Tuesday, October 21, 2008

SALYA & SAMIAJI


Pewaris kerajaan Mandraka adalah raja Salya adalah kakak Dewi Madrim isteri kedua Pandu Dewanata ayah Pandawa. Ketika masih remaja bernama Narasuma. Ia melarikan diri ke hutan karena ayahnya selalu marah, karena Narasuma tidak mau menuruti perintah ayahandanya untuk segera menikah. Suatu hari datanglah seorang Raksasa yang sakti bernama Bagaspati, mendekati Narasuma mengutarakan isi hatinya, bahwa putri nya bermimpi dan ingin menikah dengan Narasuma. Kontan saja Narasuma marah-marah. Namun karena kesaktian sang resi Bagaspati maka tubuh Narasuma dibawa terbang ke istannya. Setelah dipersilakan bertemu dengan putrinya yang bernama Pujowati, maka jatuh cintalah ia kepada Pujowati. Akhirnya mereka dinikahkan oleh sang resi. Setelah beberapa lama, maka Narasuma memberikan teka teki kepada isterinya yang intinya tidak mungkin hidup bersama-sama mertuanya yang raksasa tersebut. Alhasil Resi Bagaspati mengalah dan memberikan ilmunya kepada menantunya. Sebelum meninggal Bagaspati berpesan bahwa pada saat nanti perang di Kuruseta Barathaydha maka sukmanya akan masuk kepada sang prabu Samiaji dan disitulah saatnya ia menjemput Narasuma atau Raja Salya. Samiaji adalah saudara tertua Pandawa yang menjadi raja Indraprasta adalah titisan bethara Dharma yang terkenal bijaksana dan sangat humanis. Maka terjadilah takdir dimana Salya wafat di medan perang oleh Samiaji yang terpaksa mengakhiri dengan kemenangan, dan setelah itu sujud mohon pengampunan.

2 comments:

MM. Anas Rivai said...

Mungkin saya kurang begitu paham cerita wayang,ttp setidaknya melalui tulisan ini ada pelajaran jg hikmah yg bisa di petik dan wayang sbg karya adiluhung bangsa tetap lestari dan tidak di klaim oleh negara tetangga sbg budaya mereka,terimakasih dan sukses!!

Francisca Chester said...

Wayang adalah bayangan, namun dibalik bayangan tersebut termaktub apa yang disebut filosofi kehidupan. Semoga dari bayangan yang baik menjadi kehidupan nyata dalam sebuah implementasi.