Thursday, September 12, 2019

JURNAL-JURNAL ILMIAH 2019


 1. Jurnal Internasional :

Effect of Current Ratio (CR) and Debt to Equity Ratio (DER) on Return on Assets (ROA) in Food Sub-Sector and Drinking Companies Listed in Indonesia Stock Exchange Period 2013-2016

Francisca Sestri Goestjahjanti, Marhaendro Purno, Winanti, Siti Aminah

       https://www.ijsr.net/archive/v8i9/show_abstract.php?id=ART2020785&  
       fbclid=IwAR2orqVNGriOvwAgmLNeQtVe4macdTcERGpc_x9_2b0hho5lzKcwd-A9pj4

2. Efek Bunga Deposito Kepada Pendapatan Rata-Rata Di Indonesia Tahun 1995 – 2018
                   Francisca Sestri Goestjahjanti STIE Insan Pembangunan Tangerang
                                                       JOCE September 2019
 http://jurnal.ipem.ac.id/index.php/joce-ip/article/view/176

3. Efek Receivable Dan Utang Bank Terhadap Aktiva Lancar PT. Martina Berto, Tbk.
                Francisca Sestri Goestjahjanti STIE Insan Pembangunan Tangerang
                                                         JOCE Septeember 2019
    http://jurnal.ipem.ac.id/index.php/joce-ip/article/view/175

4.        ANALISIS PENGARUH LIABILITAS JANGKA PENDEK DAN EKUITAS   

            TERHADAP TOTAL ASET PT NIPPON INDOSARI CORPINDO Tbk

                                            Francisca Sestri Goestjahjanti
                                     Jurnal Kreatif UNPAM   Vol 7. No. 1  2019

          http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/kreatif/article/view/3023






Friday, March 15, 2019

RAKOR PENGEMBANGAN INDUSTRIALISASI PERTANIAN DI PEMPROV. JATENG


Rapat Koordinasi yang diinisiasi oleh Komite Ekonomi
Dan Industri Nasional (KEIN) Pokja Pangan, Industri Pertanian dan Kehutanan diselenggarakan pada tanggal 14 Februari 2019 dihadiri oleh Kepala-kepala Dinas Terkait yaitu Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Koperasi dan UMKM, dan Dinas Penanaman Modal. Perwakilan Petani, Pelaku Usaha dan Asosiasi termasuk LPER (Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat).
Menurut bapak Taj Yasin Maimoen Wakil Gubernur Jawa Tengah,  yang hadir sebagai keynote speaker mengatakan, bahwa Dinas Pertanian dan Perkebunan memiliki produk unggulan antara lain kopi, tembakau, tebu, kelapa, Karet, teh, cengkeh dll. Hasil produksinya terus meningkat terutama kopi. Pada tahun 2018 hasil kopi sebesar  17.456 ton naik  15,62 % dari  tahun 2017 sebesar 15.097 ton, masih didominir jenis kopi robusta. Kopi dari daerah Wonosobo ini, sudah ekspor ke Eropa dan negara lainnya.
Sedangkan Dr. Ir. Benny Pasaribu M.Ec. Ketua Pokja Pangan, Industri Pertanian dan Kehutanan dari KEIN, mengatakan pemerintahan pak Jokowi sudah membangun infrastruktur pedesaan guna meningkatkan potensi industri pertanian apalagi sektor Koperasi dan UMKM diberikan bunga pinjaman KUR yang rendah hingga 7 persen, dalam sejarah di Indonesia. Berharap industri pertanian dan perkebunan Jawa Tengah ini bisa terus digenjot sebagai produk unggulan, seperti kopi, buah-buahan, kelapa, coklat, tebu, dll dan bisa memasarkan sampai dengan tujuan ekspor.
Namun dalam rakor tersebut, ada pelaku usaha petani tebu yang mengeluhkan kurangnya lahan pertanian untuk menyuplai pabrik gula, sehingga hal ini menjadi peluang pedagang tertentu untuk impor karena pasokan dari petani semakin berkurang, dan mohon KEIN bisa membantu jalan keluarnya.
Sekjen LPER Francisca Sestri didampingi Bakri Maulana Ketua Harian LPER, yang hadir diacara diskusi tersebut,  menggarisbawahi, bahwa petani  juga berpotensi menjadi pelaku usaha Koperasi dan UMKM, maka langkah pemerintahan pak Jokowi menurunkan pajak dari 1 persen ke 0,5 persen sudah tepat. Dan LPER juga terus  mendorong Asosiasi lainnya untuk mengajukan penurunan pajak dari 0,5 persen ke 0,25 persen untuk UMKM.
Sebagai penutup acara, dari Distanbun bapak Harjuli memaparkan permintaan Ketua LPER Banyumas Joni Rosmanto tentang pengajuan alat pertanian (pemipil jagung dan traktor untuk perkebunan singkong yang diolah menjadi oyek dan makanan/ home industry) sudah diterima pak Gubernur langsung dan sekarang baru dikaji Dinas terkait untuk diverifikasi dan semoga tidak ada kendala pungkasnya. (Ses).

