PENGARUH BUNGA KREDIT DAN
DASAR TUKAR EKSPOR IMPOR TERHADAP PDB PERKAPITA DI INDONESIA
Francisca Sestri Goestjahjanti
JOCE Vol. 12 No. 1 Februari 2018 ISSN : 1978-6875
Website : www.lppmstie.insanpembangunan.ac.id
email :lppm@ipem.ac.id
Abstract
The purpose
of this reseach is to examine and analyze the influence of Loans interest and Term
of trade, to impact on the GDP per capita
in Indonesia.
This
research used secondary data time series for 22 years since 1995 up to 2016.
The research method used explanatory research to explain the causal relationship
between the variables in a model, through hypothesis test. The analyzes employed
statistical technique of linear regression with the software E-Views 7 and SPSS
22.
The results
of the researchs showed that these variable loans interest and term of trade
are simultaneously and partially give significant impected to GDP per capita in
Indonesia.
Keywords : Loans Interest,
Term of Trade, GDP per Capita.
Abstrak
Tujuan
penelitian ini untuk menganalisis dan mengkaji besarnya pengaruh
variabel-variabel Bunga kredit dan Term
of trade yang implikasinya kepada PDB per kapita di Indonesia.
Data
penelitian sekunder runtut waktu selama 22 tahun dari tahun 1995 hingga tahun
2016. Metode penelitian yang digunakan adalah eksplanatori riset untuk
menjelaskan hubungan kausal antara variabel yang diteliti dalam suatu model,
melalui pengujian hipotesis. Teknik analisis dengan regresi linier, dengan
menggunakan software program E-Views 7.
Hasil
Penelitian secara simultan dan parsial menunjukan adanya pengaruh signifikan
antara variabel-variabel Bunga Kredit dan Term
of Trade yang implikasinya kepada PDB Perkapita di Indonesia.
Kata Kunci : Bunga Kredit,Term Of Trade, PDB per kapita
I.
PENDAHULUAN
Tata dunia baru pada peradaban
era digitalisasi, membuat para pemimpin negara mengadakan Konferensi tingkat
tinggi antar negara. Pada bulan Februari 2016 KTT ASEAN selenggarakan bersama
Amerika Serikat. KTT yang digelar di harapkan dapat menciptakan pertumbuhan
ekonomi dan tercipta perdamian tidak hanya untuk ASEAN, Amerika namun juga bagi
dunia.Gagasan
pesan perdamaian dari Pemerintah Indonesia disambut baik negara peserta KTT
ASEAN – Amerika Serikat dan seluruh perusahaan media sosial.
Indonesia negara besar
dengan jumlah penduduk 265 juta jiwa dan terdeteksi oleh data di kementerian
Komunikasi dan Informatika pemakai terbesar alat komunikasi digital
didunia.(Seminar Nasional Kominfo, 16 Desember 2017) Selaras dengan pendapat
Presiden Jokowi usai meghadiri KTT ASEAN – Amerika di Negeri Paman Sam tersebut
antara lain prospek kerjasama dengan perusahan raksasa bergerak di media
sosial. Sesuai
pembicaraannya dengan pihak industri media sosial di Amerika Serikat seperti
Facebook, Google, dan Twitter, Presiden Jokowi memastikan, bahwa mereka telah
memberikan komitmen untuk kerja sama dalam pengembangan ekonomi digital di
Indonesia. Maka semua
masyarakat yang ingin berwira usaha melalui e-daring atau transaksi penjualan
barang- barang dan jasa melalui online
maka hal itu akan meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat Indonesia.
Meskipun pendapatan
perkapita Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara-negera ASEAN
seperti Singapora, Malaysia dan Thailand, namun lima tahun terakhir menunjukan
kenaikan yang cukup menggembirakan.
Tabel 1
Pertumbuhan PDB Per Kapita Indonesia
Tahun 2011 - 2016
TAHUN
|
PDB Per Kapita (Rp. 000)
|
PERTUMBUHAN
|
2011
|
30.658,98
|
|
2012
|
33.531,35
|
9,37
|
2013
|
36.508,49
|
8,88
|
2014
|
41.900,40
|
14,77
|
2015
|
45.176,20
|
7,82
|
2016
|
47.960,00
|
6,16
|
Sumber Data : BPS 2017 (diolah)
Masyarakat yang dihadapkan pada era digital, segala sesuatu serba cepat,
dan perlunya fasilitas pendanaan di sektor konsumsi, maka perlu mengadakan
pendekatan dengan bank atau lembaga keuangan lainnya, agar kebutuhan kredit dengan
bunga rendah bisa dijangku. Birokrasi yang masih panjang tidak seindah
yangiberitakan, tentu menghambat pertumbuhan kredit konsumsi. Hal ini tahun
lalu pertumbuhan sektor konsumsi minus dari tahun 2016.
Seiring dilakukannya FGD (Forum Group Discussion) Rembuk Nasional
yang ke dua, pada bulan Oktober tahun 2017, di prakarsai para pelaku usaha
untuk memberikan masukkan kepada Pemerintah khususnya penguatan sektor industri
berbasis ekspor, saat ini menghadapi kendala pengadaan bahan baku yang rata-rata
dari impor. Namun demikian term of trade
diharapkan meningkat dari tahun ke tahun sehingga mampu meningkatkan
kesejahteraan masyarakat Indonesia yang tercermin dari semakin meningkatnya
pendapatan perkapitanya.
1.1.
RUMUSAN MASALAH
1.2. Berdasarkan uraian pada bab pendahuluan, maka
penulisan penelitian ini dapat dirumuskan :
1.
Bagaimana
pengaruh Bunga Kredit (X1) dan
Dasar Tukar Ekspor Impor (X2) yang implikasinya kepada PDB Per
Kapita di Indonesia (Y)?
2.
Bagaimana
pengaruh Bunga Kredit (X1) yang implikasinya kepada PDB Per Kapita Indonesia (Y)?
