Friday, November 12, 2010

Denting Jam Kukuk


Cerita lanjutan dari perempuan bernama Tasika, disajikan dalam sebuah rangkuman realita dan fiksi. Pemunculan tokoh lain, merupakan kelengkapan sebuah komunitas sosial dalam keseharian. Pasang surut gelombang perjalanan hidup, mewujudkan lakon setiap insan ciptaanNya.
Kehidupan sejatinya sebuah pilihan, masa lalu merupakan sejarah, saat ini sebuah realita sedangkan mendatang adalah teka teki.
Ia terus menyusuri masa, dari satu komunitas kekomunitas berikutnya, bahkan terkadang tidak menmukan persinggahan dan asa.

Sinopsis :
Langkah itu dibiarkan mengikuti kata hatinya, hingga suatu saat bertemu adiknya di Jerman, untuk sejenak menenangkan pikiran karena rasa ketidakadilan.
Komunitas forum kepedulian, menyadarkan jiwanya. Bahwa ketertindasan selalu dialmi oleh pihak yang lemah. Namun perempuan itu terus bersikap kritis. Kadangkala ia merasa penat, tenggelam dalam refleksi diri. Itulah kehidupan.
Waktu bergulir searah denting jam kukuk, tak seorangpun mampu membalikannya. Sekalipun dibeli Tasika nama gadis itu di jantung kota Wiesbaden.

1 comment:

Mestika Anas Rivai said...

Mupeeeeng pengen punya buku sendiri,kapan yaaa...Ajarin dong aunt?