Thursday, February 28, 2019

KEMENKOMINFO DAN LPER MENYOROTI KIPRAH UMKM DI ERA DIGITAL



Kementerian Komunikasi Dan Informatika (Kemen Kominfo bersama Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) dan Komunitas Kopi Persahabatan, menggelar sosialisasi ekonomi dengan judul "Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital" diselenggarakan pada hari Senin, tanggal 25 Februari 2019 lalu di Ruang Serba Guna Kementerian Kominfo Jakarta. Sebagai keynote speaker Septriana Tangkay Direktur Perekonomian & Kemaritiman Ditjen Komunikasi dan Informasi, bahwa Indonesia ini negara besar dan kaya SDA dan SDM yang terus dikembangkan Pemerintahan pak Jokowi secara strategik dan progresif, maka roda perekonomian bakal berputar dengan cepat, dan Kementerian Kominfo  hadir untuk kemudahan bagi para UMKM menjadi pelaku usaha dengan sistem online. Maka alat komunikasi yg semakin menjadi kebutuhan primer masyarakat, jangan hanya untuk berkabar melalui WA, unduh dan unggah gambar, menyebar hoaks, transaksi perdagangan pornografi, tetapi harus dimanfaatkan untuk berwira usaha oline atau ecommerce sehingga bisa membuka lapangan kerja.






Menurut Pridantono Kadri Ketua bidang UMKM & Koperasi LPER selaku ketua panitia, dalam sambutannya mengatakan forum diskusi ini  sangat tepat dan pas bahwa di era industry 4.0, menghadirkan para pembicara dan pelaku usaha yang handal dibidang masing-masing antara lain RNI perusahaan BUMN dengan merek Rajagula, bp Jainal  owner Satoe Juara Nusantara, TirtaOne dan Koperasi Sinergi Swadaya Nusantara, dimana produk- produk buatan lokal, harga terjangkau, mudah di akses dengan alat komunikasi gadget atau komputer secara instan tetapi kualitas dapat dipertanggung jawabkan.





 
 Senada dengan Kementerian Kominfo  Sekjen LPER Francisca Sestri

mengatakan bahwa UMKM harus bisa bekerjasama dengan Unicorn-unicorn seperti Bukalapak, Tokopedia, Traveloka,dan Gojek dan tidak perlu investasi sampai ratusan juta, sehingga kebutuhan konsumen yang terus bervariasi bisa terlayani tepat waktu secara dinamis.






Acara selanjutnya pengguntingan pita pembukaan Bazaar dan Pameran produk-produk UMKM oleh Ibu Niken Widyastuti Sekjen Kominfo, didampingi, ketua bidang Penelitian & Pengembangan LPER Eka Mardiyanti, Ketua Harian Bakri Maulana dan Tantri Relatami Dewas RRI sebagai partner media, menurut ibu Niken seraya memuji LPER dan GK Ladies mitra kerja Kemenkominfo dalam kiprah pendampingan UMKM yang menjadi pilar ekonomi kerakyatan Indonesia dan jumlahnya cukup besar, dapat membuka lapangan kerja baru yang mengurangi angka kemiskinan. Menurutnya baru pemerintah sekarang angka kemiskinan hanya satu digit sekitar 9,82 persen.




 
Kementerian Kominfo selalu terbuka bagi masyarkat,  Kementerian terkait yang ingin bersinergi dibidang Teknologi Informasi (TI) untuk kemajuan UMKM sehingga skala bisnisnya bisa ditingkatkan dari mikro ke kecil dari kecil ke menengah dan selanjutnya menjadi pemain besar, pungkasnya (Sestri).










Friday, July 20, 2018

LPER BANYUMAS MENDORONG BURUH MIGRAN MENJADI UMKM DI TANAH AIR



KAMI singkatan dari (Keluarga Migran Indonesia), baru-baru ini menyelenggarakan pelatihan paralegal untuk pekerja migran  selama tiga hari mulai tanggal 11 Juli s/ 13 Juli 2018 di Semarang Provinsi Jawa Tengah.