3.
Bagaimana
pengaruh Dasar Tukar Ekpor Impor (X2) yang implikasinya kepada PDB
Per Kapita Indonesia (Y)?
1.3 Tujuan Penelitian
Memperhatikan
rumusan-rumusan masalah tersebut diatas, maka tujuan penelitian ini ditetapkan
sebagai berikut :
1.
Untuk
menganalisis dan mengetahui besarnya pengaruh Bunga Kredit dan Dasar Tukar
Ekspor Impor, yang implikasinya kepada PDB Per Kapita Indonesia
2.
Untuk
menganalisis dan mengetahui besarnya pengaruh Bunga Kredit, yang implikasinya
kepada PDB Per Kapita Indonesia
3.
Untuk
menganalisis dan mengetahui besarnya pengaruh Dasar Tukar Ekspor Impor, yang
implikasinya kepada PDB Per Kapita Indonesia
1.4. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi :
1.
Secara
Ekonomi dan Bisnis
Diharapkan
bemanfaat bagi OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dan Bank Indonesia dalam
pengawasan pertumbuhan suku bunga kredit usaha yang berdampak pada kenaikan PDB
Per Kapita di Indonesia
2.
Secara
Akademik
Menjadi
bahan perbandingan bagi peneliti berikutnya, khususnya dibidang Ekonomi dan
Bisnis
3.
Bagi
Penulis
Sebagai
dosen dapat mewujudkan salah satu misi Tridarma Perguruan Tinggi dibidang
penlitian dan pengmbangan ilmu pengetahuan, serta sebagai bahan perbandingan
antara teori dengan implementasi di bidang Ekonomi Pembangunan
II. LANDASAN
TEORI
Suatu
penelitian ilmiah selalu di awali dari berbagai penulisan terdahulu, dan teori-
teori yang didapat dari literatur, kutipan-kutipan baik media cetak maupun
media elektronika. Sedangkan penelitian ini mengacu pada grand teory Ekonomi Pembangunan dan teori pendukung lainnya.
2.1.Teori
Ekonomi Pembangunan
Merupakan
bagian dari “ilmu ekonomi yang berisikan persoalan-persoalan yang muncul sehubungan dengan adanya
masalah-masalah khusus yang terjadi karena transaksi ekonomi antar bangsa yang
berdaulat” ( Paul R. Krugman 2004 : 4).
a.
PDB Per Kapita
1. Produk Domestik
Bruto (PDB)
Pengertian PDB adalah nilai barang-barang
dan jasa- jasa yang di produksi di dalam neara tersebut dalam satu tahun
tertentu ( Sadono Sukirno 2012 : 34)
2. Pendapatan Per Kapita
Menurut Sadono Sukirno (2012 :423- 424),
Pendapatan per kapita sebagai pengukur kemakmuran, menunjukkan informasi yang
perlu digunakan secara lengkap, menunjukkan taraf kemakmuran dan taraf hidup
yang dicapai oleh sebuah negara.
Salah satu komponen dari pendapatan
nasional yang selalu dilakukan perhitungannya adalah pendapatan per kapita
yaitu pendapatan rata-tara penduduk suatu negara, pada suatu masa tertentu.
Pendapatan per kapita sebuah negara
yaitu dengan membagi Produk Domestik Bruto ( PDB) satu tahun tertentu dengan jumlah penduduk
pada tahun tersebut. Atau membagi Produk Nasional Bruto (PNB) suatu negara satu
tahun dengan jumlah penduduk tahun tersebut. Ada dua rumusan cara menghitung
Pendapatan per kapita :
a. PDB Per Kapita = PDB / Jumlah
Penduduk
b. PNB Per Kapita = PNB / Jumlah
Penduduk
PDB
jika dibagi dengan jumlah penduduk maka menjadi PDB per kapita. Ukuran ini
lebih spesifik karena memperhitungkan jumlah penduduk serta mencerminkan
kesejahteraan penduduk suatu tempat.
3. Bunga Kredit
Pengertian bunga kredit atau pinjaman adalah kemampuan
suatu pihak untuk mengadakan barang atau jasa melalui pinjaman dengan pihak
lain, dengan suatu perjanjian pengembaliannya pada jangka waktu tertentu,
disepakati kedua belah pihak baik yang meminjam maupun yang dipinajami.
Bunga pinjaman yang dimaksud adalah bunga pinjaman kepada masyarakat
melalui bank-bank umum yang suku bunga dikeluarkan oleh Bank Indonesia (
Francisca Sestri. 2014 : 55).
Sedangkan menurut Kasmir (2014 : 84),
peminjam atau debitur adalah pihak yang membutuhkan dana atau pihak yang
mendapatkan pinjaman dari pihak lain.
Bank Indonesia membagi jenis-jenis
kredit masyarakat yang disslurkan melalui bank-bank umum sebagai berikut :
a.
Kredit Korporasi
b.
Kredit Ritel
c.
Kredit Mikro
d.
Kredit Konsumsi
terdiri dari kredit KPR dan kredit non KPR
Kredit
konsumsi adalah kredit yang diberikan oleh bank atau lembaga keuangan lainnya
kepada pihak masyarakat perorangan, termasuk pegawai bank pelapor, untuk
keperluan konsumsi dengan cara membeli, menyewa, atau dengan cara lain yang
termasuk kredit perorangan (www.mediabpr.com/Kamus-bisnis-bank/credit_konsumsi.aspx)
c 4.
Dasar tukar Ekspor Impor
Salah satu indikator pengukuran keberhasilan
dan manfaat kegiatan
Pertukaran
barang dan jasa melalui perdagangan internasional adalah besarnya Term of Trade (dasar tukar) antara
ekspor dan impornya.
Menurut Nopirin (2012 : 71) dasar tukar ekspor impor ini menjadi salah
satu faktor yang memengaruhi kesejahteraan suatu bangsa dan sekaligus sebagai
alat ukur posisi perdagangan luar negeri suatu bangsa.
