
Gempa yang mengguncang kota Padang dan sekitarnya, dirasakan sejak pukul petang pada tanggal 30 September 2009, cukup mengenaskan. Gempa berkekuatan 7,6 SR itu melulunlantahkan rumah penduduk dan juga pusat kekgiatan perekonomian, seperti pasar swalayan dan toko-toko.
Getaran tersebut dirasakan sampai Malaysia dan Singapore.
Suatu peringatan dini bahwa bumi ini sudah rentan, kapan dan dimana saja kita tidak akan bisa menghindarinya, kecuali memiliki kemampuan melihat apa yang akan terjadi dengan pasti, memangnya sama dengan yang Menciptakan? Tentu tidak.
Dengan demikian kita tetap harus waspada dan berjaga-jaga, seandainya maut dan bencana sekalipun telah dekat dengan kita, miris dan was-was tentu sangat wajar, tetapi kehidupan selanjutnya pun tentu harus tetap dilalui. Muara tersebut akhirnya kita akan sampai pada ujungnya....kematian tubuh...cepat atau lambat pasti tiba.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan perlindungan dan kita tetap menyambut ajaran FirmanNya yang baik, agar bila sampai saatnya, visi kehidupan abadi menjadi kenyataan.
Belum terlambat......
Thursday, October 1, 2009
Gempa Sumbar
Posted by Francisca Chester at 8:29 AM 1 comments
Labels: Sosial
Sunday, September 13, 2009
Bencana di bulan 9 tahun 2009


Gempa bumi Tasikmalaya dan Jatuhnya pesawat Nomad-N 24 milik TNI AL di Sakatak Banjarmasin.
Diawal bulan September 2009 ada kejadian yang menyedihkan, pasalnya umat baru menjalankan ibadah buasa tiba-tiba dikagetkan dengan bencana gempa di Tasikmalaya berkekuatan 7,3 SR. Kira-kira beginilah sepenggal cerita tadi. Ketika mobil melaju dari desa Ciracas menuju perkantoran jalan jenderal Gatot Subroto Jakarta. Tiba-tiba sebuah SMS dari seorang teman mengagetkan konsentrasi bahwa Jakarta Bandung dan sekitarnya di guncang gempa. Namun herannya kami tidak merasakan sama sekali guncangan ini, baru menyadari sepanjang Cawang Pancoran banyak manusia berkerumun keluar dari gedung-gedung perkantoran. Ternyata SMS tadi benar adanya, begitupula daerah yang parah antara lain Tasikmalaya, Cianjur, Garut dll serta menyisakan derai airmata dari sanak keluarga korban gempa yang terkena musibah baik materi maupun nyawa terenggut akibat bencana tersebut.
Beberapa waktu dibulan 9 ini, pesawat TNI AL jatuh lagi di Sakatak, Banjarmasin Kalimantan Timur. Sampai dengan tulisan ini diturunkan ada beberapa korban meninggal antara lain warga sipil sebanyak 5 orang meninggal. Rasanya bumi yang kita injak ini sudah kurang bersahabat, apakah yang ada di darat, di laut maupun di udara.
Hal ini menandakan bahwa yg berhak mengklaim, memiliki, menguasai adalah Tuhan Sang pencipta. Kenapa demikian? Sebab ketika alam dan sekitarnya bergerak memenuhi kodrat pergeserannya, kita manusia sudah MIRIS dan berkali-kali memohon doa KESELAMATAN padanya. Artinya manusia sejatinya rapuh, takut, was-was bila kenyamanan kita terusik. Oleh sebab itu janganlah mengklaim kita yang paling...kalau suatu saat 'mandat&kekuasaan" itu diambilNya, kita akan meratap seumur hidup............
Posted by Francisca Chester at 12:09 PM 0 comments
Labels: Sosial
Wednesday, July 8, 2009
PILPRES LANGSUNG TERASA HAMBAR?


Sejarah politik Republik Indonesia selama merdeka tahun 1945, sudah melakukan pemilihan umum langsung baik terhadap Legislatif maupun Presiden dan wakil presiden sejak reformasi tahun 1998 bergulir. Pertama tahun 2004 dan sekarang tahun 2009.
