bidang SDA Prof. DR. Wimpie N Aspar adalah Dewan Pakar Lembaga ini.  Pembicara utama Dr. Pariaman Sinaga Staf khusus Menteri Koperasi dan UKM, Budiman Sudjatmiko Anggota Komisi II DPR RI, Euis Saedah
Dirj en IKM dan Keynote speaker nya Deputy Menko Perekonomian V BidangInvestasi & Kewirausahaan, disitulah awal ditemukan relasi UM KM Banyumas  industri makanan bahan baku singkong yang selanjutnya menjadi bagian dari LPER
         Beberapa cabang yang sudah dibuka :
1.       LPER Cab Medan pada Juni 2015 dipimpin oleh Dr. Eri Yusni dosen Universitas Sumatera Utara
2.       LPER Banyumas pada bulan Oktober 2015 dipimpin oleh Joni Rusmanto pemilik kelompok tani dukuh Kalilirip, Pekuncen, Jatilawang, Banyumas , Jawa Tengah
3.       LPER Klaten pada bulan Maret 2017 dipimpin oleh Subron Nurudin staf marketing Abia Art industry kerajinan Bambu dari desa Jambukulon Klaten Jawa Tengah
4.       LPER Agam dan Bukittinggi September 2017 dipimpin oleh Drs. Khalid Efendi  bekerja di bagian Litbang Kemendagri Agam. Di resmikan didesa Lasi, Agam Sumatera Barat.












Perjalanan LPER yang sudah dua setengah tahun ini tidak mudah, karena dalam kiprahnya, harus berintegrasi dengan dunia digital, yang menjadi tatangan para pelaku usaha tingkat UMKM. Namun demikian para pengurus LPER tidak bosan mengadakan kerjasama beberapa Kementerian seperti KKP, KOMINFO, BPPT dan Kemenetrian Koordinasi Perekonomian. Terakhir bersama Kadin Indonesia merumuskan soal Sulitnya KUR diakses para UMKM dan Ketersediaan tenaga terampil di Indonesia menjadi tantantangan meningkatkan daya saing produk di pasar global.(Ses/Sestrinews)