Hidayat Amir ( 2012: 5) mengemukakan
cara perumusan besarnya perdagangan internasional.
Xi
Pi = x 100
Xt
Keterangan :
Pi : Perdagangan Internasional
Xi : Nilai ekspor pada komoditi i
Xt :
Nilai total Ekspor
2 .2.
Penelitian terdahulu yang masih relevan
Tabel 2
Penelitian Yang Masih Relevan
No.
|
Judul Penelitian
|
Kesimpulan
|
1.
|
Pengaruh Inflasi Ekspor Dan Kurs Terhadap Produk Domestik Bruto
Indonesia 2000-2004
Oleh : Tri Norma Verawati. 2010.
|
~Inflasi, Ekspor, Kurs berpengaruh signifikan terhadap PDB Indonesia
~Variabel Inflasi dan Kurs berpengaruh negatif
~Sedangkan Ekspor berpengaruh positif terhadap Inflasi
|
2.
|
Analisis Pengaruh Ekspor Ke China Terhadap Pendapatan Per Kapita Dan
Penyerapan Tenaga Kerja Di Indonesia
Oleh : Emilia, Emilia dan Nurjanah, Rahma. et. al. 2015.
|
Hasil analisis regresi menunjukkan nilai Ekspor ke China berpengaruh
positif dan signifikan terhadap Pendapatan Per Kapita dan Penyerapan Tenaga
Kerja Di Indonesia
|
3
|
Income And Population Grwoth
By. Markus Brueckner and Hannes Schwandt. 2014.
|
The findings from our instrumental
variables regressions suggest that countries’ income growth has a significant positive effect on
population growth: A 1 percentage point increase in GDP per capita
growth over a 10-year period
increases a country’s population growth by around 0.1 percentage points.
At the same time, there is a
significant negative effect on infant mortality.
This results in a strongly
positive effect on surviving children which can also be
detected in changes in countries’
demographic composition.
|
4.
|
Analisis Faktor-Faktor Penentu Pendapatan Perkapita Sebagai Upaya
Menghindari Income Trap (Studi Kasus Indonesia)
Oleh : Yugo Febtiyanto. 2016.
|
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa Indonesia belum terjebak ke dalam
middle
income trap
~
Berdasarkan hasil analisis terhadap faktor faktor yang mempengaruhi
pendapatan per kapita, dalam jangka panjang, variabel nilai tambah pertanian
dan kurs berpengaruh positif dan
signifikan, sedangkan
variabel
inflasi memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan.Hanya variabel
pembentukan
modal tetap bruto yang
berpengaruh
positif dan signifikan baik
dalam
jangka pendek maupun jangka panjang
~Variabel
foreign
direct investment
berpengaruh
tidak signifikan terhadap pendapatan per kapita.
|
2.3.
Kerangka Pemikiran
Kerangka pemikiran yang dituangkan dalam
bentuk hubungan antara variabel –variabel bebas dengan variabel tak bebas dalam
suatu model penelitian. Penelitian ini menggambarkan hubungan antara
variabel-variabel bebas Bunga Kredit Konsumsi dan Dasar Tukar Ekspor Impor yang
pengaruh implikasinya kepada PDB Per Kapita di Indonesia
Sehingga model
penelitian dapat digambarkan sebagai berikut :
Gb. 1
Kerangka Pemikiran
3.
4. Hipotesis
Hipotesis dalam penelitian ini masih belum
baku, sehingga perlu disempurnakan dengan membuktikan kebenaran hipotesis itu. Berdasarkan
teori tersebut, maka hipotesis pada penelitian ini adalah :
1). Terdapat pengaruh signifikan hubungan
kuat secara simultan antara Bunga Kredit
dan Dasar tukar ekpor impor yang implikasinya kepada PDB per kapita di Indonesia
2). Terdapat pengaruh signifikan hubungan
kuat antara Bunga Kredit yag implikasinya kepada PDB per kapita di Indonesia
3). Terdapat pengaruh signifikan hubungan
kuat antara Dasar tukar ekpor impor yang implikasinya kepada PDB per kapita di Indonesia
III. METODE
PENELITIAN
Metode penelitian dalam penulisan ini meliputi
desain penelitian, pengukuran variabel
dan teknik analisis.
3.1.
Design Penelitian
Menurut Burhan Bungin (2013 :
53) Desain penelitian mengenai masalah judul penelitian, latar belakang
masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian batasan
konsep, penentuan variabel indikator, hipotesis penelitian, pengukuran, sumber
data, metode penelitian”. Desain penelitian pada akhirnya merupakan semua proses yang diperlukan dalam
perencanaan dan pelaksanaan penelitian.
Pelaksanaan
penelitian ini di Jakarta, wilayah Negara Republik Indonesia
Sumber
data :
1.
Bank
Indonesia
2.
Badan
Pusat Statistik
3. Lembaga terkait
Jenis data sekunder runtut waktu (time series) selama 22 tahun, dari tahun
1995 s/d 2016. Waktu yang dibutuhkan penelitian ini selama empat bulan
terhitung dari bulan September 2017 s/d Desember 2017.
3.2. Variabel
Penelitian dan Definisi Operasional Variabel
3.2.1. Pengertian variabel penelitian
Variabel adalah konsep dalam bentuk konkrit
atau konsep operasional. Untuk mengoperaionalkan, maka variabel harus
dijelaskan parameter dan indikator-indikatornya (Burhan Bungin 2013 : 77)
3.2.2.
Hubungan antar variabel
Penyederhanaan kompleksitas variabel
dalam hubungan antara variabel-variabel yang memengaruhi dan variabel yang
dipengaruhi, yakni :
a.
Variabel
bebas (independen variabel) yaitu Bunga
Kredit yang diberi lambang (X1), Variabel Dasar Tukar Ekspor Impor
(X2)
b.