Pada pemilu langsung presiden dan wakil presiden tahun ini ada 3 (tiga) kandidat yaitu:
Megawati-Prabowo dengan nomer urut 1
Susilo Bambang Yudoyono-Budiono dengan nomer urut 2
Yusuf Kalla-Wiranto dengan nomer urut 3
Dua hari sebelum pesta demokrasi dilaksanakan dua pasangan nomer urut satu dan tiga mengusulkan kepada Mahkamah Konsititusi (MK) agar rakyat yang telah memiliki hak pilihnya dapat menggunakan dengan KTP/Paspor, mengingat DPT masih banyak bermasalah sejak pemilu legislatif April 2009 yang lalu.
Akhirnya MK mengabulkan permohonan tersebut dan selanjutnya dalam tempo 1 hari KPU harus melaksanakan putusan tersebut.
Pelaksanaan pesta demokrasi kali ini terasa hambar dan tidak ada suatu tantangan, sebab pada tanggal 4 Juli 2009 dari salah satu lembaga survey metode quick count telah dipastikan bahwa salah satu kandidat nomer urut tertentu adalah pemenangnya, serta pemilu akan berlangsung satu kali putaran, seakan akan semua sudah ditentukan, sebab tanpa data akurat Lembaga Survey tidak akan gegabah memasang iklan di harian terkenal bersekala nasional.
Terbukti pada pukul 11.30 saat pemungutan suara belum usai, semua media baik radio maupun televisi memberitakan bahwa kandidat tersebut menang diatas angka 50% berarti putaran pertama selesai.
Dengan demikian apa yang menjadi tebakan masyarakat yang melek politik pun tepat, dan kita semua harus menerima dengan lapang dada, inilah corak wajah demokrasi Indonesia.
Mudah-mudahan Presiden-Wakli Presiden terpilih akan segera merealisasikan janji-janjinya terutama kepada pelaku usaha di bidang pasar tradisional tempat kampanye mereka. Tantangan krisis global tidak ringan, sementara hutang negara baik kepada luar negeri maupun swasta nasional baik dalam bentuk obligasi ataupun Treasury Bond dll cukup tinggi, serta harga minyak dunia mulai menyentuh USD 75 yang sebelumnya sempat rendah. Prediksi kami bila harga minyak diatas USD 90, maka BBM bisa naik lagi. Kecuali hutang sebagai pengaman APBN boleh di pakai yang memberi pinjaman, atau rekening-rekening yang tidak bertuan dikembalikan untuk rakyat, semua tergantung Pemerintah dan DPR nanti.
Posted by Francisca Chester at 8:44 PM 1 comments
Labels: Politik
Thursday, May 21, 2009
Jatuhnya Pesawat Hercules di Magetan


Ket gambar
Kiri: Hercules tempur untuk Irian Barat di Museum Yogyakarta
Kanan : Hercules yang jatuh di Magetan Jatim 20 Mei 2009
Radio Elsinta masih menggema di pagi hari tanggal 20 Mei 2009, tepat dengan peringatan hari Kebangkitan Nasional yang 101 dan terasa biasa-biasa saja. Yang tidak biasa adalah berita mengenaskan dan mengharukan yaitu jatuhnya pesawat Hercules milik TNI AU yang menewaskan lebih dari 80 orang termasuk perwira TNI AU tersebut.
Bencana terus silih berganti yang kesemua menunjukkan gejala rapuhnya dan minimnya sarana dan peralatan ditubuh bangunan negeri tercinta kita, mulai dari rentannya tanggul-tanggul, infrastruktur jalan, jembatan, olah raga kita yang dulu berjaya sekarang seperti kurang energi sampai dengan peralatan tempur kita.
Kita menyibak dan menyimak sedikit mengenai kegagahan Hercules tempo dulu, ketika Bung Karno masih mesra dengan Nikita Kurchev dan tentu dukungan peralatan tempur untuk merebut Irian Barat, terbukti Pulau ini kaya raya akan hasil tambangnya. Hercules yang gagah perkasa dipergunakan oleh perwira-perwira TNI waktu itu masih dikenal dengan ABRI dibawah pimpinan tempur LB Murdani dkk bak garuda tanpa lelah merebut pulau tersebut untuk warisan kepada bangsanya yaitu bangsa Indonesia, harapan kedepannya untuk kemakmuran rakyat.
Keadaan aman saja mungkin tidak cukup tanpa sosio demokrasi ekonomi, penganggaran yang tepat. Suatu negara butuh kekuatan yang tangguh untuk wadah dan membangun ketahanan ekonomi, politik dan pertahanan bagi penduduknya, bukan sekedar tempat yang terkesan apa adanya. Minimal mengikuti dinamika kehidupan selayaknya sebuah negara seperti Thailand, Singapura dan Malaysia, toh kita jauh lebih kaya SDM dan SDA. Tidak perlu jauh-jauh seperti negara maju yang siap dng nano teknologi.
