Friday, September 26, 2008

Sengkuni alias Haryo Suman


 Semua orang penggemar wayang, apalagi wayang purwa tentu sangat mengenal siapa tokoh wayang ini? Cerita Mahabarata adalah, kisah pewayangan yang berarti bayangan, berasal dari negeri India. Lalu apa yang menarik dari seorang tokoh yang bernama Sengkuni ini?

Dia adalah adik Dewi Gendari yang dahulu diserahkan oleh Pandu Dewanata kepada kakaknya Destarata yang buta sejak lahir dan menjabat sebagai patih kerajaan Astina, dengan rajanya bernama Duryudono. Peran patih ini sangat besar dikarenakan pintar dan memiliki ilmu yang tinggi. Sehingga Duryudono selalu mengamini apa yang direncanakan dan dinasihatkan oleh patih Sengkuni atau nama kerenya Haryo Suman.

Sengkuni adalah simbol kelicikan ketamakan dan kejam, sehingga setiap orang yang hidup di zaman Kuarawa akan berhati-hati padanya. Postur tubuhnya pendek, kecil dan menyebalkan. Cara bicaranya seperti samar-samar penuh tipu muslihat dan menghasut.

Entah bagaimana Sengkuni selalu membuat dunia menjadi ngilu dan onar, maka tidak salah apabila tokoh kesatria Pendawa yang bernama Werkudoro atau Bima, sangat membencinya dan ingin menghabisi simbol angkaramurka itu.

Dibalik peristiwa dibuangnya Pendawa yang terdiri dari Samiaji, Werkudoro, Arjuna, Nakula dan Sadewa adalah putra-putra dari Prabu Pandu Dewanata. Setelah ayah mereka meninggal maka kerajaan Astina di titipkan kepada uaknya yang buta bernama Destarata yang menurunkan Kurawa. Pada saat undian permainan dadu antara Samiaji dan Duryudono dalang licik dibelakang layar adalah Penasihat Bethoro Durna dan yang membumbui Sengkuni, lengkap sudah kejahatan mereka. Hal ini terjadi karena Sengkuni ingin membalaskan dendam kakaknya atas di batalkannya perkawinan dengan Pandu Dewanata. Maka dengan  tipumuslihat, akhirnya  Samiaji (Yudistira) kalah dalam permainan dadu dan taruhannya adalah harus menjalani pembuangan hidup di hutan. Tidak hanya itu salah satu adik Duryudono bernama Dursasana yang kasar dan tidak tahu sopan santun, berani kurang ajar terhadap Drupadi isteri Samiaji dengan melepas busananya di depan umum.

Kemarahan Drupadi menjadi sumpah serapah, bahwa kelak apabila perang Baratayuda, maka ia akan keramas dan minum darah Dursasana. Ternyata sumpah tersebut menjadi kenyataan. Begitu pula Sengkuni akhirnya tewas di tangan kuku pancanaka milik Werkudoro.

2 comments:

KARTONO said...

Itu Dursasana atau dalangnya bisa terkena UU Antipornografi. Jadi yang tukang menghasut itu Sengkuni atau Durna? Kasihan selama ini kalau ada tukang penghasut disebutnya Durna.

ses said...

memang Durna itu penghasut ulung, namun Sengkuni licik dan suka membujuk rajanya yg tdk tegas. Didepan manis di blkng nusuk,Durna wkt sama kuda tumpanganya jg ada skandal kok.