Variabel
tak bebas (dependen variabel) yaitu
PDB Per Kapita yang diberi lambang (Y)
3.3. Definisi Operasional Variabel
Batasan-batasan
operasional variabel dalam penelitian ini diperlukan untuk menghindari kesalahan dalam pengambilan
keputusan
Yang dimaksud definisi operasional
variabel dalam penelitian ini adalah :
1.
Bunga
Kredit :
Bunga Kredit Konsumsi non KPR yang diambil dari suku
bunga bank, PT. Bank Mandiri Tbk. (Bank
Mandiri : 2016)
2.
Dasar
Tukar Ekspor Impor
Dasar tukar nilai ekspor dibandingkan nilai impor
Indonesia yang diambil dari data BPS diberi lambang (X2),merupakan
perbandingan antara indeks harga ekspor dan indeks harga impor pada periode
tertentu (Nopirin : 2012)
3.
PDB
Per Kapita
Pendapatan per kapita diberi lambang (Y),merupakan
pendapatan masyarakat perkapita, perbandingan antara PDB dengan jumlah penduduk
suatu negara (Sadono Sukirno : 2012)
3.4. Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
data Bunga Kredit Konsumsi Non KPR, Dasar Tukar Ekspor terhadap Impornya,dan
PDB Per Kapita di Indonesia.
Sampel dalam penelitian ini sama dengan
populasinya.
Menurut Burhan Bungin ( 2013: 51), metode
penelitian dalam penulisan ini merupakan riset ekplanatori (explanatory research) yaitu penelitian
menggunakan pengujian hipotesis antara variabel yang memiliki hubungan kausal
dalam suatu model.
Maka
tahap berikutnya mendefinisikan setiap variabel penelitian Bunga Kredit, Dasar
Tukar Ekspor Impor (Term of Trade), dan
PDB Per Kapita masyarakat Indonesia, kemudian mencocokkan setiap keterhubungan
antar variabel dalam setiap model sesuai kerangka pemikiran melalui pengujian
hipotesis
3.5. Metode pengumpulan data
Penelitian
ini menggunakan instrumen dokumentasi data melalui internet dari Bank Indonesia,
Badan Pusat Statistik dan Lembaga terkait lainnya.
Untuk kelengkapan
penelitian ini juga menggunakan referensi data-data dari literaturr, buku-buku,
media sosial, internet dan lain-lain penelitian terdahulu.
3.6.
Metode Analisis
1.
Uji Asumsi Klasik
Metode
Ordering Least Square (OLS), penaksiran uji asumsi klasik ini juga disebut uji
BLUE (best linear unbiased estimator) meliputi :
a.
Uji
Normalitas, dengan Jarque- Bera p value
> α = 0,05, maka nilai residu model diputuskan berdistribusi normal (Gujarati
Damodar 2007: 115)
b.
Uji
Multikolinieritas, bahwa nilai R2 keseluruhan (simultan) > R2
masing-masing variabel independen (Gujarati Damodar 2007 : 43)
c.
Uji
Heteroskedastisitas, Metode White dengan program E-views apabila nilai
observasi R2 dengan p value
> α = 0,05, maka diputuskan bahwa model tidak bersifat heteroskedastis (Wing
Wahyu 2007: 5.15)
d.
Uji
Autokorelasi, melalui uji Brausch- Godfrey Serial Correlation LM Test (Wing Wahyu
2007: 5.29). Apabila nilai Obs*R-squared dengan P value > α =
0,05 artinya tidak terdapat autokorelasi pada model
2.
Uji Instrumen
Uji instrument wajib dilakukan untuk data penelitian
primer
a.
Uji
Validitas
Untuk mengukur valid atau tidaknya suatu item dan
untuk menentukan layak atau tidaknya suatu item yang diukur. Rumusan memakai product moments (r), membandingkan r
hitung dan r tabel.
b.
Uji
Reliabilitas
Untuk
mengetahui konsistensi alat ukur apakah yang digunakan dapat tetap konsisten
dan dapat diandalkan, dengan Crowbach
alpha, membandingkan crownbach alpha hitung
dengan r tabel nya.
3.
Uji Korelasi
a.
Uji
Korelasi berganda (Multiple Correlation)
untuk analisis keeratan hubungan secara simultan dua
atau lebih variabel bebas dengan variabel tak bebas.
b.
Uji
Korelasi sederhana (Bevariate Correlation)
untuk analisis
keerataan hubungan parsial variabel bebas dengan variabel tak bebas.
4.
Uji Koefisien Determinasi
Jika dalam penelitian suatu model diperoleh
koefisien determinasi (R2), maka parameter tersebut menunjukkan
besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.
Uji
koefiisien diterminasi untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel terhadap variabel dependen baik secara
simultan maupun secara parsial bila hasil > 50 % maka model dapat dipakai
sebagai alat peramalan dimasa mendatang (Yuyun Wirasasmita 2013 : 2)
5.
Uji Regresi
a.
Uji
regresi linier berganda
b.
Uji
regresi linier sederhana
6.
Uji Hipotesis
a.
Uji F
Uji
simultan digunakan untuk model yang memiliki variabel independen lebih dari 1 (satu), jika F hitung >
F tabel , maka ada pengaruh antara
X1, X2… Xn terhadap Yn, (Suliyanto
: 2011).