Semoga peristiwa demi peristiwa jatuhnya kapal terbang milik TNI, segera bisa diatasi dan dapat dipergunakan sebagai benteng pertahanan dan keamanan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana negara seperti Tsunami Aceh yang lalu, Gempa Yogya dll untuk transportasi logistik bagi warga yang membutuhkan serta kemungkinan ancaman musuh dari luar terhadap keselamatan keadulatan negara.
Posted by Francisca Chester at 6:51 PM 3 comments
Labels: Sosial
Wednesday, May 13, 2009
Pengalaman menakutkan

Pada musim gugur tahun 2004, kami bertiga teman berangkat ke Austria untuk survey botol plastik khusus double inject dan menginap disebuah hotel di kota Viena.
Setelah tahap pertama terlampaui akhirnya kami dan rombongan melanjutkan perjalanan ke Jerman untuk test drop botol plastik disebuah kota industri Dusseldorf. Pekerjaan bisa berjalan lancar dan beberapa kali test di lakukan dan hasilnya cukup menggembirakan.
Kami perempuan bertiga menginap di kota Koln persis di seberang sungai Rain. Pertokoan bisa dijangkau dengan menyeberangi sungai jembatan yang cukup panjang jaraknya. Maka ketika hari Sabtu kami berjalan-jalan bertiga dan melewati perkantoran untuk menuju pertokoan.
Pra carnaval menyambut datangnya musim dingin mulai di persiapakan, kami masih melihat dari kejauhan. Tepat di samping Dome sebuah Gereja Katholik, kami mengambil gambar bergantian ditemani burung-burung dara yang mencari makanan.
Sampai di tangga kami bersua dengan pria separuh umur membawa botol wine, dengan senyum dia menganggukkan kepala, kamipun membalasnnya.
Kami tertawa melihat burung-burung yang berebut makanan, pria tersebut mengatakan asalnya dari Afganistan dan sebaliknnya ia menanyakan asal negara kami.
Teman kami menyebutkan Indonesia. Apa reaksi pria tersebut? langsung mengernyitkan dahi menahan napas. Sekali lagi ia menanyakan agama kami, pikir salah satu teman kami agamannya sama karena dari Afganistan. Pria tersebut langsung memukul botol pada dinding halaman Dome seraya mau mencocokkan ke muka teman saya.
Untunglah ada wanita Philipine yang melindungi kami, Pria tersebut berteriak dan memaki, aku benci agama itu, Thaliban telah membunuh seluruh keluargaku, aku kesini lari....lalu dia tersedu-sedu dan meneruskan kata-kata, aku tidak memilki keluarga lagi.....
Kami meninggalkannya dengan rasa haru dan takut luar biasa, lalu duduk diatas batu yang dingin sambil membeli kopi dan kacang bulu, untuk menenangkan pikiran kami......
Posted by Francisca Chester at 9:03 PM 4 comments
Labels: Luar Negeri
Thursday, April 9, 2009
Warna Pemilu Legislatif 2009
Hari ini tanggal 9 April 2009, Negara Republik Indonesia telah menyelenggarakan pemilihan umum legislatif secara langsung untuk Caleg DPR-RI, DPRD dan DPD yang ke dua sejak era reformasi bergulir. Tiap-tiap TPS telah disiagakan tenaga KPU, Panwaslu berikut perlengkapan mulai dari papan caleg untuk memudahkan proses pemilihan yang dipasang besar dan panjang, memuat lebih dari 35 partai, surat suara , pen dan tinta tanda usai memilih dan air minum serta tenda tempat duduk.
Namun disela-sela proses pemilihan banyak yang mengeluhkan rumitnya menyontreng, sking banyaknya caleg dan panjangnya kertas suara. Mereka yang awam ada yang bingung cara menggunakan sistem matrik untuk menemukan calon yang akan dipilih. Begitu pula ada yang secara langsung, SMS, telepon, internet maupun Face Book menyesalkan pendataan DPT kurang cermat sehingga tidak sedikit calon pemilih tidak mendapatkan DPT, padahal ketentuannya sudah final dengan KTP tidak bisa mengunakan hak pilihnya sebagai penduduk sah Indonesia. Namun ada yang sengaja tidak memilih (golput) karena kecewa terhadap kinerja DPR-RI, DPRD dan DPD periode 2004-2009, walupun ada yang masih memihak rakyat, namun jumlahnya hanya beberapa gelintir wakil rakyat. Keadaan ini tentu mewarnai jalannya proses demokrasi yang telah diperjuangkan, kenyataannya membuat beberapa kalangan apatis dan menjadi golput, yang dirugikan sebenarnya partai dan negara itu sendiri. Secara keseluruhan pelaksanaan berjalan lancar, aman dan tertib. Bahkan di beberapa tempat karena cuaca tidak panas untuk tempat bercengkerama ada yang akan mengadakan reuni SMA ada yang akan mencari sekolah anak-anak dan rekreasi antar RT dan lain-lain.