Joni Rosmanto Ketua LPER Banyumas mengikuti pelatihan advokasi paralegal buruh migran, mewakili masyarakat banyumas yang ingin menjadi buruh migran ke luar negeri. Keikutsertaan pada sesi ini  bertujuan, pertama melindungi keluarga migran secara legal mulai dari mendaftar kerja, bekerja hingga kembali ke tanah air kepada keluarga masing- masing, kedua mengajak para buruh migran ikut memberdayakan ekonomi kerakyatan bersinergi membangun desa mandiri

 

Pada kesempatan ini Joni Rosmanto menyampaikan pandangannya yaitu selain perlindungan legalitas, ia mengajak para buruh migran, setelah mereka (buruh migran. red) memiliki bekal finansial memadai, kembalilah ke Indonesia lalu menata usaha mandiri berbasis kearifan lokal.

Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) Banyumas siap bersinergi dengan para Migran yang sudah kembali dengan mengelola industri aneka kripik singkong,
beras thiwul dan lain-lain produk singong yang menjadi usaha UMKM Petani binaannya,  agar memajukan ekonomi pedesaan. Jadi para buruh migran sudah mulai investasi bertahap agar ketika kembali ke tanah air tidak perlu kembali lagi kerja buruh di negeri orang, tetapi berwira usaha membangun ekonomi pedesaan.



Menurut sekjen LPER Francisca Sestri, pemikiran dan gagasan Joni Rosmanto ini sangat bagus, tinggal tindak lanjut pendekatan kepada KAMI sebagai wadah resmi komunitas buruh migran Indonesia. Sedangkan Haryo Tienmar Ketua Umum LPER Puast menambahkan, perlunya LPER Banyumas,KAMI bersinergi juga dengan Kepala Desa setempat. (Sestri / Joni ).

Sunday, July 15, 2018

AKTIVITAS SOSIAL LPER UNTUK MENANGKAP PERUBAHAN



Manajemen Rumah Perubahan yang terletak di Jatimurni Ujung Aspal Bekasi, pada tanggal 11 Juli 2018 menyelenggarakan acara peluncuran buku "The Great SHIFTING series on disruption" sebuah karya besar Prof.Rhenal Kasali yang pada era disrupsi ini menimbulkan pro kontra, pasalnya banyak pelaku bisnis berguguran dan mereka terlambat melakukan terobosan yang dinamis. Maka The great SHIFTING hanya akan dipahami oleh para pelaku ekonomi dan bisnis yang memiliki pandangan terbuka dan akrab dengan dinamika perubahan, tutur Rhenald Kasali dalam paparannya.Didepan beberapa komunitas Alumni UI, Pengusaha, GK Jokowi, GK Ladies, Kebaya Buku dan Kopi, dll relasi dekatnya. Pembuatan karya ini melibatkan anak-anak muda jaman now dari berbagai disiplin ilmu perguruan tinggi di Indonesia cukup banyak 15 personil, yang diberikan penghargaan pada acara tersebut.
Salah satu komunitas yang diundang yaitu Ketua Umum Haryo Tienmar dan Sekjen Francisca Sestri serta Eka Mardiyanti Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan LPER (Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat)  menikmati acara ini sekaligus merupakan training  yang luar biasa, dengan harapan bisa ditularkan kepada para pengurus cabang yang menjadi penghubung para UMKM binaannya. 



  
Aktivitas Sosial yang dilakukan oleh LPER berikutnya menghadiri   acara workshop di FX. Plaza Jakarta, pada tanggal 13 Juli 2018 dengan tema "INDONESIA BERSAUDARA"  diselenggarakan oleh Komunitas "Kebaya Kopi & Buku /KKB " Nara sumber Ester Motuloh mewakili komunitas
 
Kristiani dan Uztad Rizal dari SEKNAS mewakili Komunitas Muslim. Dalam diskusi tersebut kita diajak memberikan kesaksian arti dari persaudaraan dalam membangun peradaban bangsa Indonesia kedepan. Pada sesi diskusi ini wakil ketua umum LPER Dr. Srinita memberikan kesaksian disaat bencana Tsunami melanda Aceh tahun 2004 dan menimpa keluarganya, maka persaudaraan disitu mahal harganya kami tidak memilah dan memilih warna kulit, agama, suku dll ungkapnya, membuat suasana hening. Kesaksian yang sama dari Nenden Esty ketua bidang Legal menekankan persaudaraan harus dari keluarga, tetangga, dan komunitas yang lebih besar.
Pada penghujung acara yang dihadiri Kang Maman Suparman wartawan senior dan panelis acara Pilkada Metro TV, Taty Apriliyana pendiri KKB sebagai tuan rumah mengatakan "Indonesia Bersaudara" sebagai topik bahasan tujuannya agar masyarakat bisa sederhana dalam ucapan, luar biasa dalam tindakan.(Sestri)