1). Model 1
H0 : b1,b2 = 0, Koefisien regresi faktor b1, b2 sama dengan nol, artinya
tidak ada pengaruh simultan antara variabel Bunga Kredit (X1) dan
Dasar Tukar Ekspor Impor (X2) terhadap PDB Per Kapita Indonesia (Y)
Ha : b1,b2 tidak = 0, Koefisien regresi faktor b1, b2 tidak sama dengan nol,
artinya ada pengaruh simultan antara variabel- variabel Bunga Bank (X1)
dan Dasar Tukar Ekspor Impor (X2) terhadap PDB Per Kapita Indonesia (Y)
b. Uji
t
Uji parsial, jika t hitung >
t tabel, maka ada pengaruh antara X1 terhadap Y dan X2
terhadap Y
2). Model 2
H0 : b1, = 0, Koefisien
regresi faktor b1, sama
dengan nol, artinya tidak ada pengaruh antara variabel Bunga Kredit (X1)
terhadap PDB Per Kapita Indonesia (Y)
Ha : b1, tidak = 0, Koefisien regresi variabel b1 tidak
sama dengan nol, artinya ada pengaruh
antara variabel Bunga Kredit (X1) terhadap PDB Per Kapita Indonesia
(Y)
3). Model 3
H0 : b2, = 0, Koefisien regresi variabel b2 sama dengan nol, artinya
tidak ada pengaruh antara variabel Dasar Tukar Ekspor
Impor (X2) terhadap PDB Per Kapita Indonesia (Y)
Ha : b1, tidak = 0, Koefisien regresi variabel b2 tidak
sama dengan nol, artinya ada
pengaruh antara variabel Dasar Tukar
Ekspor Impor (X2) terhadap PDB Per Kapita Indonesia (Y)
7.
Uji Signifikan
Pengaruh variabel independen baik secara
simultan maupun parsial terhadap variabel dependen adalah signifikan, apabila
tingkat signifikansi hasil perhitingan statistic menunjukkan Sig, < alpha
= 0,05
IV. ANALISIS
DAN PEMBAHASAN
4.1.Deskripsi Objek Penelitian
Penelitian ini meliputi analisis dan
pengolahan data sekunder mengenai variabel-variabel: Bunga Kredit, Dasar Tukar
Ekspor Impor yang disinyalir memiliki pengaruh besar dan signifikan terhadap
PDB Per Kapita Indonesia pada periode tahun 1995 sampai dengan tahun 2016,
tertera dalam tabel berikut :
Tabel 3
Bunga Kredit, Dasar Tukar Ekpor
Impor dan PDB Per Kapita
Tahun 1995 - 2016
TAHUN
|
BUNGA
KREDIT Konsumsi Non KPR
|
DASAR
TUKAR
|
PDB
PER KAPITA (Rp.000,-)
|
|
|
EKSPOR IMPOR
|
|
1995
|
18,85000
|
92,23000
|
1.980,36
|
1996
|
19,22000
|
86,67000
|
2.105,79
|
1997
|
21,82000
|
101,7400
|
2.168,40
|
1998
|
32,15000
|
101,7100
|
1.855,89
|
1999
|
27,66000
|
116,9500
|
1.870,57
|
2000
|
18,46000
|
134,5300
|
6.775,02
|
2001
|
18,55000
|
129,9700
|
7.853,57
|
2002
|
18,95000
|
134,0800
|
8.563,42
|
2003
|
16,94000
|
139,7900
|
9.326,24
|
2004
|
14,12000
|
125,3000
|
10.479,59
|
2005
|
14,50000
|
124,0600
|
12.483,89
|
2006
|
15,98000
|
125,0000
|
14.816,40
|
2007
|
13,86000
|
124,4000
|
17.290,03
|
2008
|
13,60000
|
123,8700
|
21.364,53
|
2009
|
14,50000
|
131,5800
|
23.880,88
|
2010
|
13,25000
|
129,2500
|
27.028,69
|
2011
|
12,40000
|
129,6000
|
30.658,98
|
2012
|
11,70000
|
123,9600
|
33.531,35
|
2013
|
11,86000
|
129,1200
|
36.508,49
|
2014
|
12,50000
|
121,5000
|
41.900,40
|
2015
|
12,30000
|
119,9000
|
45.176,20
|
2016
|
12,25000
|
108,1700
|
47.960,00
|
Sumber : BI dan B.Mandiri, BPS (2016,
diolah)
Langakah sebelum analisis dilakukan mengubah data yang jumlah nominal
besar
atau bukan dalam persentase menjadi bentuk Ln
4.2. Analisis data pembahasan
4.2.1 Analisis
dan pembahasan Model 1, Y = f (X1,
X2)
Hasil analisisi statistickmenggunakan E-views 7 menujukan
hasil sebagai berikut :
Tabel
4
Regresi
Model Y = f (X1, X2 )
|
|
|
|
|
|
|
|
Sample:
1995 2016
|
|
|
Included
observations: 22
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Variable
|
Coefficient
|
Std.
Error
|
t-Statistic
|
Prob.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
C
|
-1.375441
|
2.043271
|
-0.673156
|
0.5090
|
BUNGA KREDIT
|
-0.082947
|
0.009830
|
-8.438039
|
0.0000
|
LN_D_TUKAR
|
2.403138
|
0.411533
|
5.839473
|
0.0000
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
R-squared
|
0.903075
|
Mean
dependent var
|
8.746877
|
Adjusted
R-squared
|
0.892872
|
S.D.
dependent var
|
0.656274
|
S.E.
of regression
|
0.214801
|
Akaike
info criterion
|
-0.112086
|
Sum
squared resid
|
0.876649
|
Schwarz
criterion
|
0.036692
|
Log
likelihood
|
4.232949
|
Hannan-Quinn
criter.
|
-0.077039
|
F-statistic
|
88.51372
|
Durbin-Watson
stat
|
1.553377
|
Prob(F-statistic)
|
0.000000
|
|
|
|
Tabel 5
Korelasi Berganda Berganda X1, X2
terhadap Y
Model
Summary
|
Model
|
R
|
R Square
|
Adjusted
R Square
|
Std.