Selanjutnya kita semua menanti hasil pemilu tersebut dengan mendengarkan siaran TV langsung, internet on line. Sampai saat ini pukul 15 Wib lima besar berdasar Quick Count Partai Demokrat memimpin perolehan suara disusul PDI Perjuangan, Golkar, PKS dan PAN sebagai 5 besar partai pemenang pemilu. Apapun hasil finalnya nanti kita tetap harus menghormati, sedangkan apabila ada bukti-bukti pelanggaran seperti kesengajaan pendaftaran DPT, biarlah diselesaikan secara hukum sesuai peraturan yang berlaku.
Posted by Francisca Chester at 4:32 PM 6 comments
Labels: Politik
Friday, March 27, 2009
LAGI-LAGI : BENCANA KALI SITU GINTUNG
Siapa yang tidak terperangah? siapa yang tidak terkejut, ketika tanggul sungai Situ Gintung jebol persis di atas dataran rendah padat penduduk di Ciputat Banten dan Tangerang. Ketika hari masih subuh sekitar pukul 4.30 wib suara gemuruh seperti Tsunami melaju ternyata aliran deras sungai tersebut mengantam dinding-dinding tanggul dan akhirnya merenggut nyawa beberapa penduduk sampai lebih dari 70 orang.
Peristiwa-demi peristiwa terus terjadi musibah yang menyebabkan terenggutnya jiwa manusia, mulai pada liburan Lebaran tahun 2004 iring-iringan mobil di jalan Tol Jagorawi, Gempa di NTT, Gempa di Papua dan akhirnya 26 Desember 2004 terjadi Tsunami dasyat di Serambi Mekah Aceh dan sekitarnya menhancurkan harta benda dan lebih dari 100.000 orang meninggal dunia. Kemudian tahun 2005 beberapa gunung mulai batuk-batuk di Sulut, Jawa tak ketinggalan gunung Merapi yang diperkirakan akan meletus di tahun 2006 tidak terjadi, namun banyak pengungsi yang sempat di evakuasi. Pada bulan April tahun 2006 Yogya dan Jateng di guncang gempa dasyat dan menewaskan lebih dari 1000 jiwa.Pada bulan Juni 2006 terjadilah semburan lumpur Lapindo yang samai saat ini belum bisa diatasi, yang menyisakan 3 kecamatan harus tertutup lumpur dan penduduk terpaksa mengungsi.
Pada tahun 2007 gempa bumi di Sumbar, Solok terjadi yang mengakibatkan trauma penduduk setempat. Begitu pula daerah Pangandaran tak luput dari terjangan gempa sampai terasa di Jakarta. Begitu juga di Cimahi Bandung beberapa penduduk tertimbun sampah dan merenggut beberapa jiwa manusia.
Pada tanggal 27 Maret 2009, terjadi di Ciputat Banten yang menewaskan lebih dari 70 orang.
Dari kejadian-kejadian tersebut baik karena alam maupun kekeliruan manusia, bisa kita renungkan dan intruspeksi untuk berjaga-jaga bahwa bencana saat dunia sudah penuh sesak menyangga keinginan dan kebutuhan makhluk hidup termasuk tumbuh-tumbuhan yang bertumpu diatas tempat yang disebut bumi, bisa terjadi kapan saja dimana saja ketika bumi mencari keseimbangan baru. Sama seperti manusia akan bergerak dinamis untuk mencari sesuatu untuk kebutuhan dan keinginannya.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu menyertai kita semua yang selalu ingat dan waspada, bahwasanya kita tidak berkuasa atas alam semesta, hanya menumpang selama kita masih diperkenankan mengelola sesuai talenta yang diberikan olehyang Empunya kuasa. Amin
Posted by Francisca Chester at 7:45 PM 3 comments
Labels: Sosial