Error of the Estimate
|
1
|
,950a
|
,903
|
,893
|
,21480
|
a. Predictors:
(Constant), VAR Dasar Tukar, VAR Bunga Kredit
|
Tabel 6
Korelasi Sederhana
Correlations
|
|
VAR00001
|
VAR00002
|
VAR00003
|
VAR00001
|
Pearson Correlation
|
1
|
-,416
|
-,854**
|
Sig. (2-tailed)
|
|
,054
|
,000
|
N
|
22
|
22
|
22
|
VAR00002
|
Pearson Correlation
|
-,416
|
1
|
,735**
|
Sig. (2-tailed)
|
,054
|
|
,000
|
N
|
22
|
22
|
22
|
VAR00003
|
Pearson Correlation
|
-,854**
|
,735**
|
1
|
Sig. (2-tailed)
|
,000
|
,000
|
|
N
|
22
|
22
|
22
|
**. Correlation is significant
at the 0.01 level (2-tailed).
|
A. Asumsi Klasik
a. Uji
Normalitas
Berdasarkan
hasil perhitugan statistik didapat output bahwa Jarque-Bera 4,8466 dan p-value
0,088 > dari p tingkat signifikansi α = 0,05 bahwa semua data yang diuji adalah
normal.
a.
Uji
Multi Kolinieritas
Berdasarkan hasil perhitungan statistik didapat output
bahwa R2 simultan 90,31 % >
R2 masing-masing variabel independen 72,91 %.dan 53,98 Maka
disimpulkan bahwa model tidak mengandung multikolinier
b.
Uji
Heteroskedastisitas
Melalui uji White didapat output Obs R-square = 0,588 >
p tingkat signifikansi α = 0,05
maka model tidak mengandung heteroskedastisitas.
c.
Uji
Autokorelasi
Berdasarkan hasil perhitungan satatistik Breusch-
Godfrey didapat hasil Obs*R-squared p value = 0,515 > p tingkat signifikansi
α = 0,05, maka model tidak mengadung autokorelasi.
C. Uji
Korelasi
Uji Korelasi Berganda
Menunjuk
tabel 6, Uji korelasi antara X1 dan X2 terhadap Y, menghasilkan angka sebesar R = 0, 950 yang
menunjukan keeratan hubungan yang positif dan sangat kuat.
D. Uji Koefisien Determinsi
Uji determinasi menunjukan angka
Koefisien determinasi (R2)
Dari analisis tabel 5, didapat sebesar = 0,9031,
artinya besarnya pengaruh antara variabel-variabel Bunga Kredit (X1)
dan Dasar Tukar Ekpor Impor (X2) secara simultan terhadap PDB Per
Kapita Indonesia (Y) = 90, 31 %
sisanya 9, 69 % dipengaruhi oleh variabel lain diluar model yang diteilti
E. Uji Regresi
Persamaan : Y = a + b1 X1 + b2 X2
+ ɛ
Y= PDB Per Kapita a
= C (konstante)
X1 = Bunga
Kredit ɛ = Standar eror
X2 =
Dasar Tukar Ekspor Impor
Y^ =
- 1,375 – 0,083 X1 +
2,403 X2
Menunjuk
tabel 4, Persamaan regresi diatas menjelaskan pengaruh negatif,
nilai konstante (C), pengaruh negatif
perubahan Suku Bunga (X1) tidak searah dengan perkembangan PDB Per
kapita, dan Dasar Tukar (X2) berbanding searah terhadap perubahan PDB Perkapita Indonesia (Y^).
Interpretasi dari model regresi tersebut adalah, apabila variabel (X1),
(X2) adalah = 0, maka nilai Y^ akan berubah menurun 1,375 sebesar konstanta. Apabila nilai konstanta dan
, (X2) = 0 maka (Y^) akan berubah menjadi – 0,083 x (X1), apabila
konstanta dan (X1) = 0, maka (Y^) akan berubah menjadi 2,403 x (X2), asumsi
variabel lain adalah seteris paribus.
F. Uji
F
Menunjuk tabel 4, uji hipotesis dan
signifikansi bisa dilakukan :
F hitung = 88,513, n = 22, k =2, α = 0,05, maka F tabel = 2,660
F hitung > F tabel
Signifikan X1 = 0,00, X2 = 0,00
< dari alpha = 0,05
Maka hipotesis model 1, Ho ditolak Ha diterima, yaitu
secara simultan ada pengaruh signifikan antara variabel Nilai tukar (X1)
dan Daya saing (X2) terhadap Term of Trade Indonesia (Y)
.
4.2.
2. Analisis dan Pembahasan Model 2, Y =
f (X1)
Menggunakan program e-views versi 7 didapat hasil
sebagai berikut :
Tabel 7
Regresi Model Y = f (X1)
endent
Variable: LN_PDB_KAP
|
|
Method:
Least Squares
|
|
|
Date:
10/21/17 Time: 17:07
|
|
|
Sample:
1995 2016
|
|
|
Included
observations: 22
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Variable
|
Coefficient
|
Std. Error
|
t-Statistic
|
Prob.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
C
|
10.52165
|
0.253136
|
41.56527
|
0.0000
|
SUKU_BUNGA
|
-0.106849
|
0.014563
|
-7.337171
|
0.0000
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
R-squared
|
0.729122
|
Mean
dependent var
|
8.746877
|
Adjusted
R-squared
|
0.715578
|
S.D.
dependent var
|
0.656274
|
S.E. of
regression
|
0.349998
|
Akaike
info criterion
|
0.824732
|
Sum
squared resid
|
2.449979
|
Schwarz
criterion
|
0.923918
|
Log
likelihood
|
-7.072053
|
Hannan-Quinn
criter.
|
0.848097
|
F-statistic
|
53.83408
|
Durbin-Watson
stat
|
0.644540
|
Prob(F-statistic)
|
0.000000
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
A.
Asumsi Klasik
Dengan langkah statistik, maka uji ini dilakukan dah hasilnya memenuhi
a. Uji
Normalitas
b. Uji Multi
Kolinieritas
c. Uji Heteroskedastisitas
d. Uji Autokorelasi
C. Uji Korelasi
Uji
Korelasi Sederhana
Menunjuk
tabel 6, Uji korelasi sederhana X1 terhadap Y, menghasilkan angka
sebesar R= - 0,584 yang menunjukan sedang dan negatif
D.
Uji Koefisien Determinsi
Koefisien determinasi (R2)
Menunjuk tabel 7, didapat hasil sebesar = 0,7291, artinya besarnya
pengaruh
antara
variabel Bunga Kredit (X1)
secara parsial terhadap PDB Per Kapita Indonesia (Y) = 72,91 % sisanya 27,09
% dipengaruhi oleh variabel lain diluar
model yang diteilti.
E. Uji Regresi
Persamaan : Y = a + b1
X1 + ɛ
Y= PDB Per Kapita a
= C (konstante)
X1 = Bunga
Kredit ɛ = Standar eror
Y^ = 10,522 - 0.107 X1
Menunjuk
tabel 7, Persamaan regresi
tersebut diatas menunjukkan adanya pengaruh positif antra nilai konstante (C), perubahan negatif Bunga
Kredit (X1 ) terhadap perubahan PDB Per Kapita Indonesia
(Y^), sehingga hubungannya searah.
Interpretasi dari model regresi tersebut adalah, apabila variabel X1
adalah = 0, maka nilai Y^ akan berubah menjadi = 2,767 sebesar konstanta.
Apabila nilai konstanta = 0, maka Y^ akan berubah menjadi menurun 0,107 x (X1),
asumsi variabel lain adalah seteris paribus.
F.
Uji t (uji
parsial)
Menunjuk tabel
7, uji hipotesis parsial dan uji signifikansi sebagai beerikut :
t hitung = I -7,337I
n = 22, k =2, α = 0,05, nilsi t two
tilled t tabel( n-k-1 )= 2,074
t hitung > t tabel
Uji
signifikansi dari hasil statistik terdapat X 1 = 0,00 < dari alpha = 0,05
Maka hipotesis model 2, Ho ditolak Ha diterima, yaitu
secara parsial ada pengaruh negatif, signifikan antara variabel Bunga Kredit (X1)
terhadap PDB Per Kapita di Indonesia (Y).
IV.3. Analisis dan Pembahasan Model 3, Y= f (X2)
Menggunakan program e-views versi 7 didapat
hasil sebagai berikut :
Tabel 8
Regresi Model Y = f (X2)
Dependent
Variable: LN_PDB_KAP
|
|
Method:
Least Squares
|
|
|
Date:
10/21/17 Time: 17:09
|
|
|
Sample:
1995 2016
|
|
|
Included
observations: 22
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Variable
|
Coefficient
|
Std.
Error
|
t-Statistic
|
Prob.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
C
|
-9.672614
|
3.803742
|
-2.542921
|
0.0194
|
LN_D_TUKAR
|
3.849070
|
0.794597
|
4.844050
|
0.0001
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
R-squared
|
0.539858
|
Mean
dependent var
|
8.746877
|
Adjusted
R-squared
|
0.516851
|
S.D.
dependent var
|
0.656274
|
S.E. of
regression
|
0.456169
|
Akaike
info criterion
|
1.354601
|
Sum
squared resid
|
4.161801
|
Schwarz
criterion
|
1.453786
|
Log
likelihood
|
-12.90061
|
Hannan-Quinn
criter.
|
1.377966
|
F-statistic
|
23.46482
|
Durbin-Watson
stat
|
0.460995
|
Prob(F-statistic)
|
0.000098
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
A. Asumsi Klasik
a. Uji Normalitas
b. Uji Multi Kolinieritas
Uji
Multikolinier hanya berlaku untuk model yang memiliki dua atau lebih variabel
dependen.
c.
Uji
Heteroskedastisitas
d.
Uji
Autokorelasi
C. Uji
Korelasi
Uji
Korelasi Sederhana
Menunjuk
tabel 6, Uji korelasi sederhana X2 terhadap Y, menghasilkan angka
sebesar R= 0,735 yang menunjukan keeratan hubungan yang positif dan kuat.
D. Uji Koefisien Determinsi
Koefisien determinasi (R2)
Dari analisis tabel 8, didapat
koefisien determinasi R2 sebesar = 0,5398, artinya besarnya pengaruh antara variabel Dasar Tukar Ekspor Impor (X2) secara parsial terhadap PDB Per Kapita di Indonesia (Y) = 53,98 % sisanya 46,02 %
dipengaruhi oleh variabel lain diluar model yang diteilti.
E. Uji Regresi
Persamaan : Y = a + b2X2 + ɛ Y = PDB
Per Kapita a = C
(konstante)
X2= Dasar Tukar ɛ = Standar eror
Y^ =
- 9,672 + 3,849 X2
Menunjuk
tabel 8, Persamaan regresi tersebut diatas menunjukkan adanya pengaruh negatif antara nilai konstante (C), perubahan positif Dasar Tukar Ekpor Impor (X2 ) terhadap perubahan PDB Per Kapita Indonesia
(Y^), sehingga hubungannya searah.
Interpretasi dari model regresi tersebut
adalah, apabila variabel X2 adalah = 0, maka nilai Y^ akan berubah
menjadi menurun 9,672 sebesar
konstanta. Apabila nilai konstanta = 0, maka Y^ akan berubah menjadi 3,849 x (X2)
F. Uji
t (uji parsial)
Menunjuk tabel 8, maka uji hipotesis dan signifikansi
model adalah:
t hitung = 4,844 n = 22, k =2, α = 0,05, nilsi t two tilled t tabel( n-k-1 )=
2,660
t hitung > t tabel
Uji Signifikasi hasil perhitungan statistik menunjukkan
Sig = 0,0001 <
alpha 0,05
Maka hipotesis model 2, Ho ditolak Ha diterima, yaitu
secara parsial ada pengaruh positif,
signifikan antara variabel Dasar Tukar Ekpor Impor (X2) terhadap PDB
Per Kapita Indonesia (Y)
V. SIMPULAN
DAN SARAN
5.1. SIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis data- data
sekunder, dan pembahasan yang telah di
uraikan pada bab IV, maka penelitian ini dapat disimpulkan sebagai
berikut :
1.
a). Terdapat pengaruh positif signifikan, hubungan sangat kuat secara simultan
antara Bunga Kredit (X1) dan Dasar Tukar Ekpor Impor (X2) implikasinya
kepada PDB Per Kapita di Indonesia (Y).
b). Besarnya pengaruh secara
simultan Bunga Kredit (X1) dan Dasar Tukar Ekspor Impor (X2)
impliksinya kepada PDB Per Kapita Indonesia (Y) sebesar 90,31 %, sisanya 9,69 % dipengaruhi oleh variabel lain diluar model
yang diteilti.
2. a). Terdapat
pengaruh negatif signifikan ,
hubungan sedang, antara Bunga
Kredit
(X1) implikasinya kepada PDB
Per Kapita Indonesia (Y).
b). Besarnya pengaruh variabel Bunga Kredit (X1) terhadap
PDB Per Kapita di Indonesia (Y) sebesar 72,91
%, sisanya 27,09 % dipengaruhi oleh variabel lain diluar model yang
diteilti.
3. a).Terdapat pengaruh positif signifikan, hubungan kuat variabel Dasar Tukar Ekpor (X2) implikasinya kepada PDB Per Kapita di Indonesia
(Y).
b). Besarnya pengaruh Dasar Tukar Ekspor Impor
(X2) yang implikasinya kepada PDB Per Kapita di Indonesia (Y)
sebesar 53,98 %, sisanya 46,02 %
dipengaruhi oleh variabel lain diluar model yang diteliti.
5.2. SARAN - SARAN
Berdasarkan simpulan hasil penelitian tersebut diatas,
maka disarankan hal-hal sebagai berikut :
1.
Penata
kuangan dan bank dalam hal ini OJK ( Otoritas Jasa Keuangan) dan Bank
Indonesia memberikan kemudahan dengan birokrasi
sederhana yang bisa diakses online terhadap
penyaluran Kredit Konsumsi kepada masyarakat perorangan.
2.
Pemerintah
dalam hal ini Kementerian Perekonomian dan jajarannya mengatur lalulintas
ekspor impor sehingga dapat membuka lapangan kerja yang dapat mendorong
kenaikan pendapatan perkapita masyarakat di Indonesia.
3.
Masyarakat
pelaku usaha kecil menengah, agar dapat menjalankan aktivitasnya berbasis
teknologi digital, dengan efisien dan efektif, sehingga mudah akses perbankan
dan lembaga pembiayaan lainnya, guna meningkatkan usahanya.
DAFTAR PUSTAKA
1 1. Buku:
Bungin, Bungin,2013, Metodologi Penelitian Sosial dan Ekonomi Formar- format Kuantitatif dan Kualitatif, Kencana
Prenada Media Group, Jakarta.
Gujarati,Damodar,
Gujarati., 2007, Dasar-dasar Ekonometrika, Penerbit
Erlangga, Jakarta.
Hidayat Amir. 2012, Penyertaan Hubungan Ekonomi Dan Keuangan
Internasional Dalam Mendukung Pembangunan Nasional. PT. Naga Kusuma Media
Kreatif, Jakarta.
Kasmir. (2014), Dasar-dasar Perbankan, Edisi Revisi.PT.
Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Mudrajad Kuncoro. 2010. Dasar-dasar Ekonomi Pembangunan. UPP
STIM YKPN, Yogyakarta.
Nopirin.,
2013, Ekonomi Internasional, BPFE
UGM, Yogyakarta.
Sukirno, Sadono., 2012, Makro Ekonomi Teori Pengantar, PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Suliyanto., 2011, Ekonometrika Terapan Teori dan Aplikasi dengan SPSS CV.ANDI. Yogyakarta.
Winarno, Wing Wahyu., 2007, Analisis Ekonometrika Dan Statistik dengan Eviews, Yogyakara.
Wirasamita, Yuyun., 2013, “Buku Ajar Metodologi Penelitian” FE
Universitas Borobudur Jakarta.
2. Artikel Jurnal:
Francisca Sestri. 2014, Pengaruh Faktor-Faktor Inflasi Terhadap FDI Dan Pengangguran Dampaknya
Kepada Daya Beli Masyarakat di Indonesia. Disertasi, UNBOR, Jakarta.
Emilia, Nurjanah Rahma, Aminah Siti. 2015, Analisis Pengaruh Ekspor Terhadap Pendapatan
Per Kapita Dan Penyerapan Tenaga Kerja Di Indonesia. Jurnal Paradigma
Ekonomika Vol. 10, No. 2. UNJA.
Tri NormaVerawati. 2010, Pengaruh Inflasi Ekspor dan Kurs terhadap Produk Domestik Bruto di
Indonesia Tahun 2000 – 2004 . Jurnal Ressearchgate.
Markus Brueckner and Hannes Schwandt. 2014, INCOME AND POPULATION
GROWT, The Economic Journal, 2014 Royal Economic Society. Published by
John Wiley & Sons, 9600 Garsington Road,
Oxford OX42DQ, UK and 350
Main Street, Malden, MA 02148, USA.
Yogo Febtiyanto. 2016, Analisis
Faktor Faktor Penentu Pendapatan Per Kapita Sebagai Upaya Menghindari Middle
Incame Trap (Studi Kasus Indonesia), Skripsi, FEB, UNDIP. Semarang
3. FGD:
Rembuk Nasional., Percepatan Industri Berbasis Digital ,
JEXPO Jakarta, Oktober 2017
Tim Kominfo. 2017, Ibu Cerdas Di Era Digital . Seminar
Nasional, LPER, KKB Jakarta
4.
Website:
Bank Indonesia, 2017. Dasar Tukar nilai Ekpor dan Impor (Term Of Trade), www.BI.go.id
Pemerintah Indonesia. 2016 Press Conference KTT ASEAN- Amerika